Epochtimes, oleh Su Jinghao- Hugh Hewitt,  pembawa berita  acara TV  Fox News, mempertanyakan kepada Pompeo tentang tulisan Tom Rogan dalam ‘The Washington Observer’. 

Tulisan itu menyebutkan bahwa pertemuan yang diadakan di Hawaii minggu lalu sebenarnya adalah usaha konspirasi Partai Komunis Tiongkok untuk memecah belah hubungan Mike Pompeo dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Lalu apakah Anda percaya hal itu benar ? Jika demikian apakah berhasil ?

Pompeo memberikan jawaban bahwa dirinya  membiarkan motif pertemuan itu dijadikan ruang spekulasi orang lain, tetapi dirinya tahu mengapa perlu bertemu dengan Yang Jiechi.

Lebih jauh Pompeo menjelaskan bahwa dirinya berpikir alasan pertemuan itu adalah karena Amerika Serikat menghadapi Partai Komunis Tiongkok yang perilakunya secara fundamental mengancam keselamatan rakyat Amerika Serikat. 

“Saya sedang bekerja demi seorang presiden yang baru pertama kali muncul dalam beberapa dekade yang bersedia menangani secara serius ancaman tersebut,” jawab Pompeo.

Menurut Pompeo  pemerintah Amerika Serikat benar-benar jelas tentang risiko pada seluruh aspek yang ditimbulkan oleh Partai Komunis Tiongkok. 

Pompeo memberikan contoh : “Kita lihat apa yang terjadi di Hongkong, kita lihat apa yang terjadi di pegunungan Himalaya soal permasalahan Partai Komunis Tiongkok dengan India. Kita lihat apa yang terjadi di Laut Tiongkok Selatan dan mengamati mereka mencuri kekayaan intelektual. Saya masih dapat memberikan banyak contoh lainnya.”

Pompeo menegaskan, dirinya ingin bertemu dengan rekan  di pihak Tiongkok, Yang Jiechi dan berbagi dengannya bagaimana Amerika Serikat mempertimbangkan persoalan ini. Bagaimana Amerika Serikat akan bertindak dan harapan Amerika Serikat. 

“Ini bukan persoalan apa yang akan dikatakan oleh Partai Komunis Tiongkok, tetapi bagaimana seharusnya mereka bertindak,” kata Pompeo. 

Pompeo menilai Partai Komunis Tiongkok kadang-kadang berpikir bahwa bahasa yang indah itu efektif, dan mengeluarkan komunike itu penting. 

“Akhirnya, apa yang perlu kita lihat dari mereka adalah perubahan perilaku,” kata Pompeo.

Berbicara tentang hasil pertemuan dengan Yang Jiechi, Pompeo mengatakan dengan jujur bahwa menjelang keberangkatan  ke Hawaii hari itu, Pompeo sudah tidak optimis dengan pemberitahuan tentang apa yang ingin diubah oleh Partai Komunis Tiongkok. Sebagaimana yang diduga, Komunis Tiongkok sekarang tampaknya sedang mendorong penerapan Undang-Undang Keamanan Nasional versi Hongkong yang membahayakan komitmen Beijing terhadap kebebasan rakyat Hongkong.

Hari Senin malam tanggal 22 Juni 2020, Pompeo yang diundang untuk mengisi acara TV Fox News ‘The Sean Hannity Show’ juga menyinggung soal pertemuannya dengan Yang Jiechi. 

Pompeo mengaku, selama sehari bersama Yang di Hawaii, ia berusaha untuk memahami mengapa Partai Komunis Tiongkok bertindak seperti itu. 

“Saya pikir kita telah memahami hal ini. Bagi mereka (Partai Komunis Tiongkok), ini adalah ideologi, yang juga mencerminkan apa yang terjadi antara Tiongkok dengan India saat ini,” kata Pompeo.

Pada 17 Juni, pertemuan Pompeo dengan Yang Jiechi di Hawaii berlangsung ketika hubungan antara Amerika Serikat dengan Tiongkok memburuk secara serius. Pernyataan yang dibuat setelah pertemuan kedua menteri luar negeri cukup formal. Tak satupun yang mengumumkan hasil pembicaraan untuk meredakan ketegangan.

Pada 19 Juni 2020, atas undangan mantan Sekretaris Jenderal NATO Anders Rasmussen, Pompeo berpartisipasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi/ KTT Demokrasi Kopenhagen yang bertemakan ‘Tantangan Tiongkok’ melalui video online di Orange County, California.

Saat menanggapi pertanyaan tentang pertemuan itu, Pompeo juga menyinggung soal keseriusan Presiden Trump menganggap ancaman komunis Tiongkok. Pompeo menjelaskan bahwa Amerika Serikat pernah memiliki presiden dari Partai Republik dan Partai Demokrat di masa lalu. Mereka semua mengizinkan Amerika Serikat untuk membangun hubungan yang dalam dan non-timbal balik dengan Beijing, tidak hanya dalam hubungan perdagangan, tetapi juga retret militer dan diplomatik.

“Namun Presiden Trump tidak menginginkan hal itu, kita sebelumnya telah menegaskan hal ini,” kata Pompeo.

Dalam ‘The Sean Hannity Show’ Senin malam 22 Juni 2020 itu Pompeo juga menyinggung soal pengumuman dari Dewan Negara yang telah mendaftarkan 4 media resmi Partai Komunis Tiongkok sebagai misi asing di Amerika Serikat. Menurut Pompeo media itu adalah senjata rezim komunis Tiongkok yang bebas mengembangkan bisnis di Amerika Serikat dengan izin yang diberikan pemerintahan mantan Presiden Obama dan  Wakil Presiden Joe Biden. 

Mereka melakukan propaganda komunis di seluruh Amerika Serikat. Tetapi Dewan Negara pemerintahan Presiden Trump sedang mengambil tindakan terhadap kegiatan Komunis Tiongkok.

Mike Pompeo menilai, presiden inilah yang memahami apa yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok dan para globalis Amerika Serikat yang menyebabkan kerugian dan risiko nyata bagi Amerika Serikat. Presiden Trump tidak lagi membiarkan itu terus berlanjut. (sin/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular