Xia Yu – Epochtimes.com

Hubungan antara Amerika Serikat dengan Tiongkok yang bertambah tegang. Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika Serikat meluncurkan latihan kerja sama dua kapal di Laut Filipina. Ini adalah kali pertama digelar sejak tahun 2017. Analis percaya bahwa itu merupakan sinyal bagi Komunis Tiongkok.

Pada 21 Juni 2020 lalu, Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika Serikat menyatakan bahwa kapal induk Theodore Roosevelt (CVN 71) dan USS Nimitz(CVN 68) meluncurkan latihan kerja sama dua kapal di Laut Filipina. Ini merupakan kali pertama digelar sejak tahun 2017. Analis percaya bahwa itu merupakan sinyal bagi Komunis Tiongkok.

Dalam siaran pers Armada Pasifik menyebutkan  bahwa kapal dan pesawat yang ditugaskan untuk dua kelompok pertempuran ini memulai operasi terkoordinasi di perairan internasional. Hal itu menunjukkan bahwa Amerika Serikat memiliki kemampuan unik untuk mengerahkan beberapa kelompok pertempuran kapal induk dalam jarak dekat.

Pernyataan itu memperkenalkan isi dari latihan kooperatif kelompok-kelompok pertempuran dua kapal induk di laut, termasuk latihan pertahanan udara, pengawasan maritim, pasokan maritim, pelatihan tempur udara defensif, serangan jarak jauh, latihan terkoordinasi, dan latihan lainnya.

Keterangan foto: Kapal Theodore Roosevelt (Foto Angkatan Laut Amerika Serikat oleh Spesialis Komunikasi Massal Kelas 3 Zachary Wheeler / Dirilis)

Douglas Verissimo, komandan kelompok dan panglima Angkatan Laut  kapal induk ke-9 Roosevelt, mengatakan: “Ini adalah peluang besar bagi kita untuk berlatih bersama dalam situasi yang kompleks.”

“Dengan bekerja bersama dalam lingkungan ini, kami akan meningkatkan keterampilan taktis kami dan mempersiapkan situasi regional yang semakin tegang, serta epidemi COVID-19,” tambah Verissimo.

Selain itu, berdarakan foto-foto yang diposting oleh Armada Pasifik di twitter, kelompok kapal perang USS Ronald Reagan, yang pelabuhan asalnya terletak di Yokosuka, Prefektur Kanagawa, Jepang, juga melakukan misi di Laut Filipina.

The Japan Times melaporkan bahwa para analis mengatakan bahwa Amerika Serikat mengirim tiga kapal induk ini ke Pasifik Barat, mungkin untuk mengirim pesan ke Beijing bahwa meskipun virus Komunis Tiongkok masih beredar, militer Amerika Serikat akan terus mempertahankan kekuatannya. 

Armada Pasifik menegaskan bahwa sebagai negara Pasifik dan pemimpin di kawasan Pasifik, Amerika Serikat menjaga keamanan dan kemakmuran, menyelesaikan perselisihan secara damai, perdagangan legal tanpa hambatan, dan berbagi kebebasan navigasi dan penerbangan di seluruh wilayah Indo-Pasifik.

Selama lebih dari 75 tahun, Angkatan Laut Amerika Serikat telah bekerja tanpa lelah untuk menstabilkan kehadirannya di wilayah tersebut melalui operasi harian di seluruh wilayah.

Komandan kelompok kapal induk ke-11 Nimitz, dan yang dipimpin oleh Laksamana Muda James Kirk menegaskan: “Angkatan Laut Amerika Serikat telah lama beroperasi di Pasifik dengan menggabungkan pasukan dari berbagai kelompok pertempuran kapal induk.”

“Tindakan kami membuktikan ketahanan dan kesiapan tempur Angkatan Laut. Ini adalah pesan kuat komitmen kami terhadap keamanan dan stabilitas regional. Kami melindungi hak-hak vital, kebebasan, dan penggunaan laut secara sah untuk memberi manfaat bagi semua bangsa,” kata James Kirk.

Hal itu diamini oleh Verissimo yang menyatakan: “Kerja sama dengan Kirk dan kelompok pertempuran kapal induk ke-11 adalah kesempatan yang baik. Kami bisa melatih cara mengoperasikan beberapa kelompok pertempuran kapal induk dalam lingkungan yang kompetitif.”

“Kapal induk kami memiliki fleksibilitas, daya tahan, daya tembak, kemampuan manuver, dan kemampuan yang tak tertandingi dalam sejarah perang,” katanya.

Bonnie Glaser, seorang sarjana di Pusat Studi Strategis dan Internasional dari Think Tank Amerika Serikat (CSIC), mengatakan kepada Associated Press pada 12 Juni bahwa Tiongkok  baru-baru ini menyatakan bahwa Amerika Serikat diserang epidemi. 

Tindakan Angkatan Laut Amerika Serikat ini mungkin telah mengirim sinyal ke Beijing untuk memperingatkan Tiongkok agar tidak salah menilai situasi. (hui/rp)

Share

Video Popular