Epochtimes, oleh Zhang Ting- Amerika Serikat dan sejumlah tokoh internasional terus mengecam rezim Komunis Tiongkok karena sengaja menyembunyikan tingkat keparahan virus itu. Sehingga komunitas internasional tidak melakukan pencegahan yang memadai pada tahap awal wabah menyebar dari Wuhan. Meski demikian, Komunis Tiongkok menyangkal menyembunyikan epidemi tersebut. 

Amerika Serikat percaya bahwa Beijing bisa bertindak lebih cepat pada tahap awal wabah. Bahkan mengendalikan virus di Wuhan pada bulan Desember tahun lalu atau bulan Januari tahun ini.

Baru-baru ini, Trump mengatakan bahwa Beijing mungkin membiarkan virus menyebar ke luar negeri, dengan motivasi ekonomi yang tersembunyi di baliknya. Ketika ditanya apakah motivasi komunis Tiongkok itu adalah untuk memperluas cakupan konsekuensi ekonomi, Trump menjawab : “Benar. Mereka (komunis Tiongkok) mengatakan, Bung, situasi kita jadi berantakan. (gegara) Amerika Serikat membunuh kita”.

Trump mengatakan, dalam 1,5 tahun terakhir ekonomi AS telah mengejutkan Komunis Tiongkok.

Menanggapi unsur kesengajaan komunis Tiongkok menyebarkan virus ke luar negeri, Trump mengatakan bahwa perasaan itu muncul dari batinnya. Penyebaran virus ke luar negeri itu juga dapat disebabkan oleh ketidakmampuan atau kesalahan Beijing.

Trump juga mengatakan bahwa meskipun tidak dikesampingkan bahwa Beijing tidak akan sengaja membiarkan virus menyebar ke luar negeri, Trump mengatakan :  “Tetapi Anda tidak pernah tahu. Ini telah menimbulkan dampak.”

Dalam sebuah wawancara dengan media AS yang berbeda, Peter Navarro, penasihat perdagangan Gedung Putih berulang kali mengutuk komunis Tiongkok bahwa pada tahap awal wabah. Navaro mengatakan mereka tidak melarang penerbangan internasional dari Wuhan ke semua bagian dunia, dengan demikian memungkinkan virus menyebar ke seluruh dunia. Wabah itu bisa saja diblokir dari Wuhan. Sebaliknya, apa yang telah dilakukan komunis Tiongkok adalah untuk memungkinkan ratusan ribu orang warga Tiongkok bepergian melalui udara ke seluruh dunia untuk menyebarkan virus. Sehingga menjadikan epidemi yang semestinya dapat dikendalikan di Wuhan berkembang menjadi pandemi global.

Trump juga mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Rabu bahwa ia percaya masalah penggunaan masker adalah bahwa banyak orang menyentuh masker, hasilnya itu malahan lebih memungkinkan terinfeksi.

Trump mengatakan : “Orang menyentuh masker dengan tangannya. Setelah melepas masker lalu mulai menyentuh mata, hidung atau mulut, Kemudian, orang itu tidak tahu bagaimana dirinya terinfeksi”.

Epidemi pneumonia komunis Tiongkok telah menghantam ekonomi AS. Banyak negara telah mengumumkan langkah-langkah pencegahan epidemi dengan tinggal dalam rumah yang mengakibatkan sejumlah besar orang tidak dapat bekerja. Saat ini, banyak tempat secara bertahap mulai dibuka untuk keluar dari trauma epidemi.

Trump mengatakan AS akan menciptakan banyak lapangan kerja sebelum 3 November. Dengan sikap optimis Trump mengatakan bahwa ekonomi AS akan pulih. Ia berharap PDB akan tumbuh pesat dan akan mencapai puncaknya.

Ketika ditanya soal apa inisiatif baru yang akan diambil pada masa jabatannya yang kedua, Trump mengatakan bahwa fokusnya adalah membangun ekonomi yang besar dan kuat”. Hal ini menunjukkan bahwa rencananya akan bergantung pada serangkaian pemotongan peraturan dan negosiasi perdagangan internasional.

Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal pada hari Rabu 17 Juni 2020, Trump menyatakan bahwa jika epidemi serupa terjadi lagi di Amerika Serikat, ia tidak akan berusaha mengulangi tes ekstensif ini. Dia percaya bahwa dibandingkan dengan negara lain, Amerika Serikat karena banyaknya tes kali ini, sehingga jumlah kasus terinfeksi yang dikonfirmasi juga banyak.  Trump mengatakan : “Dalam banyak hal, ini membuat kita terlihat buruk.”

Selain berbicara soal isu epidemi dalam wawancara, Trump juga menyinggung soal niatnya untuk memberantas rasisme di Amerika Serikat. Dia mengatakan bahwa dirinya berencana untuk menyembuhkan trauma rasis yang muncul akibat kematian George Floyd dan lainnya dengan membangun ekonomi AS yang lebih kuat.

Dalam menanggapi langkah untuk menghilangkan nama-nama perwira koalisi dari 10 pangkalan militer AS, Trump mengatakan bahwa dirinya belum meminta pendapat dari para pendukung kulit hitam dan dinas rahasia AS. Akan tetapi dia sendiri menentang langkah itu. Pangkalan-pangkalan ini dinamai dengan jenderal perang saudara sebagai cara untuk membantu menyatukan Utara dan Selatan. Jika dihapus, itu akan menyebabkan perpecahan di Amerika Serikat. (sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular