Ntdtv.com- Pada 21 Juni 2020 lalu, ditemukan 8 kasus terpapar virus Komunis TIongkok yang dikonfirmasi di pabrik Pepsi-Cola di Beijing. Akibatnya  jalur produksi pabrik telah sepenuhnya ditutup, dan telah dilacak 87 orang yang mengadakan kontak dekat.

Pada saat yang sama, banyak restoran di Beijing juga dilaporkan adanya infeksi cluster. Karyawan restoran di Distrik Fengtai, Distrik Xicheng, dan Distrik Daxing menularkan virus ke karyawan lainnya karena pergi berbelanja ke Pasar Xinfadi. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Beijing pada tanggal 19 Juni 2020 lalu melaporkan kasus penularan dari satu orang ke tujuh karyawan di sebuah restoran selepas pulang belanja dari pasar Xinfadi. Namun tetapi sejauh ini tidak disebutkan nama restoran maupun lokasinya. Warga Beijing khawatir virus Komunis TIongkok akan menyebar melalui pasar, restoran, tamu atau pengunjung restoran, hingga pada akhirnya akan menyebabkan  penyebaran berskala luas. 

Setelahnya, pada 20 Juni 2020, pejabat pemerintah daerah Beijing menambahkan 22 kasus baru yang dikonfirmasi. Jumlah kasus kumulatif mencapai 227 kasus dari tanggal 11 hingga 20 Juni 2020. Namun angka yang diumumkan pejabat setempat, diragukan.

Menurut sebuah sumber yang mengetahui hal itu,  orang-orang yang berlalu lalang di Jalan Chang’an pada akhir pekan 20 Juni sangat sedikit, namun banyak mobil patroli dan petugas polisi. 

Otoritas Beijing telah menutup setidaknya 40 komplek pemukiman, sementara itu, dokter yang memasuki komplek melakukan pengujian asam nukleat.

Selain itu, lebih dari 70 tenaga medis dari tim medis pertama dari Provinsi Hubei tiba di Beijing untuk membantu rumah-rumah sakit besar. 

Di samping itu, puluhan penyelidik epidemi dari provinsi Jiangsu, Zhejiang, Shandong, Henan, dan provinsi lain juga telah tiba di Beijing. Hal ini mengindikasikan bahwa situasi epidemi virus corona di Beijing sangat serius.

Xu Hejian, juru bicara Pemerintah Kota Beijing, mengatakan pada 15 Juni, bahwa arus penyebaran virus masih belum sepenuhnya dipahami. Situasi epidemi di ibukota sangat serius. 

“Beijing telah memasuki periode yang tidak biasa,” kata Xu Hejian. 

Reporter NTDTV, Jin Shi

Johny /rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular