Ntdtv.com.tw- Media India mengutip pernyataan dari militer India pada hari Selasa 16 Juni 2020 lalu bahwa konflik antara tentara India dan Tiongkok menyebabkan 20 kematian tentara di militer India. Diduga jumlah korban jiwa dapat meningkat. 

Kantor Berita New Delhi India (ANI) mengutip berita bahwa 43 personil Tiongkok tewas dan terluka parah.

Seorang juru bicara tempat pertempuran bagian Barat Komunis Tiongkok mengakui pada Selasa 16 Juni 2020 bahwa ada konflik fisik yang sengit antara kedua belah pihak, tetapi tidak mengungkapkan jumlah korban dari pihak Tiongkok.

Dilaporkan bahwa antara malam Senin 15 Juni 2020 dan dini hari Selasa 16 Juni 2020, kedua pihak bertempur di punggung gunung sempit perbatasan selama 6 jam.

Kedua belah pihak tidak menggunakan senjata, tetapi menggunakan batu dan tongkat untuk bertarung.

Sebagian besar korban disebabkan oleh jatuh ke ngarai atau dipengaruhi oleh suhu di bawah nol di daerah pegunungan.

Pada hari Rabu 17 Juni 2020, waktu setempat, beberapa tentara militer India yang terbunuh dalam bentrokan “Lembah Galwan” mengadakan upacara pemakaman. Pada saat yang sama, banyak kendaraan militer India melaju ke “Lembah Galwan”.

Perdana Menteri India Narendra Modi pada hari Rabu 17 Juni 2020 menegaskan bahwa India menginginkan perdamaian tetapi memiliki kemampuan untuk menanggapi setiap provokasi.

“Jika diprovokasi, India memiliki kemampuan untuk merespons dengan tepat dalam keadaan apapun. Saya ingin meyakinkan negara bahwa perwira dan tentara kita tidak akan dikorbankan dengan sia-sia,” kata Modi.

Modi juga meminta digelar pertemuan partai penuh untuk membahas situasi saat ini.

Sementara  itu Kementerian Luar Negeri Komunis Tiongkok mengatakan pada hari Rabu 17 Juni 2020, bahwa kedua belah pihak berkomunikasi erat melalui saluran militer dan diplomatik.

Pada saat yang sama, media Komunis Tiongkok melaporkan baru-baru ini bahwa Tiongkok telah melakukan latihan militer di Pegunungan Tanggula di Tibet dan memobilisasi tank dan kendaraan lapis baja.

Seorang juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa – PBB Antonio Guterres  pada hari Selasa 16 Juni, mendesak kedua belah pihak untuk melakukan pengekangan maksimum.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan bahwa Amerika  memantau dengan cermat situasi di sepanjang perbatasan antara Tiongkok dan India dan mendukung penyelesaian konflik secara damai.

Juru bicara itu juga menyatakan bahwa ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan Perdana Menteri Modi dua minggu lalu. Mereka berbicara tentang masalah perbatasan antara India dan Tiongkok. (hui/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular