Ntdtv.com- Pada 17 Juni, Tianjin mengumumkan bahwa mereka telah menemukan kasus lokal yang dikonfirmasi. Pasien pria berusia 22 tahun asisten dapur di Conrad Hotel Western Restaurant, tinggal di Huaihe Road, Distrik Beichen, Tianjin.

Restoran barat kembali bekerja pada 6 Mei, dan pasien tersebut pekerjaannya  mencuci piring sejak tanggal 30 Mei. Selama periode ini, ia kadang-kadang bertanggung jawab untuk membersihkan bahan makanan laut beku.

Pasien ini mengalami gejala demam beberapa hari yang lalu dan mengukur suhu tubuhnya pada 38 derajat Celcius, jadi dia pergi ke rumah sakit untuk perawatan. 

Dia didiagnosa mengidap virus Komunis Tiongkok pada tanggal 17 Juni. Pasien telah dirawat secara terpisah di rumah sakit. Ada 93 orang yang kontak dekat dengannya juga diisolasi, dan kontak dekat lainnya sedang diselidiki.

Para pejabat mengatakan bahwa pasien ini tidak memiliki riwayat keluar 14 hari sebelum timbulnya penyakit. Nampaknya tidak diragukan memiliki riwayat kontak dengan kasus yang dikonfirmasi. Sumber infeksi saat ini tidak diketahui.

Setelah wabah gelombang kedua di Beijing, menyebar dengan cepat, sampai sekarang, wabah ini telah dilaporkan di enam provinsi dan kota di Beijing, Hebei, Liaoning, Sichuan, Zhejiang dan Tianjin.

Menurut waktu dimulainya kasus-kasus paling awal yang dikonfirmasi di Beijing, beberapa orang mungkin telah terinfeksi virus tersebut selama rapat dua sesi Komunis Tiongkok. Diperkirakan ada epidemi di Beijing pada waktu itu. Pihak berwenang cenderung menyembunyikan lagi  epidemi  untuk menjaga stabilitas selama rapat dua sesi.

Beberapa pengguna twitter menunjukkan bahwa epidemi itu ditemukan sebelum akhir Mei 2020 lalu. Akan tetapi untuk mencegah Pemimpin Tiongkok Xi Jinping yang bertanggung jawab, dia telah menyembunyikannya selama lebih dari 10 hari. Itu dikarenakan Xi Jinping  yang bersikeras mengadakan rapat dua sesi.  

Sekarang Xi Jinping tidak bisa menekannya, kalau tidak maka Beijing akan  menjadi Wuhan kedua, jadi data lokal dirilis.

Dunia luar telah memperhatikan bahwa epidemi di Beijing sangat mirip dengan wabah di Wuhan, dan telah terjadi ledakan orang yang terinfeksi. Otoritas Wuhan telah mengakui menyembunyikan fakta tersebut. Pihak berwenang Beijing menyatakan keadaan darurat sejak kasus pertama yang dikonfirmasi, yang agak abnormal.

Gao Fu, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Komunis Tiongkok, mengatakan pada pertemuan penyelidikan epidemi pada 16 Juni bahwa virus itu akan “bersembunyi” di lingkungan yang gelap dan lembab. Lalu dengan  tiba-tiba terpapar pada banyak orang. 

Gao Fu mempercayai bahwa Beijing mungkin bukan awal Juni terinfeksi, namun  akhir Mei sudah ada yang terinfeksi. Pasien yang baru saja muncul mungkin harus didorong satu bulan sebelumnya, yaitu sekitar awal Mei, diam-diam epidemi telah menyebar.

Komentator Zheng Zhongyuan menulis bahwa sejak pecahnya epidemi Wuhan, para ahli resmi telah mengakui bahwa ada sejumlah besar orang tanpa gejala di Tiongkok. 

Sekarang terlihat bahwa dua sesi Partai Komunis Tiongkok yang diadakan pada akhir Mei lalu bukan hanya ribuan perwakilan yang mengambil risiko epidemi dan pergi ke Beijing untuk bertemu. Pada saat yang sama, sejumlah besar anggota Komunis Tiongkok tingkat tinggi juga bertemu dengan risiko kematian.

(Reporter Luo Tingting / Editor yang bertanggung jawab: Wen Hui)

hui/rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular