Ntdtv.com- Baru-baru ini, banjir melanda di banyak daerah di Tiongkok selatan. Sedangkan serangan bencana belalang melanda di daerah utara. Adapun gelombang kedua wabah di Beijing telah menyebabkan kepanikan di Tiongkok.

Banyak ramalan dari zaman Tiongkok kuno dan modern menunjukkan bahwa tahun ini adalah tahun Gengzi. Seringkali sebelum bencana datang, akan ada penampakan. Baru-baru ini, ada banyak penampakan di seluruh Tiongkok, yang telah menarik perhatian publik.

Dari tanggal 15 hingga 16 Juni 2020, banyak orang-orang di daratan menyaksikan pemandangan langka ikan yang berterbangan di air dan berputar-putar di atas air. Menurut unggahan video di Twitter, ada  ikan melompat di air di Danau Chagan di Provinsi Jilin, Area Pemandangan Linghu di Taizhou, Provinsi Zhejiang, Danau Erhai dan Sungai Xi’er di Yunnan.

Banyak netizen khawatir bahwa kegiatan lempeng bumi baru-baru ini sering terjadi. Sedangkan penampakan ikan-ikan di mana-mana mungkin merupakan peringatan dari “gempa besar”.

 

Netizen dengan akun @zhuxueken menuliskan :  Ikan-ikan di Danau Chagan, Jilin melompat dengan tidak nyaman. Apa tanda-tanda tidak menyenangkan yang mereka rasakan?

 Netizen lainnya mengungah perihal kejadian di Danau Dali Erhai dan Sungai Xi’er. Ketika itu muncul keajaiban “ikan melompat.” Insiden itu sebagai pemandangan yang sangat mirip dengan peternak ikan yang memberi makan ikan di kolam ikan atau waduk. Adegan seperti itu jarang terjadi.  Tak jelas apa yang menyebabkan ikan seperti bersemangat dan bahagia.

Secara kebetulan, pada 13 Juni, seorang netizen memposting video di Twitter, mencurigai bahwa awan gempa langka muncul di langit Weihai, Shandong.

Netizen dengan akun @MgOqkzLBRPLCHyN, menuliskan : Bukti, ini adalah langit Weihai, Shandong hari ini!

Seorang netizen menuliskan : “Pagi itu ketika gempa di Wenchuan, ia masih di SMA . Ia pergi ke balkon asrama pagi-pagi sekali dan melihat awan seperti itu di timur, tetapi warnanya kuning kemerahan.

Video lain menunjukkan bahwa pada 15 Juni, awan aneh juga muncul di Panjin, Liaoning. Netizen berspekulasi bahwa gempa bumi akan segera terjadi.

Ramalan Kuno 

Tahun 2020 bertepatan dengan tahun Gengzi. Banyak ramalan di dalam negeri dan luar negeri menyebutkan bahwa ada bencana besar di tahun Gengzi. 

Kitab “Huangdi Dimu Jing” Tiongkok disusun dalam siklus enam puluh Jiazi, terdapat  puisi dan sebuah kary, yang memprediksi panen dan iklim.

Disebutkan  “Kaisar Bumi Pertiwi Kaisar Kuning” meramalkan bahwa pada tahun Taisui Gengzi. Ramalan itu menyebutkan banyak orang yang meninggal dunia. Banjir di musim semi dan musim panas, kelaparan di musim gugur dan musim dingin. Hasil panen hanya setengah. Sedangkan padi yang terlambat belum dipanen. Qin Huai berkeliaran dan Wu Chu banyak bencana. Daun murbei menjadi layu, ulat sutera tidak senang. Lihat ulat sutera tetapi tidak ada sutera, pekerjaan jadi sia-sia.

Ada analisis di Internet tentang arti ramalan Dimu Jing pada tahun 2020: itu berarti panen pertanian tahun ini tidak baik. Diramalkan ada banyak kasus orang yang menderita kematian karena sakit. Selain itu, akibat bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di musim semi dan musim panas sering terjadi.  Beberapa daerah di musim gugur dan musim dingin rentan terhadap kelaparan dan kekeringan.

Tafsir ramalan “Berapa banyak orang yang meninggal dunia” diartikan tentang orang-orang dari pandemi virus Komunis Tiongkok yang meninggal dunia di jalanan.

Sedangkan ramalan berbunyi “kelaparan di musim gugur dan musim dingin” menyiratkan terjadinya bencana kelaparan.

Adapun “Padi terlambat tidak dipotong” berarti gagal panen.

Adapun ramalan “Qinhuai zú liúdàng” tampaknya menggambarkan fenomena tragis orang-orang di Tiongkok daratan yang kehilangan tempat tinggal dan mengembara karena epidemi.

 Tulisan berbunyi “Wu Chu terjadi perampokan ” ditafsirkan menunjukkan bahwa perampok di Zhejiang dan Hubei merajalela, menjarah persediaan, atau memulai kudeta.

Sedangkan tulisan : “Tidak melihat ulat sutera tetapi tidak ada sutera” mengacu pada penutupan industri dan depresi ekonomi.

“Pemakaman di pegunungan” berarti Dimu Jing memperkirakan bahwa dalam tiga bulan musim dingin tahun Gengzi, banyak orang akan meninggal dunia secara tak terduga. Akan ada banyak kuburan di gunung.

Kaisar Kuning Dimu Jing juga memperkirakan bahwa Wabah Besar akan berlalu tahun 2021.

Kitab kuno itu menyatakan dengan bahasa yang mendalam berbunyi : 

“Tahun-tahun Tai Sui dan Xin Chou dilanda penyakit. Wu Yue Sang Ma baik, Jing Chu Mi Mai Zhen. Baik musim semi dan musim panas adalah hujan yang manis, musim gugur dan musim dingin sangat baik. Daun murbei menunjukkan buahnya dan ulat sutra bersukacita. Orang-orang secara bertahap bernafas, Keenam binatang berlalu. Bu berkata: Xin Chouniu menjadi pemimpin, dan levelnya sangat buruk. Rakyat tersisa hanya setengah, ladang mulberry yang bahagia.”

Arti dari perkataan tadi, dengan kata lain, wabah itu tidak akan selesai sampai tahun 2021. Sedangkan orang-orang yang tinggal hanya satu setengah dapat bertahan hidup. Keadaan itu sudah sangat beruntung. Sedangkan mereka yang tinggal akan memasuki era sejarah baru. Mereka menjalani kehidupan yang bahagia dan makmur. Jika ramalan ini memang benar-benar terjadi, setengah dari rakyat Tiongkok akan menghadapi kematian.  (Hui/asr)

(Reporter Luo Tingting / Editor yang bertanggung jawab: Wen Hui)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular