Epochtimes.com- Epidemi virus Komunis Tiongkok di Beijing  kian parah. Dalam 7 hari terakhir, kasus yang dikonfirmasi terus melonjak. Rumah Sakit Ditan (Baca: Ti Than) Beijing yang sebelumnya menerima dan merawat pasien tidak lagi menerima pasien rawat jalan mulai 18 Juni 2020. Pejabat Partai Komunis Tiongkok mengatakan, mereka menggunakan data besar untuk mendeteksi 360.000 orang berisiko. Sementara itu, Pasar Xinfadi di Distrik Fengtai, Pasar Timur Yuquan di Distrik Haidian, dan Pasar Honglian di Distrik Xicheng ditutup, dan masyarakat sekitar mengadopsi langkah-langkah manajemen tertutup.

Komentator peristiwa terkini di Amerika Serikat, Tang Jingyuan mengatakan kepada jurnalis the Epoch Times bahasa mandarin, bahwa Beijing adalah jantung dari rezim Komunis Tiongkok. Pihak berwenang ingin menggunakan apa yang disebut “langkah-langkah pencegahan dan kontrol yang tepat” yang berbeda dari model kota tertutup seperti di Wuhan sebelumnya melalui data besar dan tes asam nukleat skala besar di sebagian daerah setempat. Terutama karena status khusus Ibukota Beijing. Pihak berwenang takut epidemi di Beijing akan menyebar dan akan berdampak besar pada rezim mereka. 

Sebelumnya, dilaporkan secara online bahwa Alipay dan WeChat membidik 350.000 orang yang pernah ke pasar Xinfadi, Beijing. Karena pasar Xinfadi belum menggunakan transaksi tunai sejak pecahnya virus Komunis Tiongkok pada awal tahun. Alipay dan WeChat Pay memberikan daftar data besar kepada Partai Komunis Tiongkok terkait 350.000 orang tersebut untuk skrining asam nukleat. 

Ada komentator mengatakan bahwa warga yang ke pasar Xinfadi, tetapi tidak membayar untuk transaksi itu tidak akan dimasukkan dalam pelacakan. Masih ada celah dalam data besar.

Komplek pemukiman ditutup, mencegah warga keluar dan warga yang membeli makanan di luar tidak bisa masuk

Staf yang bertugas di bank cabang yang berdekatan dengan rumah sakit nomor 2 universitas pertahanan nasional mengatakan bahwa bank telah ditutup selama lebih dari 3 hari. 

“Situasi saat ini memang agak menakutkan. Bagaimanapun bank adalah jendela bagi orang-orang yang datang dan pergi. Sebelumnya tidak ada yang tahu asal mereka,” kata staf bank.

Rumah sakit nomor 2 universitas pertahanan nasional ditutup, dan puluhan komplek pemukiman di sekitar pasar Yuquan juga ditutup. Beberapa rekannya tinggal di komplek sekitar. Namun, warga tidak diizinkan turun setelah komplek itu ditutup. 

“Kami bertugas hari ini dan tidak diizinkan memesan makanan dari luar. Hari ini terpaksa hanya minum air,” kata staf bank.

Seorang anggota staf dari Institut Fisika Energi Tinggi – Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok juga mengatakan bahwa semua staf  menjalani tes asam nukleat beberapa hari yang lalu. 

“Saat ini, komplek pemukiman ditutup. Jasa paket kilat dan warga yang membeli makanan di luar harus mendaftar dulu di komite lingkungan pemukiman untuk bisa masuk ke dalam,” kata staf  itu. 

Staf yang bertugas di wisma sekitar Pasar Timur Yuquan mengatakan bahwa kali ini komplek  ditutup secara tiba-tiba, dan setelah kasus yang dikonfirmasi merebak di pasar, pejabat setempat menutup komplek pemukiman pada 13 Juni, dan malamnya baru memberitahu bahwa komplek pemukiman sudah ditutup.

Seorang pelayan restoran terkenal di Beijing mengatakan, “Semuanya ditutup, semua restoran, termasuk McDonald’s juga ditutup, dan rumah sakit nomor 2 universitas pertahanan nasional juga ditutup.” 

Terbetik berita bahwa semua pelaku usaha sudah bisa beroperasi kembali setelah selesai tes asam nukleat, namun  belum tahu secara pasti, harus menunggu pemberitahuan resmi dari otoritas setempat. 

“Situasi epidemi sekarang sangat mengerikan, kita semua ingin pulang kampung, tetapi otoritas Hebei juga tidak akan membiarkan kami pulang ke daerah asal,” kata pelaku usaha. 

Data besar, tes komprehensif, penutupan area pemukiman dan mengubahnya menjadi nol epidemi

Sejak pecahnya epidemi virus Komunis Tiongkok di pasar Xinfadi, Beijing, otoritas setempat telah menerapkan mode “manajemen tertutup area komplek terkait kasus yang dikonfirmasi”. Begitu terjadi kasus penyakit, seluruh area komplek di sekitarnya akan ditutup.

Menurut komentator peristiwa terkini Tang Jingyuan, bahwa dasar dari metode ini adalah memiliki pemantauan data besar, yang dapat dengan cepat melacak orang-orang yang pernah mengadakan kontak dekat. 

Menurut pernyataan resmi Partai Komunis Tiongkok, respons terhadap epidemi ini berbeda dari penutupan kota Wuhan, tetapi telah mengadopsi pencegahan dan kontrol tepat sasaran, mengubahnya menjadi nol, dan penutupan kompleks yang terarah.

Partai Komunis Tiongkok tidak terlalu khawatir akan epidemi, tetapi takut epidemi yang akan berdampak besar pada rezimnya. Mengenai wabah itu sendiri, Partai Komunis Tiongkok sebenarnya tidak peduli seberapa besar kerugian yang diderita rakyatnya.

Tang Jingyuan menganalisa bahwa Partai Komunis Tiongkok sekarang menghadapi masalah dan krisis internal dan eksternal. Dalam kondisi seperti ini, setiap peristiwa besar di Beijing dapat memicu ledakan krisis lainnya secara keseluruhan dan dapat menyebabkan krisis kekuasaan  Komunis Tiongkok.

Mengenai rumor bahwa rumah sakit nomor 2 universitas pertahanan nasional yang ditutup, Tang Jingyuan mengatakan bahwa infeksi di jajaran militer the People’s Liberation Army (PLA) atau Tentara Pembebasan Rakyat Komunis Tiongkok  adalah soal cepat atau lambat. 

“Senyawa militer secara relatif lebih tertutup daripada di lingkungan masyarakat, dan gerakan personel juga relatif tunggal, yang dapat mengurangi risiko infeksi sampai batas tertentu. Tetapi sebaliknya, sekali infeksi terjadi pada unit militer seperti itu, akan lebih mudah menyebar dengan cepat di lingkungan tertutup,”  kata Tang Jingyuan.

Pencegahan dan kontrol yang tepat sasaran, sulit untuk mencegah virus PKT menyerang komplek Zhongnanhai

Menanggapi otoritas Partai Komunis Tiongkok menggunakan pelacakan data besar, kontrol komunitas, dan skrining asam nukleat skala besar untuk mengatasi epidemi di Beijing, Tang Jingyuan mengatakan bahwa ancaman terbesar dari virus  Komunis Tiongkok terletak pada dua poin.

Pertama, orang yang terinfeksi tanpa gejala dapat membawa virus untuk waktu yang lama dan bebas penyakit, tetapi tetap saja bersifat menular. Beberapa pembawa virus bahkan memiliki tes asam nukleat negatif, yang tidak dapat diantisipasi baik melalui data besar atau pengujian asam nukleat.

Kedua, virus terus bermutasi. Sulit bagi manusia untuk menghasilkan obat-obatan yang efektif, sedangkan pengembangan vaksin tidak dapat diharapkan dalam jangka pendek. Virus ini sudah ditakdirkan untuk menyebar di antara populasi untuk waktu yang lama. Tidak peduli seberapa ketat keamanan di komplek Zhongnanhai, mustahil dapat mencapai 100% pencegahan jangka panjang. Wabah epidemi di Beijing kali ini adalah contohnya.

“Singkatnya, dari sudut pandang saya, tidak peduli bagaimana jajaran elite Partai Komunis Tiongkok menggunakan perlindungan istimewa, sulit untuk menghindari virus menembus gerbang pintu Zhongnanhai,” kata Tang Jingyuan. Johny / rp 

Editor : Lin Congwen

Video Rekomendasi

Share

Video Popular