Ntdtv.com- Media berbahasa mandarin di luar negeri “secret china” mengutip berita dari sumber terkait menyebutkan, bahwa menurut seorang dokter darurat di Beijing, epidemi di Beijing masih dalam masa inkubasi. Kemungkinan baru akan meledak dalam 1-2 minggu ke depan. Pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah-langkah pencegahan. Pejabat pemerintah daerah telah menerima instruksi tegas dari pucuk pimpinan. Mereka siap menjalankan tugas kapan saja dan dilarang pergi ke mana pun.

Dokter itu juga mengungkapkan bahwa epidemi di Beijing kali ini jauh lebih parah daripada sebelumnya. Kali ini, Beijing telah menjadi episentrum baru epidemi. Menurut perkiraan waktu, setidaknya ratusan ribu orang pernah mengunjungi pasar Xinfadi di Beijing dalam dua minggu terakhir, dan mereka semua berpotensi mengadakan kontak dekat. Orang-orang yang mengadakan kontak dekat itu mungkin ada di sekitarnya.

Dokter berulang kali mengingatkan orang-orang untuk tetap berada di rumah: “Jangan pergi kemana pun, ingat jangan pernah keluar rumah!”

Profesor Yang Zhanqiu dari Institut Virologi Wuhan, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan media partai pada 15 Juni 2020 lalu.

“Virus yang ditemukan di pasar Xinfadi, Beijing jauh lebih menular daripada pasar grosir makanan laut Tiongkok Selatan, Wuhan. Semakin sulit dalam upaya pencegahan dan pengendaliannya,” ujar Profesor Yang.  

Selain itu, warga Beijing yang diwawancarai via telepon oleh media “secret china” melalui telepon, menuturkan situasi terkini di Beijing. 

Seorang warga di Distrik Haidian mengatakan, “Kali ini, situasi di Beijing cukup mengerikan. Pasar Xinfadi ini adalah tempat pasokan 70% makanan laut, daging, telur, unggas, dan makanan laut di Beijing, dan hampir semua restoran di Beijing belanja di pasar itu. Itu adalah tempat atau pasar makanan terbesar dan terpadat di Beijing. Kami pun tercengang seketika saat mendengar sumber epidemi bersumber dari pasar itu!”

Menurut warga Beijing itu, setelah Beijing dibuka kembali pekan lalu. Semua orang sibuk dengan acara makan bersama. Jika ada yang orang yang terinfeksi dan tidak diketahui di restoran, maka celakalah mereka.

Nyonya Pang, seorang warga Beijing, mengatakan bahwa epidemi di Beijing sangat parah, seluruh keluarga mereka tidak pergi kemanapun, suaminya sakit dan tidak berani ke rumah sakit untuk periksa. Semula anak-anaknya akan mulai sekolah, tetapi sekarang ditutup lagi.

Seorang warga Beijing lainnya bermarga Wu, mengatakan bahwa di bawah dampak epidemi, kehidupan sehari-hari warga Beijing semakin sulit, gaji dipangkas dan harga sayuran naik. Sementara pemerintah tidak memberikan subsidi apa pun. 

Meskipun pemerintah menekankan bahwa pasokan sayuran di Beijing cukup, meminta warga untuk tidak membeli secara tidak wajar. Namun, harga tetap saja melambung tinggi. Orang-orang biasa pada dasarnya menghabiskan tabungan mereka dan menahannya.

Wu mengatakan bahwa masyarakat di Beijing sekarang dibuat gelisah, dan sulit dipastikan apakah Beijing akan menjadi Wuhan kedua.  

Zhao, yang tinggal di daerah Shibalidian, Beijing, mengatakan bahwa meskipun terjadi wabah parah di Beijing, desa tempat tinggalnya tetap saja dibongkar paksa. 

“Desa kami sangat dekat dengan pasar makanan laut di Great Ocean Road. Semua orang tidak berani keluar untuk belanja, memesannya secara online,” kata Zhao. 

Pada akhir Mei, sekelompok petugas pembongkaran memblokir semua akses jalan. Menurut Zhao, petugas membongkar secara ilegal. Tim pembongkaran mengusir semua penyewa yang tinggal di desa dan memutus sumber keuangan warga. 

“Makanan yang kami timbun di rumah juga hampir habis. Jadi kami sangat cemas dan panik! Selain itu, ratusan penjaga keamanan juga tidak mengenakan masker. Mereka berjalan mondar-mandir secara berkelompok di desa. Entah apakah mereka sehat atau tidak. Kami juga sangat khawatir akan hal ini, ” ujar Zhao. (Johny/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular