- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Konflik Tiongkok-India Memperlihatkan Senjata “Biadab” yang Digunakan oleh Militer Komunis Tiongkok

Epochtimes.com- Setidaknya 20 tentara India tewas akibat serangan dari militer Komunis Tiongkok. Usut punya usut, pada hari Kamis 18 Juni 2020, BBC  memperoleh foto yang dikirim dari seorang pejabat senior militer India dari perbatasan Tiongkok-India. Yakni, seikat batang besi dengan tongkat paku. Dilaporkan bahwa ini mungkin merupakan “senjata” yang digunakan oleh tentara Komunis Tiongkok dalam konflik ini.

Ajai Shukla, seorang analis pertahanan India yang awalnya mencuit dan mengekspos foto ini, mengatakan bahwa menggunakan senjata ini adalah perbuatan “biadab”.

Gambar ini beredar luas di kalangan pengguna Twitter India, yang menyebabkan kemarahan secara meluas.

Tidak ada pihak yang menggunakan pistol dalam konflik ini. Ini dapat ditelusuri kembali dari kesepakatan yang dicapai pada tahun 1996 antara kedua pihak. Tujuannya untuk melarang penggunaan pistol dan bahan peledak di sepanjang perbatasan yang disengketakan untuk mencegah eskalasi konflik.

Tidak jelas bagaimana para prajurit India kehilangan nyawa mereka, diyakini bahwa beberapa tentara India masih hilang.

Wall Street Journal melaporkan bahwa seorang perwira senior militer mengatakan, beberapa dari mereka dipukuli hingga mati oleh tentara Komunis Tiongkok dengan tongkat besi dengan paku. Dia juga mengatakan bahwa setelah 17 tentara India terluka dalam perkelahian itu, mereka akhirnya dapat terbunuh hidup-hidup di malam yang dingin di dataran tinggi.

Menurut laporan media, terjadi konflik kedua pasukan di punggung bukit curam di ketinggian hampir 4.267 meter  di atas permukaan laut. Beberapa tentara jatuh ke perairan yang bergolak di Sungai Galwan dengan suhu air di bawah nol selama pertempuran.

Agence France-Presse dan media asing lainnya juga mengutip sumber yang mengatakan bahwa setidaknya tiga dari mereka dirajam hidup-hidup.

Seorang pejabat senior militer India mengatakan kepada BBC bahwa tentara Tiongkok (Komunis Tiongkok) tampaknya sudah dipersiapkan dengan baik. Media India Newindianexpress mengutip sebuah sumber yang mengatakan bahwa tentara Tiongkok “mengenakan perlengkapan anti huru hara, helm dan perisai.”

Selama pertempuran, seorang komandan India jatuh dari punggung bukit yang curam saat didorong jatuh dan tewas di ngarai.

Kematian untuk pertama kalinya dalam lebih dari 40 tahun terakhir. 

Kedua pihak telah berselisih tentang perbatasan yang disengketakan dalam beberapa pekan terakhir. Akan tetapi konflik hari Senin itu adalah yang pertama kalinya ada orang yang terbunuh dalam setidaknya 45 tahun. Media India tidak mengonfirmasi laporan bahwa setidaknya 40 tentara Komunis Tiongkok meninggal dunia. Tetapi Komunis Tiongkok belum merilis laporan korban.

Komunis Tiongkok mengklaim pada hari Rabu 17 Juni 2020 bahwa ia memiliki “kedaulatan atas Lembah Galwan.” Sedangkan India membantah klaim ini sebagai “berlebihan dan tidak dapat dipertahankan.”

Setelah Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi berdialog, pemerintah India mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa pasukan Komunis Tiongkok berusaha untuk membangun garis kontrol aktual (LAC) di sisi India dari garis perbatasan yang sebenarnya. 

Pernyataan itu menuduh Komunis Tiongkok mengambil “tindakan yang telah disusun dan direncanakan. Yang mana, secara langsung bertanggung jawab atas kekerasan dan korban yang terjadi.” Komunis Tiongkok didesak  untuk “mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kesalahan.” (hui/asr)

Editor yang bertanggung jawab: Lin Yan

Video Rekomendasi