Ntdtv.com- Bencana kembali melanda Tiongkok. Laporan Beijing News menyebutkan pada 17 Juni 2020 dini hari, daerah Meilonggou, Kabupaten Danba, Provinsi Sichuan, Tiongkok  membentuk bendungan tanah longsor atau danau penghalang karena pembendungan Sungai Xiaojinchuan. Dari Departemen Propaganda Komite Kabupaten Danba, provinsi Sichuan, diketahui terjadi bencana pada bendungan tanah longsor. Kemudian arus sungai mengalir ke hilir. Banjir itu menghancurkan atau menenggelamkan rumah penduduk dan pembangkit listrik. Saat ini, lebih dari 20.000 penduduk sudah dievakuasi dan dipindahkan ke daerah yang aman.

Yang Hua sebuah nama samaran dikarenakan demi keamanannya,  seorang warga desa di Meilonggou, mengatakan bahwa tanah longsor terjadi pada pukul tiga atau empat dini hari. Ketika itu, dirinya sedang tidur dan dibangunkan oleh orang-orang di desa. Orang-orang mengatakan sudah terjadi tanah longsor. Selanjutnya, danau penghalang yang disebabkan oleh tanah longsor menenggelamkan seluruh desa.

Video  di lokasi kejadian menunjukkan, tanah longsor terjadi di gunung yang dipenuhi dengan vegetasi. Sebagian besar rumah di lembah yang jauh tersapu oleh air berlumpur dan bebatuan.

Selain Meilonggou, desa-desa di hulu Sungai Xiaojinchuan juga mengalami bencana karena bendungan tanah longsor.

Staf Departemen Propaganda Komite Kabupaten Danba mengatakan bahwa bendungan tanah longsor menyebabkan jalan Lanshuiwan terputus, dan tanah longsor terjadi di Desa Niangzhai dan Lanshuiwan.

Pada jam 12 siang hari itu, bendungan tanah longsor Meilonggou mulai ambruk dan meluap. Air sungai itu mengalir deras ke hilir. Sungai di dekat desa Aniang-gou di hilir meluap menghancurkan rumah-rumah dan jalan-jalan desa.

Selain itu, fasilitas seperti rumah, transportasi, listrik, dan komunikasi di daerah yang dilanda bencana rusak dengan tingkat yang tidak sama. Jalan yang diterjang banjir mencapai sekitar 1,7 kilometer, pembangkit listrik Meilonggou hancur dan pembangkit listrik Aniang-gou juga terancam.

Menurut statistik, hingga pukul 4 sore, longsor melewati 10 area di Kabupaten Danba, menghancurkan sekitar 22 kilometer jalan dan sekitar 30 kilometer sungai. Sebagian besar pertanian penduduk desa juga hancur tak berbentuk.

Video langsung di lokasi yang diposting oleh banyak netizen tampak terlihat mengerikan. Banjir dahsyat mengalir turun dari hulu. Beberapa desa lenyap seketika tersapu olehnya. Sementara itu, tanah longsor yang tiba-tiba menyembur dari puncak gunung, seketika menelan dan mengubur banyak desa. Masih belum diketahui berapa banyak penduduk desa yang mungkin bernasib malang di tengah tidur lelap mereka.

Sementara itu, setelah banjir di Aniangou, Prefektur Otonomi Tibet Ganzi, provinsi Sichuan, hanya 15 unit rumah yang tersisa di desa.

Area yang dilewati banjir itu, senilai 140 juta yuan atau sekitar Rp. 280 miliar yang diinvestasikan dalam pembangunan jembatan itu runtuh dan lenyap seketika ditelan banjir.

Sedangkan di Bazhong, provinsi Sichuan, Tiongkok, hujan deras menyebabkan jembatan yang sedang dibangun senilai 140 juta yuan runtuh dan ditelan banjir. 

Namun demikian, terhadap bencana yang begitu parah, semua media dari Partai Komunis Tiongkok hanya menggambarkannya dengan nada hambar. 

Menurut petugas penyelamat di lapangan, banyak orang-orang terjebak dalam rumah di desa-desa yang digenangi banjir, 14 di antaranya berhasil diselamatkan, dan 2 lainnya kehilangan kontak.

Sebagai tanggapan, beberapa netizen memposting video, mengungkapkan kebiasaan penipuan Partai komunis Tiongkok dengan menuliskan :  Pada 16 Juni, Kota Guang-an, provinsi Sichuan ditelan banjir, dan media pemerintah setempat menggunakan hampir semua sumber dayanya. Ratusan wartawan merekam suasana itu yang disebut sebagai energi positif. Namun, seakan menutup mata dan mengabaikan situasi aktual orang-orang di daerah yang dilanda bencana serta pemukiman  pasca bencana dan sebagainya. (Jon/asr)

Reporter Li Yun / Editor : Li Quan

Video Rekomendasi

Share

Video Popular