Ntdtv, oleh Liu Minghuan- Usulan untuk menjatuhkan sanksi kepada pejabat senior Partai Komunis Tiongkok dari fraksi Partai Republik Amerika Serikat kepada pemerintahan Amerika Serikat itu, bukan saja sanksi pembatasan pemberian visa kepada seluruh 25 orang otoritas tertinggi Biro Politik dan keluarga mereka, tapi juga sanksi membekukan aset pejabat Partai Komunis Tiongkok, serta  melarang mereka melakukan transaksi properti di Amerika Serikat. 

Menurut media Taiwan, Han Zheng, anggota Komite Tetap Politbiro Partai Komunis Tiongkok saja memiliki aset bernilai hingga USD. 3,1 miliar yang disembunyikan di Amerika Serikat.

Daftar aset para pejabat senior Tiongkok di Amerika Serikat yang beredar di internet menunjukkan angka sebesar USD. 500 miliar. Analis percaya bahwa Amerika Serikat memberlakuan sanksi lewat pembekuan harta kekayaan milik pribadi-pribadi para pejabat menghasilkan kekuatan gempur lebih dahsyat daripada lewat lembaga atau membatalkan status khusus Hongkong. 

Politisi Taiwan Chen Zau-nan pada 15 Juni 2020 lalu menerbitkan sebuah artikel yang menyebutkan  bahwa melalui media internasional, Chen Zau-nan mengetahui bahwa Han Zheng, anggota Komite Tetap Biro Politik Partai Komunis Tiongkok telah menyembunyikan kekayaan pribadi di Amerika Serikat senilai hingga USD. 3,1 miliar.

Sementara itu kelompok Wang Yang juga memiliki simpanan dan aset sampai miliaran dolar di Amerika Serikat.  Xia Baolong, Luo Huining, Chen Guoquan, Wu Yingjie, Zhao Kezhi dan lainnya semuanya ada dalam daftar pejabat komunis Tiongkok yang memiliki simpanan miliaran dolar di Amerika Serikat.

Menruut artikel itu, sebuah daftar yang berisi banyak nama pejabat tinggi komunis Tiongkok dan kerabat mereka yang memiliki aset di Amerika Serikat sedang beredar di internet. Menurut kabar yang beredar, total aset pejabat tinggi komunis Tiongkok dalam “daftar hitam” itu saja berjumlah setinggi USD. 500 miliar.

Dipertanyakan juga dalam artikel itu, bahwa apakah juru bicara bersikap serigala perang seperti Hua Chunying atau Zhao Lijian masih akan mewakili para pejabat senior mereka untuk mengecam keras Amerika Serikat karena “mencampuri” urusan dalam negeri Tiongkok? Atau dengan sungguh-sungguh menyatakan bahwa semua pejabat tinggi komunis Tiongkok yang namanya tercantum itu tidak memiliki kekayaan yang disembunyikan di Amerika Serikat?

Beberapa komentator mengungkapkan bahwa sanksi  Amerika Serikat terhadap pejabat komunis Tiongkok dan pembekuan kekayaan mereka memiliki efek jera yang lebih besar daripada sanksi terhadap lembaga komunis Tiongkok atau pembatalan status khusus Hongkong. Ini tidak hanya menjadi pukulan berat bagi para pejabat senior Partai Komunis Tiongkok, tetapi juga membantu dalam menghancurkan rezim komunis Tiongkok.

Pada 10 Juni, The Republican Study Committee yang terdiri dari sekitar 150 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengeluarkan strategi keamanan nasional yang disebut Strengthening America and Countering Global Threats atau “Memperkuat Amerika dan Mengimbali Ancaman Global.” 

Laporan juga bertujuan untuk melawan tindakan komunis Tiongkok merongrong kepentingan Amerika Serikat, membentuk kembali tatanan dunia, dan mempromosikan teori tata kelola alternatif. Ini merupakan sanksi paling berat dalam sejarah yang diajukan oleh Kongres Amerika Serikat untuk dijatuhkan kepada komunis Tiongkok.

Laporan itu menyebutkan bahwa Komunis Tiongkok adalah organisasi besar dengan 90 juta orang anggotanya. Banyak warga Tiongkok dipaksa untuk bergabung dengan Partai Komunis Tiongkok. Larangan pemberian visa untuk seluruh anggota partai dapat menyebabkan konsekuensi yang diluar dugaan. 

Namun, sanksi kepada para pemimpin senior komunis Tiongkok, termasuk 25 orang anggota Biro Politik, 205 orang anggota Komite Sentral, 171 orang anggota alternatif Komite Sentral, dan semua 2.280 orang perwakilan di Kongres Rakyat Nasional ke-19 beserta keluarga mereka adalah tindakan yang tepat.

Laporan itu menyebutkan bahwa sementara komunis Tiongkok terlibat dalam pencurian kekayaan intelektual dan spionase ekonomi terhadap Amerika Serikat, tidak perlu diragukan lagi untuk melarang para pejabat pemerintah Tiongkok, pejabat senior Tiongkok, dan keluarga mereka belajar di Amerika Serikat.

Laporan juga menuliskan, bahwa Kongres harus mengakhiri pemberian visa, terutama visa pelajar dan visa turis kepada pejabat pemerintah Tiongkok, personel militer aktif, pejabat senior Partai Komunis Tiongkok dan anggota keluarga dekat mereka. Itu dilakukan sampai pihak komunis Tiongkok mengakhiri pencurian kekayaan intelektual dari universitas-universitas dan lembaga-lembaga penelitian Amerika Serikat.

Selain masalah pemberian visa bagi pejabat senior dan anggota keluarga Partai Komunis Tiongkok, laporan itu juga mengusulkan, karena gerakan kampanye perluasan pengaruh komunis Tiongkok di luar negeri, penahanan warga etnis Xinjiang Uighur dan penindasan terhadap otonomi Hongkong, direkomendasikan untuk memberikan sanksi kepada seluruh pejabat Departemen Front Persatuan dan pemimpin senior Partai Komunis Tiongkok, serta anggota Politbiro Komite Tetap bernama Han Zheng. (sin/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular