Ntdca.com

Desa aneh yang pertama, Desa Surgawi, Desa Tianjie (Baca: Thien Cie)

Desa Tianjie. Ini adalah sebuah desa yang dipenuhi dengan pesona nan misterius. Desa terletak di dunia yang terpisah dan terisolir di atas tebing pegunungan terpencil, dikelilingi kabut sepanjang tahun. Setiap pagi dan sore bergema lonceng dari biara, bagaikan hidup di negeri dongeng. Desa ini bagaikan desa surgawi. Saya pikir pasti ada dewa yang tinggal di sini.

Ngomong-ngomong tentang desa di atas langit Desa Tianjie ini, maka harus dikaitkan dengan Gunung Qiyun, yakni sebuah gunung dan taman nasional yang terletak di Kabupaten Xiu-ning, Provinsi Anhui, Tiongkok. 

Gunung Qiyun disebut Baiyue pada zaman kuno, adalah salah satu dari tiga gunung terkenal yakni Huangshan atau Gunung Huang, Jiuhuashan atau Gunung Jiu-hua di Anhui selatan.

Disamping itu juga merupakan salah satu dari empat gunung Taoisme terkenal di Tiongkok. Desa Tianjie ini tersembunyi di dalam Gunung Qiyun, tempat suci Taoisme. 

Menurut legenda, Zhang Sanfeng pernah ke Gunung Qiyun semasa kekaisaran Xuande yang memerintah dari tahun 1425 hingga 1435 Masehi untuk bertapa. Zhang Sanfeng meninggalkan kehidupan duniawi di gunung sakral ini.

Untuk diketahui Zhang Sanfeng atau Zhang Jun-bao atau Thio Sam Hong adalah seorang tokoh legendaris dari Tiongkok yang dikenal sebagai penemu seni beladiri Taijiquan / ilmu Thai Ci. Pada awalnya, Zhang Sanfeng adalah seorang penganut Taoisme yang dipercaya hidup abadi.

Desa ini dibangun oleh para pendeta Tao yang datang ke gunung itu pada zaman kuno. Pada awalnya hanya ada beberapa kuil Tao, kemudian Taoisme berkembang dan banyak jemaat yang bersembahyang di gunung itu, hingga akhirnya kemudian menjadi desa dan jalanan saat ini.

Saat ini, Desa Tianjie dihuni oleh orang-orang Tao dan penduduk desa. Ada lebih dari 30 kepala keluarga. Para penduduk desa itu adalah keturunan para pengikut Tao zaman kuno yang berkultivasi di tempat itu.

Desa aneh yang kedua adalah Desa Zhongdong, desa dalam gua

Desa dalam gua ini berlokasi di  Kabupaten Ziyun, Guizhou, Tiongkok. Ada 18 kepala rumah tangga dengan total orang berjumlah 73 orang. Mereka tinggal di dalam gua dan hidup sebagai manusia gua modern. Desa ini dijuluki sebagai “Desa Zhongdong” atau juga dikenal sebagai suku terakhir di Asia yang tinggal di dalam gua.

Gua itu sangat besar sehingga bisa menampung seluruh warga desa, bahkan ada alun-alun umum di tengah desa. Karena desa dibangun dalam gua, maka rumah-rumah penduduk desa relatif sederhana. Sebagian besar tidak memiliki atap. Namun di dalam gua kondisinya  kering dan berventilasi. Hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas. Tidak perlu khawatir dengan terjangan topan dan hujan. Gua menjadi sebuah tempat berlindung alami dan unik.

Mungkin Anda bertanya, mengapa warga tertarik ke gua besar itu dan membangun desa sebagai tempat tinggal? 

Menurut warga  desa bahwa leluhur mereka melarikan diri menghindari perang hingga sampai ke gua itu  dan hingga akhirnya menetap di sana.

Desa di dalam gua terisolasi dari dunia luar, tidak ada listrik. Untuk membeli sesuatu di sekitar kabupaten kota terdekat saja, warga harus berjalan sepanjang hari melalui jalan pegunungan. 

Warga desa menjalani kehidupan di ladang   saat matahari terbit dan istirahat saat terbenam. Warga desa ini juga beternak ayam, sapi dan babi atau hewan lainnya. Semuanya dilakukan di dalam gua besar itu. Mereka hidup mandiri dan santai.

Omong-omong, itu mungkin saja mengingatkan kita pada sebuah restoran terkenal bernama Cave Restaurant di Italia.  Restoran itu merupakan gua solorial atau gua karst yakni gua yang biasanya terbentuk di batu kapur yang larut. Itu adalah tempat untuk melihat panorama laut sambil menikmati wine atau minuman anggur.

Desa gua   sangat cocok untuk tinggal. Warga desa yang menetap di situ bahkan enggan untuk pindah.

Desa yang ketiga adalah Desa di balik Tebing. 

Desa di balik tebing adalah desa paling berbahaya di dunia, dibangun di atas tebing 1600 meter di atas permukaan laut di Gunung Daliang, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Tidak ada jalan sama sekali. 

“Desa di balik Tebing” ini sebenarnya disebut Desa Atule’er. Dihuni sekitar 155 orang dengan 76 kepala keluarga. Jika ingin keluar, penduduk desa yang tinggal di tebing itu hanya bisa mengandalkan tangga rotan. Tampak mengerikan melihat dalamnya jurang di balik punggung mereka. Pemandangan mendebarkan saat melihat gambar para bocah yang sedang memanjat dengan tangga rotan.

Jika semua penduduk desa di balik tebing itu memiliki keahlian seni bela diri yang hebat, seperti para ksatria zaman kuno, yang memiliki ilmu meringankan tubuh yang hebat, maka itu jelas menggembirakan. Bagai  disisipi dengan ilmu meringankan tubuh yang terbang dari atas ke bawah seperti dalam serial film kung fu.

Konon katanya, penduduk desa sering jatuh dari tebing hingga tewas. Belakangan, setelah situasi desa di balik tebing itu dibeberkan media, pemerintah Komunis Tiongkok  membangun tangga besi untuk desa itu karena tekanan publik, namun tetap saja berisiko. 

Umumnya ada yang tidak berani memanjat. Seperti, sebagian besar turis yang ingin merasakan sejenak akhirnya balik kembali setelah setengah jalan. Mereka harus mendaki sepanjang hari untuk satu kali perjalanan.

Menurut saya, Cliff Village atau desa di balik tebing itu lebih cocok untuk syuting film Kung Fu. Disarankan agar sutradara film seni bela diri  mengambil gambar pemandangan di sana. Sementara bagi teman-teman, sebaiknya jangan coba-coba ke desa di balik tebing itu jika tidak menguasai ilmu meringankan tubuh.

Desa aneh keempat adalah Desa Bagua (Baca: Pa Kua)

Desa Zhuge Bagua  adalah desa aneh pertama di Tiongkok. Desa ini adalah desa aneh yang saya sebutkan di atas, yaitu Anda tidak bisa keluar lagi begitu masuk ke dalam. 

Desa Zhuge Bagua didirikan oleh keturunan Zhuge berdasarkan “Delapan formasi diagram”. Desa Zhuge Bagua yang nāma asalnya Kampung Gaolong, terletak di Barat Kota Lanxi, provinsi Zhejiang dan merupakan kawasan kediaman terbesar bagi keturunan Zhuge Liang, negarawan dan ahli strategi terkenal pada Zaman Tiga Negeri.

Orang luar yang memasuki Desa Bagua  umumnya akan tersesat, bisa masuk tidak bisa keluar. Ini menambah misteri Desa Bagua  ini.

Tempat magis lainnya adalah bahwa tidak peduli perubahan dinasti, kekacauan sosial, dan peperangan, desa Bagua  ini seperti dunia yang terisolir, jauh dari perang dan bencana. Semua pertikaian di dunia seakan-akan tidak ada hubungannya dengannya.

Desa aneh kelima, Desa bebas nyamuk

Desa bebas nyamuk terletak di Gunung Longhu, provinsi Jiangxi, Tiongkok. Sebagian besar penduduk desa bermarga Xu (Xii), sehingga disebut Desa Xu atau Xii. Terdapat 50 kepala rumah tangga dan lebih dari 200 warga di desa ini. 

Menurut catatan, sebagian besar penduduk desa adalah keturunan pendiri Jingming Taoisme, Xu Zhenjun atau lebih dikenal sebagai Xu Xun (239 – 374 M). 

Warga desa mencari nafkah dengan mencari ikan dan bercocok tanam. Orang-orang di desa ini memiliki usia hidup yang panjang, sehingga disebut juga sebagai desa panjang umur.

Desa bebas nyamuk dikelilingi oleh pegunungan di tiga sisi, menghadap ke sungai di satu sisi, dengan pepohonan dan bambu yang rimbun. Hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas, seperti hidup di dunia tersendiri tanpa hiruk pikuk duniawi. 

Secara umum, seharusnya banyak nyamuk di tempat-tempat di mana ada gunung dan air, tetapi anehnya desa ini  tidak ada seekor nyamuk pun. Padahal  desa yang berseberangan dengan desa ini yang terletak di seberang sungai itu ada nyamuknya, apa sebabnya ?

Konon katanya di desa itu pernah dihuni oleh Zhang Tianshi atau dikenal juga sebagai Zhang Daoling, seorang tokoh Tao Dinasti Han Timur (25–220 M) ) dan ibunya. 

Zhang Tianshi adalah anak yang berbakti, karena khawatir ibunya digigit nyamuk, Zhang Tianshi kemudian menggunakan seberkas kertas berisi mantera untuk mengusir nyamuk yang ada di desa tersebut. Oleh karena itu, sebuah ruangan bakti Zhang Tianshi pada ibunya di desa itu masih terawat utuh hingga sekarang.

Desa keenam adalah desa di bawah tanah

Kota kecil Coober Pedy di Australia adalah sebuah desa yang dibangun di bawah tanah. Warga setempat menempatkan bar, toko, restoran, hotel, tempat tinggal, lapangan golf, gereja dan lain sebagainya ke bawah tanah. Segala sesuatu lengkap tersedia di bawah tanah ini. 

Dilihat dari permukaan, kota Coober Pedy sangat gersang, karena suhunya yang ekstrim panas. Akan tetapi ketika masuk ke bawah tanah, tampak sebuah dunia lain yang unik, terkesan makmur dan meriah. Lalu mengapa mereka lebih suka tinggal di bawah tanah ini?

Ternyata Coober Pedy ini adalah kota terpanas di dunia. Suhu di musim panas selalu lebih dari 40 derajat Celcius, kadang-kadang mencapai 50 derajat Celcius. Pada saat yang sama, banyak permata berwarna-warni di sini, sangat indah, sehingga menarik para pemburu harta karun dari seluruh dunia untuk menggali permata, dan menggali banyak gua. 

Belakangan, para pemburu harta karun mendapati gua  lebih sejuk dan nyaman daripada pendingin ruangan atau AC. Oleh karena itu mereka pun menetap di bawah tanah. Di permukaan ada saluran ventilasi untuk mengalirkan udara, dan perlahan-lahan membentuk desa bawah tanah saat ini.

Tinggal di bawah tanah, hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas, suhu di bawah tanah antara 20 dan 25 derajat sepanjang tahun. Banyak keluarga juga melengkapi tempat tinggalnya dengan kolam renang dan ruang permainan. Di sekeliling rumah bawah tanah semuanya terbuat dari batu kemerahan, ruang penyimpanan pakaian, kamar tidur, dapur yang unik dan sebagainya.

Sampai di sini, mungkin anda juga berminat tinggal di sini ? 

Membeli rumah di sini bagaikan membeli kubis dibandingkan dengan harga rumah di Tiongkok. Cukup merogoh kantong puluhan ribu dolar Australia atau ratusan juta rupiah, Anda sudah memiliki rumah bawah tanah yang memuaskan ini. Selain itu udara di sini juga kering, jadi tidak perlu khawatir hidup di bawah tanah ini akan menjadi lembab dan tersrang  radang sendi.

Desa aneh ketujuh, desa tanpa gravitasi

Kota kecil Santa Cruz, San Francisco, Amerika Serikat, yang terletak di sekitar 30 derajat garis lintang utara, adalah sebuah daerah misterius. 

Di sana, tubuh manusia tiba-tiba akan menjadi lebih tinggi atau lebih pendek, orang dapat berdiri miring, dapat berjalan bebas di dinding, bola akan menggelinding ke atas dengan sendirinya, rantai besi akan berayun di setiap sudut.

Di desa ini juga ada sehamparan hutan lebat. Semua pohon berdiri miring ke arah yang sama, orang-orang tidak bisa berdiri secara vertikal di sini. Tubuh akan tanpa sadar menjadi miring ke arah yang sama dengan pohon dan tidak jatuh. Orang bisa berjalan dengan stabil dan tanpa menguras energi. Semua fenomena aneh ini membuat banyak wisatawan hanya bisa terheran-heran.

Di pintu masuk titik misterius, terdapat dua lempengan batu yang berjarak sekitar 40 cm. Dua lempengan batu ini sekilas tampak tidak berbeda dari lempengan biasa, tetapi begitu seseorang berdiri di sana, salah satu lempengan  itu dapat membuat seseorang tiba-tiba menjadi lebih tinggi. Sedangkan lempengan lain membuat seseorang tampak menjadi pendek dan bongsor. Hasil pengukuran kedua pelat berada pada level yang sama.

Orang-orang dapat berjalan leluasa di tembok, bagaikan seorang pemain akrobat yang terlatih dan berbakat. Fenomena yang melanggar hukum gravitasi Newton ini masih menjadi misteri hingga saat ini, dan tidak ada yang bisa menjelaskannya.

Desa aneh kedelapan, desa wanita paling misterius, kaum pria dilarang masuk.

Desa wanita paling misterius di Tiongkok adalah di sebuah pulau kecil bernama “Pulau Juemu”, yang terletak lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut. “Juemu” memiliki arti biarawati dalam bahasa Tibet. Ini adalah tempat suci bagi agama Buddha Tibet. Ada lebih dari 20.000 Juemu atau biarawati yang tinggal di Pulau Juemu, namun kaum laki-laki dilarang masuk. 

Kehidupan mereka sangat sederhana, mengatasi sendiri semua masalah kehidupan sehari-hari, misalnya menimba air, memotong kayu, membangun atau memperbaiki rumah, dan menjahit, memperbaiki pakaian. Pulau ini selalu kekurangan pasokan logistik dan tidak ada listrik hingga detik ini, tetapi warga desa bahagia dan merasa puas. Tidak ada yang ingin meninggalkan desa bak taman sentosa yang tenang ini.

Pulau Juemu terletak di padang rumput terbuka yang jauh dari kehidupan duniawi di Desa Acha, Distrik Changtai, Kabupaten Baiyu, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Kabupaten Baiyu berada di tepi Sungai Jinsha dan menghadap ke Tibet di seberang sungai.   Pulau kecil ini bagaikan daun bodhi, penuh dengan warna misterius dan membuat orang sangat menyukainya. Ada lebih dari 20.000 kamar berupa “ruangan kecil” yang dibangun sendiri di pulau itu, dan dua jalan kecil dengan garis bujur dan garis lintang melintasi seluruh pulau.

Para Juemu membaca Kitab Suci dan bermeditasi setiap hari di pondok kayu yang sederhana. Pulau Juemu adalah sebuah negeri wanita sejati, di sini semuanya asri dan murni, suasana hening dan jauh dari sentuhan duniawi. Desa ini adalah tempat terdekat dengan Sang Buddha. Di sini adalah tempat untuk latihan spiritual, kultivasi. Oleh karena itu tidak disarankan Anda yang hanya sekadar jalan-jalan ke sini dan mengganggu para kultivator sejati ini.

Desa aneh kesembilan, desa terdingin di dunia

Siberia memiliki desa bernama Oymyakon. Desa itu, adalah desa terdingin di dunia, dengan suhu mencapai minus 71 ° C. Mesin mobil harus dalam keadaan menyala sepanjang hari karena tidak dapat lagi dinyalakan setelah padam. Karena ekstrim dingin, hampir tidak ada rumput yang tumbuh di sini. Warga desa beternak sapi perah dan rusa. Juga memancing dan berburu sebagai mata pencaharian. Desa ini hanya dihuni sekitar 500 penduduk.

Suhu yang ekstrim rendah di desa ini mampu membekukan buah menjadi es batu, air panas langsung menjadi es. Ikan yang baru ditangkap masih akan melompat-lompat di detik pertama, dan detik berikutnya seketika menjadi es batu. Kaca akan membeku dan pecah. Daya baterai ponsel akan cepat habis, rumah-rumah penduduk dibuat secara khusus, dindingnya berlapis dua. Bagian tengah diisi dengan lumut tebal untuk melindungi dari hawa dingin yang menusuk tulang.

Sinar matahari menjadi barang yang mewah di Desa Oymyakon. Pada saat musim panas, siang hari hanya tiga jam. Sementara pada musim panas, siang bisa sepanjang 21 jam.

Di desa ini  tanah membeku secara permanen karena iklim subarctic yang ekstrem. Meskipun cuaca sangat dingin, tetapi ada air, udara yang sangat murni dan makanan yang bersih. Warga desa enggan untuk pergi. Mereka hidup keras di bawah hamparan es dan salju. Saat musim dingin, ketika suhu di bawah minus 54 derajat, pihak sekolah baru akan meliburkan siswanya.

Banyak orang berusia di atas 100 tahun di desa itu, bahkan beberapa diantaranya berusia 120 tahun. Konon katanya, dalam suhu rendah minus 50 derajat, semua virus tidak dapat bertahan hidup, sehingga sangat jarang ada orang yang pilek atau penyakit menular. Ini mungkin salah satu faktor yang membuat warga desa Oymyakon panjang umur.

Desa aneh yang terakhir, desa kesepuluh adalah  desa di atas danau

Ganvie, adalah desa di atas danau yang terletak di Republik Benin di Afrika Barat, tepatnya di Danau Nocue yang dijuluki sebagai “Venesia”-nya Afrika. 

Desa ini didirikan pada abad ke 17. Pada saat itu, nenek moyang warga desa melarikan diri dan tinggal di danau untuk menghindari perang ketika itu. Karena musuh tidak bisa berenang, sehingga tidak berani masuk ke dalam danau. Oleh karena itulah hidup warga pun menjadi tenang dan bertahan secara turun temurun selama beberapa generasi menetap di danau itu. Akhirnya desa itu menjadi desa di atas danau saat ini.

Desa  dihuni sekitar 30.000 penduduk. Warga desa   menangkap ikan sebagai mata pencaharian secara turun-temurun. Selain tempat tinggal penduduk desa, juga ada sekolah, kantor pos, klinik, pemadam kebakaran, pasar terapung dan tempat-tempat umum lainnya.

Sebagian besar rumah penduduk dibangun dengan kayu gelondongan yang ditancapkan di bawah air, dan dilandasi dengan lempengan satu atau dua meter di atas permukaan air. Dibangun dengan bingkai kayu bundar untuk membentuk rumah dan tersebar di atas danau. Tidak hanya orang yang tinggal di rumah, ada yang memelihara unggas, dan setiap rumah memiliki perahu kayu untuk transportasi.

Pasar di atas air terdiri dari puluhan kapal kayu yang berjejer, seperti toko-toko di jalan, lengkap dengan kebutuhan sehari-hari, seperti sayuran, beras, biji-bijian dan sebagainya. 

Pemandangannya yang semarak itu tampak mengesankan. Banyak kapal dagang yang mengangkut barang dagangan, dan penduduk setempat dapat membeli persediaan yang mereka butuhkan dari jendela rumah mereka atau teras depan rumah. Benar-benar pemandangan yang  menarik bukan?

Nah, pemirsa sekalian, apakah kalian merasa sangat terkesan setelah mengetahui 10 desa misterius ini? Desa mana yang menurut Anda paling aneh?

Sekian informasi unik dan menarik kali ini.  Pada kesempatan berikutnya kami akan mengajak Anda ke tempat yang lebih menyenangkan. Sampai jumpa. Johny / rp 

Editor : Jiaxin

Video Rekomendasi

Share

Video Popular