Ntdtv.com- Pada 17 Juni pagi waktu Beijing, juru bicara Konferensi pers terkait Pencegahan dan pengendalian epidemi di Beijing kembali mengenakan masker yang baru dilepas pada 30 April 2020 lalu. Sekarang masker dipakai lagi, hal ini menunjukkan bahwa situasi epidemi tidak lagi dapat dicegah dan dikendalikan.

Epidemi pneumonia virus Komunis Tiongkok kembali merebak di Beijing. Pada 16 Juni malam waktu setempat, tingkat tanggap darurat Beijing untuk keadaan darurat kesehatan masyarakat dinaikkan dari level tiga ke level dua. Hal itu menjadikannya Beijing satu-satunya provinsi dan kota di Tiongkok yang merespons dengan level dua.

Banyak warga yang tak siap dengan situasi itu. Kepanikan terlihat dari rak-rak di supermarket yang disapu bersih warga, memborong kebutuhan pokok. Biro Pendidikan Beijing juga mengeluarkan pemberitahuan darurat, menangguhkan sepenuhnya proses belajar mengajar, sekolah-sekolah yang baru membuka sekolahnya kembali harus “mengungsi” lagi. Banyak orang tua bergegas ke sekolah untuk menjemput anak-anak mereka.

Selain itu, dua bandara di Beijing juga telah membatalkan hampir 70% penerbangan karena epidemi. Untuk mencegah penyebaran epidemi kian meluas, pemerintah kota Beijing menerapkan “kota setengah tertutup”. Semua area komplek pemukiman juga diwajibkan menerapkan manajemen tertutup. Orang-orang di daerah-daerah utama dengan risiko menengah dan tinggi terpapar virus juga dilarang meninggalkan Beijing.

Salah seorang warga Beijing berbagi pemandangan langka di Lapangan Tiananmen dengan kameranya.

Warga Beijing itu mengatakan: “Pada 16 Juni, sekitar jam 10:40 pagi, saya berada di Lapangan Tiananmen dan menyaksikan sejenak, orang-orang yang berlalu lalang di Lapangan Tiananmen sekarang sepertinya tidak lebih dari 10 orang kecuali petugas di Lapangan Tiananmen.”

Gerbang Meridian di Kota Terlarang Beijing juga sunyi senyap, hanya terdengar kicauan burung gagak.

Beberapa hari yang lalu, Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, mengatakan bahwa epidemi terjadi di antara orang-orang di pasar, dan waktu penemuan kasus infeksi sekitar akhir Mei 2020 lalu. Menurut Wu Zunyou, Beijing dapat secara efektif mengendalikan dan menghindari pecahnya epidemi seperti yang terjadi di Wuhan.

Namun, Gao Fu, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, mengatakan bahwa virus itu akan “berinkubasi” di lingkungan yang gelap dan lembab. Epidemi di Beijing mungkin tidak terjadi pada akhir Mei atau awal Juni, kemungkinan sudah muncul pada April 2020.

Tang Jingyuan, seorang komentator peristiwa terkini di Amerika Serikat mengatakan bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Beijing baru memutuskan untuk memobilisasi petugas  untuk melakukan pemeriksaan di seluruh kota setelah menemukan empat kasus baru pada 12 Juni 2020 lalu. Namun bagaimanapun mustahil bagi mereka dapat menyelesaikan tes massal pada orang-orang di semua pasar dan supermarket besar di Beijing, serta hampir 2.000 orang yang tersebar di berbagai pasar di seluruh kota Beijing. Oleh karena itu, pemeriksaan mungkin sebelumnya sudah dilakukan.

Reporter senior Beijing Gao Yu mengatakan di twitternya pada 15 Juni, bahwa karyawan Supermarket di Huilongguan – lingkungan perumahan di pinggiran kota di Beijing utara, sehari sebelum pasar Xinfadi (baca : Sin Fa Ti) ditutup, dua orang mengalami gejala demam, tiga orang jatuh sakit dan supermarket langsung ditutup pada hari itu.

Meskipun jumlah kasus yang dikonfirmasi pejabat di Beijing telah melampaui 100 kasus, namun menurut kalangan luar, angka sebenarnya lebih dari itu. 

Video yang diunggah oleh netizen mengatakan bahwa area di Yongding Road, China Railway Construction, Beijing Liujian Construction Corporation, Apartemen Jiade, Taman Bailang semuanya ditutup. Warga diingatkan untuk tidak pergi ke 721 (Aerospace Center Hospital) dan Rumah Sakit Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, yang biasa disebut Rumah Sakit 307, karena sedang dilakukan tes asam nukleat.

Menurut Tang Jingyuan, epidemi di Beijing sedang menyebar dan kemungkinan sudah menyebar di area komplek pemukiman warga setempat.

“Setelah gelombang pertama wabah pada awal Juni lalu, satu atau dua minggu kedepan akan memasuki awal periode inkubasi baru. Artinya, apakah wabah ini akan menjadi wabah kedua di masa mendatang, atau hanya merupakan wabah kecil di daerah lokal seperti di Timur Laut Tiongkok. Kecenderungan ini pada dasarnya dapat dilihat dalam bulan ini,” kata Tang Jingyuan.

Saat ini, epidemi virus Komunis Tiongkok telah menyebar ke lintas provinsi seperti Liaoning, Hebei dan Sichuan. Menurut informasi dari Komisi Kesehatan Zhejiang dan Hebei, kasus-kasus yang dikonfirmasi pada tanggal 16 Juni itu adalah pasien kontak dekat dari kasus yang dikonfirmasi terkait di Beijing. Kasus yang dikonfirmasi di Zhejiang adalah para pelaku bisnis di pasar grosir Xinfadi, Beijing sejak lama. Hal ini mengindikasikan bahwa epidemi telah beralih ke arah selatan Tiongkok. (Johny/ rp)

Editor / Huang Yimei, Pasca produksi / Zhong Yuan

Video Rekomendasi

 

Share

Video Popular