- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Hingga 500 Kasus Wabah DBD Selama Pandemi Sehari, Sudah Tercatat 65.000 Kasus dan Tak Biasanya Berlangsung Sampai Juni

Erabaru.net. Di tengah kasus pandemi yang kini melanda Indonesia masih menunjukkan peningkatan kasus positif dan kematian, bersamaan itu wabah DBD turut menyerang.

“Saat ini kita masih menemukan kasus antara 100 sampai 500 kasus perhari (dari 10 Januari – 19 Juni 2020). Kalau kita melihat jumlah kasus ada 68.000 kasus DBD di seluruh Indonesia,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (22/06/2020).

Kasus ini tak biasanya tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, kasus DBD mencapai puncaknya di setiap tahunnya pada bulan Maret. Akan tetapi, pada tahun ini tak sama. Kasus DBD itu  masih terjadi cukup banyak hingga bulan Juni 2020.

Menurut Nadia, masyarakat perlu waspada dengan ancaman penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini, terutama di daerah dengan angka kasus corona yang tinggi, seperti di Provinsi Jawa Barat, Lampung, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta dan Sulawesi Selatan. 

Ia menjelaskan, DBD adalah suatu penyakit yang sampai sekarang juga belum ada obatnya. Menurut Nadia, vaksinnya belum terlalu efektif dan salah satu upaya untuk mencegahnya adalah menghindari gigitan nyamuk. Diungkapkan juga bahwa Fenomena ini memungkinkan seseorang yang terinfeksi Corona juga berisiko terinfeksi DBD.

Selain itu, diungkapkan selama pandemi ini tiga tantangan yang dihadapi masyarakat. Pertama, kegiatan jumantik atau juru pemantau jentik menjadi tidak optimal karena saat ini menuntut adanya pembatasan jarak. Faktor lainnya, sudut-sudut bagian banguna yang ditinggalkan karena kebijakan kerja dan belajar dari rumah. 

Tak hanya itu, dikarenakan masyarakat banyak berada di rumah, sehingga penting melakukan pemberantasan sarang nyamuk di rumah.

Sedangkan keluarga didorong untuk berinisiatif dalam pemberantasan nyamuk sehingga demam berdarah dapat dicegah. Masyarakat dapat melakukan pencegahan utama melalui 3 M yakni menguras, menutup dan mendaur ulang. 

“Selain tentunya ventilasi yang baik, kemudian tidak menumpuk baju, digantung seperit itu, karena nyamuk sangat senang sekali setelah menggigit bergelantungan, karena itu memang sifatnya nyamuk, bergelantungan, karena adem,” kata dr. Siti saat menjelaskan mengenai langkah 3 M.

Sebagiamana diketahui, Demam berdarah atau DBD dipicu oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berperilaku menggigit dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. (asr)

Video Rekomendasi :