- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Mereka Mengabaikan Bahaya, Bembuka Peti Mati untuk Melihat Orang yang Mereka Cintai yang Meninggal Karena COVID-19

Erabaru.net. Setelah terjadinya pandemi COVID-19, langkah-langkah keamanan telah ditetapkan untuk mencegah penyebaran, beberapa negara telah menyatakan keadaan bahaya dan membatasi pergerakan warga.

Banyak perubahan dalam kegiatan rutin telah muncul sebagai konsekuensi dari pandemi dalam skenario yang disebut “new normal”, di mana dianjurkan penggunaan masker dan di beberapa tempat wajib, menjaga jarak sosial harus dipertahankan dan berbagai ketentuan harus diambil untuk menghindari infeksi.

Salah satu protokol yang telah mempengaruhi ribuan keluarga adalah larangan untuk mengadakan ritual perpisahan kepada almarhum, bahkan dalam penguburan korban karena COVID-19 hanya dihadiri beberapa orang dengan langka-langkah keamanan yang sudah ditetapkan.

[1]

Baru-baru ini, sebuah video dipublikasikan di jejaring sosial di mana sekelompok orang yang mengadakan ritual pemakaman membuka peti mati untuk mengucapkan selamat tinggal kepada almarhum.

Niatnya adalah untuk melihatnya untuk yang terakhir kalinya, itu umum dalam jenis ritual ini, tetapi mengingat risiko pandemi itu harus benar-benar dilarang, pada kenyataannya, orang tersebut meninggal karena COVID-19.

Jadi membuka peti mati merupakan risiko besar bagi semua orang yang hadir, karena tubuh korban terdapat virus yang dapat menjadi sumber penularan dan harus diperlakukan dengan protokol keamanan maksimum.

[2]

Peristiwa itu terjadi di Malambo, sebuah kota yang dekat dengan Barranquilla, tempat kedua di Kolombia dengan orang yang paling banyak terinfeksi oleh virus corona.

Dalam video Anda dapat melihat bagaimana mereka membuka peti mati mati. Setelah membuka peti mati, mereka mebuka wajah almarhum yang telah dibungkus dengan kantong plastik putih berritsleting.
Ketika pelayat memverifikasi identitas almarhum mereka menjatuhkan diri ke peti mati untuk memeluknya di antara tangisan dan jeritan. Tak satu pun dari mereka yang hadir mempertahankan jarak yang disarankan.

[3]

“Siapa pun yang takut akan pergi,” seorang pria terdengar berkata di kerumunan.

Dary Luz CastaƱo, sekretaris kesehatan kotamadya di mana video direkam, menyatakan dalam hal ini dan mengkonfirmasi bahwa almarhum telah menjadi korban COVID-19 dan, mengingat situasinya, mereka akan menerapkan langkah-langkah untuk memeriksa penularan.

Sejauh ini di Kolombia orang yang terinfeksi COVID-19 orang sudah mencapai 77.113 orang dengan 483 orang meninggal. (yn)

Sumber: viralistas

Video Rekomendasi: