Erabaru.net. Menteri Perdagangan Agus  Suparmanto  menegaskan  Kementerian Perdagangan akan terus menggenjot nilai ekspor Indonesia untuk meningkatkan surplus neraca perdagangan Indonesia, khususnya di masa pandemi. Masa pandemi ini memberikan beberapa dampak dan tantangan baru bagi perdagangan global, termasuk Indonesia. Untuk itu, diperlukan terobosan dan stimulus untuk memacu pertumbuhan ekonomi kembali stabil, salah satunya dengan  memperkuat merek lokal di pasar global.

“Indonesia merupakan negara penggerak ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan penghasil merek ternama dunia yang memiliki kekuatan pasar  tersendiri. Produk Indonesia telah terbukti mampu bersaing dengan produk yang dihasilkan negara lain. Untuk itu, pemerintah mendorong ide kreatif setiap pelaku usaha agar dapat  terus  memanfaatkan  peluang  di  pasar  global  agar  merek  lokal  tetap  kuat  dan  berdaya  saing, khususnya dalam rangka memperbaiki ekonomi Indonesia di masa pandemi  ini,” ujar Mendag Agus saat menjadi pembicara kunci pada seminar web (webinar) dengan tema “Kenali Local Brand yang Menguasai Pasar Global” di Jakarta, pada Rabu (24/6/2020) dalam rilis Kemendag.

Webinar yang terselenggara berkat kerja sama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag dan Indonesia Marketing Association (MarkPlus Inc.) tersebut menghadirkan narasumber utama Pakar Pemasaran, beserta para pimpinan perusahaan merek lokal unggulan Indonesia yang turut membagi wawasan dan pengalaman.  Ada  sekitar  300  peserta  yang  berpartisipasi  terdiri  dari perwakilan perdagangan Indonesia di 32 negara, pelaku usaha, diaspora negara mitra, serta pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Mendag Agus menekankan, pengembangan ide dan kreativitas para pelaku UKM dan pelaku usaha besar produk Indonesia harus memerhatikan perubahan sosial ekonomi yang terjadi akibat pandemi.

Mendag mengharapkan, berbagai ide dan kreativitas tim pengembangan bisnis berbagai produk Indonesia  dapat  berkontribusi  memulihkan  ekonomi  dan  menstabilkan  kinerja  ekspor  di  masa  pandemi Covid-19.

“Dalam mendukung merek lokal berkiprah di kancah global ini, Kemendag telah melakukan promosi produk melalui misi dagang dan pemeran internasional, memfasilitasi desain produk ekspor, serta memaksimalkan peran perwakilan perdagangan di luar negeri sebagai agen pemasaran,” lanjut Mendag.

Senada   dengan   itu,   Dirjen   PEN   Kasan   menjelaskan,   penyelenggaraan   webinar   ini   juga   bertujuan meningkatkan  kesadaran  dan  pengetahuan  terkait  merek  lokal  Indonesia  yang  sudah  menguasai  pasar global, serta mendorong pelaku usaha berorientasi ekspor mampu menggapai peluang ekspor.

Kasan melanjutkan, guna menggenjot nilai ekspor Indonesia yang turut terdampak Covid-19, Kementerian Perdagangan juga menerapkan berbagai kebijakan strategis di bidang ekspor dan impor yang diharapkan dapat mendukung kelancaran produk lokal merambah pasar internasional.

Kebijakan strategis tersebut juga termasuk memberikan pelatihan kepada calon eksportir baru secara virtual selama masa pandemi, serta mengusulkan insentif berupa asuransi atau kredit ekspor bagi eksportir terdampak Covid-19.

Merespons  beberapa  kebijakan  tersebut,  Hermawan  Kartajaya  menyatakan  aspek  pelatihan  penting terutama untuk menumbuhakan kreativitas dan inovasi pelaku usaha guna memperkuat merek usaha yang dijalankan.   Menurut   Hermawan,   kreativitas    dan   inovasi   penting   dibangun   untuk   meningkatkan produktivitas dan keuntungan. Melalui pelatihan, pelaku usaha juga dapat mendalami nilai kewirausahaan dan kepemimpinan yang berguna dalam mengelola bisnisnya.

“Kunci suatu produk agar dapat berdaya saing, berbeda di tiap negara tujuan ekspor. Untuk itu, penting bagi pelaku usaha mengenali pasar tujuan ekspor dari berbagai dimensi dan menentukan aspek pembeda agar suatu merek dapat menempati posisi sebagai pangsa pasar terbesar,” ujar Hermawan.

Pada periode Januari-Mei 2020, perkembangan neraca Perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD 4,31 miliar dengan sumbangan terbesar dari surplus nonmigas sebesar USD 7,67 miliar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia mencapai USD 64,46 miliar dengan nilai ekspor nonmigas sebesar USD 60,97 miliar.

Pertumbuhan  ekspor  yang  positif  pada  periode  tersebut  disumbang  oleh  ekspor  produk  bahan  bakar mineral sebesar USD 8,13 miliar serta produk lemak dan minyak hewani atau nabati sebesar USD 7,51 miliar.  (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular