Epochtimes, oleh Xia Yu- Laporan BBC menyebutkan bahwa ketiga orang bayi kembar yang lahir prematur pada 17 Juni 2020  dikonfirmasi terinfeksi COVID-19 pada hari itu juga. 3 orang bayi kembar tersebut terdiri dari 2 orang laki dan satu perempuan.

Salah seorang bayi laki dan perempuan saat ini sedang dirawat di sebuah rumah sakit di San Luis Potosi dalam kondisi stabil. Namun bayi laki-laki kedua dirawat karena penyakit pada saluran pernapasan.

Seorang juru bicara komite kesehatan dan keselamatan negara mengatakan ini adalah kasus pertama kalinya terjadi di dunia bayi kembar tiga yang dideteksi terinfeksi virus komunis Tiongkok. Para ahli sedang menyelidiki apakah bayi sudah tertular virus selama dalam kandungan melalui plasenta ibu.

Laporan menyebutkan, Monica Liliana Rangel Martínez, Menteri Kesehatan Meksiko mengatakan : “Mereka tidak mungkin tertular virus pada saat proses kelahiran”.

Pihak berwenang mengatakan bahwa orang tua dari bayi kembar tiga tidak memiliki gejala dan sedang menjalani tes COVID-19. Menurut data dari Johns Hopkins University, Meksiko memiliki 185.122 kasus infeksi yang dikonfirmasi dengan kematian sebanyak 22.584 (12.2%). Sangat jarang ada bayi baru lahir yang terinfeksi COVID-19.

Kabarnya, jika bayi yang baru lahir berada dalam kontak dekat dengan siapa saja yang telah terinfeksi virus mungkin saja ia juga terinfeksi. Namun, virus juga dapat ditularkan ke bayi dalam rahim ibu melalui plasenta.

Menurut BBC, para peneliti dari Yale University School of Medicine baru-baru ini melaporkan terjadinya kasus infeksi yang pertama melalui plasenta.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengeluarkan panduan bulan lalu yang menyebutkan, bahwa bayi yang baru lahir kemudian dideteksi terinfeksi virus komunis Tiongkok, kemungkinan besar karena transmisi droplet dari ibu, pengasuh, pengunjung atau petugas perawatan kesehatan yang terinfeksi COVID-19 baik yang memiliki gejala maupun tidak.

Laporan terbatas (kasus) telah menimbulkan kekhawatiran tentang infeksi bayi saat lahir. Demikian tulis CDC.

CDC juga menjelaskan bahwa pihaknya sedang berusaha memahami informasi tentang penularan (virus) antara ibu dan bayi baru lahir selama kehamilan, atau masa persalinan, pasca persalinan. Hasil penelitian terkait hal ini akan dilaporkan kepada publik. (Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular