- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Perlawanan Menghadapi Komunis Tiongkok, Arah Strategis AS Terbaru

Epochtimes.com- Penasihat Keamanan Gedung Putih memberikan sinyal terbaru. Pada tanggal 24 Juni, penasehat keamanan Gedung Putih Robert O’Brien menghadiri pertemuan kecil para pemimpin bisnis di Arizona dan menyampaikan pidato. O’Brien secara khusus berbicara tentang strategi melawan Komunis Tiongkok. Ia mengirim sinyal baru yang jelas.

O’Brien mengatakan Xi Jinping “menjadikan dirinya sebagai penerus Josef Stalin.” Ia menyebutkan “ambisi kontrol ideologis Xi Jinping tidak terbatas pada rakyatnya sendiri saja, tujuan Komunis Tiongkok adalah untuk membangun ‘komunitas takdir manusia’ dan membentuk kembali dunia.” 

Dia juga mengkalkulasikan ekspansi militer Komunis Tiongkok dan infiltrasi terhadap perilaku terhadap orang-orang Amerika.  Termasuk: meninjau pernyataan organisasi seperti universitas di Amerika dan NBA, menguasai media sosial dan media penyiaran Amerika, menginvasi basis data pribadi Amerika, dan memengaruhi organisasi internasional. 

Menghadapi provokasi agresif dari Komunis Tiongkok, O’Brien menyimpulkan bahwa “era negatif dan naif perlakuan Amerika Serikat terhadap Tiongkok telah berakhir.” Disebutkan, AS memiliki sejarah persahabatan yang panjang dengan negara Tiongkok”,” tetapi Partai Komunis Tiongkok tidak sama Tiongkok dan orang-orang Tionghoa.Penasehat keamanan itu mengatakan AS ingin mempertahankan hubungan baik dengan Tiongkok, tetapi tidak ingin mempertahankan hubungan dengan rezim Beijing.”

Sebagai penasihat keamanan Gedung Putih, O’Brien bukanlah pembuat keputusan akhir, ia tidak dapat secara resmi menyatakan perang terhadap Komunis Tiongkok. Akan tetapi ia masih mengirimkan sinyal kuat untuk melenyapkan partai Komunis Tiongkok. Amerika Serikat bersedia mempertahankan hubungan baik dengan Tiongkok, tetapi tidak dengan Komunis Tiongkok, ini hanya dapat dicapai setelah Komunis Tiongkok dimusnahkan.

Strategi Trump melawan Partai Komunis Tiongkok “Baru Saja Dimulai”

Dalam pidatonya, O’Brien menghitung serangkaian langkah yang telah diterapkan oleh pemerintahan Trump terhadap Komunis Tiongkok. Ia menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan Trump, “ini baru permulaan.”

O’Brien tidak mengungkapkan konfrontasi berikutnya. Akan tetapi dia mengatakan pidatonya adalah yang pertama dari serangkaian pidato oleh pejabat senior administrasi Trump tentang Tiongkok dalam beberapa minggu mendatang. 

Dalam beberapa minggu kedepan, pejabat Gedung Putih termasuk Menlu Mike Pompeo, Jaksa Agung Bill Barr, dan Direktur FBI Christopher Wray semua akan mempublikasikan tentang tantangan terhadap Komunis Tiongkok. Tindakan selanjutnya dari pemerintahan Trump diyakini akan segera diumumkan.

Pada akhir Mei 2020, Antifa mulai mengganggu Amerika Serikat. Penasehat Gedung Putih O’Brien pernah mengatakan, “Para militan radikal melintasi perbatasan negara dan menghasut ‘kekerasan di malam hari, Kami meminta FBI untuk menyelidiki Antifa dan mempelajari lebih banyak tentang para mafia ini.” 

O’Brien melihat latar belakang organisasi Komunis seperti Antifa. Sedangkan Menlu Mike Pompeo mengutuk serangan propaganda Komunis Tiongkok. Ia percaya bahwa Trump juga harus mengetahui bahwa Komunis Tiongkok terlibat dalam masalah ini. Tentu saja akan mendorong perubahan mendasar lebih lanjut dalam sikap Trump terhadap Komunis Tiongkok.

O’Brien adalah Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih. Akan tetapi dalam pidatonya, ia tidak menjelaskan tentang konfrontasi militer dengan Komunis Tiongkok. Ia harus menyampaikan informasi ini kepada para jenderal AS.

Pada 24 Juni 2020, Jenderal Mark Milley,  Kepala Staf Gabungan  AS, berbicara pada upacara kelulusan Naval War College Class  2020 melalui video. Dia mengatakan bahwa tatanan internasional hari ini berada di bawah tekanan luar biasa. 

Ia berkata : “Hari ini, tugas kita adalah mencegah terulangnya perang kekuatan besar dan menjaga perdamaian di antara kekuatan-kekuatan besar. Namun, ia mendesak para perwira dan tentara untuk meninggalkan gagasan bahwa AS dan Komunis Tiongkok tidak akan berbenturan dalam jangka pendek hingga menengah. Seharusnya siap untuk berperang kapan saja.”

Konfrontasi militer antara AS dan Komunis Tiongkok

Baru-baru ini, Komunis Tiongkok telah secara signifikan meningkatkan frekuensi pelecehan pesawat militer di Taiwan. Akibatnya, tiga kapal induk bergerak  ke kawasan Pasifik.Targetnya tentu saja adalah Komunis Tiongkok. Dihadapkan dengan pencegahan tekanan militer AS, Komunis Tiongkok bisa secara langsung berhadapan dengan militer AS.

Pada 24 Juni 2020, sebuah tanker udara militer AS mengisi bahan bakar pesawat anti-kapal selam militer AS di laut timur Taiwan selatan. Sebuah pesawat militer Komunis Tiongkok sengaja mendekat dan sangat berbahaya. Militer AS mengeluarkan peringatan udara pada saat itu, memperingatkan pesawat militer Komunis Tiongkok untuk tidak mendekat.

Pesawat anti-kapal selam AS mencari waktu yang lama di perairan setempat pada hari itu. Mungkin telah menemukan jejak kapal selam Komunis Tiongkok, sehingga mengundang kapal tanker untuk mengisi bahan bakar untuk melanjutkan pencarian. 

Militer AS baru saja mengumumkan latihan bersama Kapal Induk USS Roosevelt dan USS Nimitz di Laut Filipina. Diperkirakan kapal selam Komunis Tiongkok berangkat dari pangkalan Hainan dan ingin memasuki Laut Filipina untuk memata-matai. Malah menjadi sasaran oleh pesawat anti-kapal selam AS.

Peningkatan Eskalasi Konfrontasi Militer AS dan Tiongkok 

Menurut logika secara normal, pecahnya epidemi di Beijing dan banjir mengancam Bendungan Tiga Ngarai. Komunis Tiongkok seharusnya fokus pada memerangi epidemi dan memerangi bencana. Namun demikian, Komunis Tiongkok telah meningkatkan tekanan terhadap Taiwan lebih sering dari sebelumnya.

Rakyat Tiongkok yang dilanda penderitaan dan risiko yang besar, tetapi Komunis Tiongkok masih aktif mengambil tantangan militer. Termasuk provokasi di perbatasan antara Tiongkok dan India, serta demarkasi zona identifikasi pertahanan udara di wilayah laut lepas Laut Cina Selatan, dan bentrokan dengan kapal nelayan Vietnam.

Tentu saja, Amerika Serikat melihat aksi militer Komunis Tiongkok yang penuh petualangan ini. Jadi, Kepala Staf Gabungan AS memperingatkan tentara untuk bersiap menghadapi pertempuran. Jika Komunis Tiongkok terus mengambil risiko, konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Tiongkok akan terus meningkat. Kemungkinan tembakan akan meningkat sangat besar. Perang mungkin benar-benar tak terhindarkan.

 Milley secara khusus menjelaskan bagaimana membedakan provokasi musuh. Dia mengatakan bahwa perilaku berbahaya musuh termasuk ekspansi militer yang cepat, kebijakan luar negeri yang radikal dan ancaman ekonomi. Hal demikian termasuk pelanggaran norma-norma internasional, provokasi sentimen nasionalis dan hasutan berperang. Ini persisnya sejalan dengan keadaan Komunis Tiongkok saat ini.

Jenderal Milley menyatakan bahwa ia harus selalu mempertahankan tingkat kesiapan  tinggi dan menggunakan kekuatan serta tekad untuk menahan agresi musuh.Jika penahanan tidak berhasil, militer AS harus siap untuk berperang dan memenangkan perang serta memulihkan perdamaian.

Milley juga percaya bahwa kekuatan sekutu dan negara mitra harus dihargai. Ia berkat :  “Ketika kita bersatu untuk mencapai tujuan keamanan bersama, itu adalah kesuksesan terbesar.”

Amerika Serikat dan Aliansi Anti Komunis

Penasihat keamanan Gedung Putih O’Brien setuju dengan Jenderal Milley. Ia percaya bahwa sekutu bersama diperlukan. Sedangkan Menlu Mike Pompeo juga bekerja untuk mengumpulkan sekutu.

Pada tanggal 25 Juni, Pompeo berpartisipasi dalam Forum Brussels yang diselenggarakan oleh German Marshall Foundation dan menyampaikan pidato. 

Pompeo berkata, “Orang-orang di seberang Atlantik menyadari kebenaran dari apa yang terjadi, Ini bukan Amerika Serikat dan Tiongkok, ini adalah dunia untuk berperang melawan Komunis Tiongkok, Setelah yakin bahwa kami memberikan ancaman kepada Komunis Tiongkok dengan pemahaman yang sama, maka kita bisa mulai mengambil tindakan. “

Pompeo jelas memiliki rencana. Dia berkata, “Kami akan bekerja keras untuk memastikan bahwa kami memiliki serangkaian fakta bersama, dan kemudian membuat serangkaian rekomendasi untuk apa yang dapat kita capai bersama.”

Amerika Serikat sudah mulai bertindak, setelah mengumpulkan sekutu, tidak diragukan lagi akan ada tindakan yang lebih besar.

Pertemuan antara Yang Jiechi dan Pompeo, dialog video antara para pemimpin Uni Eropa dan Komunis Tiongkok, harus membuat Amerika Serikat dan Eropa sadar. Diplomasi sandera Komunis Tiongkok, paksaan ekonomi terhadap Kanada, dan paksaan ekonomi terhadap Australia juga akan membuat dunia lebih sadar. 

Kata-kata dan perbuatan Komunis Tiongkok  menunjukkan bahwa Komunis Tiongkok tidak mau berubah. Komunis Tiongkok tidak akan meminta maaf karena menyembunyikan epidemi. Apalagi, tidak akan memberikan kompensasi. Sebaliknya, ia akan terus memprovokasi dan menggertak secara agresif. 

Epidemi menyebabkan 120.000 kematian di Amerika Serikat. Negara-negara Barat yang lain juga terpukul. Untuk menuntut Komunis Tiongkok, haruskah mereka mengikuti aturan permainan Komunis Tiongkok? 

Perang dagang AS-Tiongkok telah berlangsung selama dua tahun, Komunis Tiongkok menandatangani perjanjian tetapi tidak mengimplementasikannya, akankah AS dan Eropa mengulangi pola yang sama?

Jelas, Amerika Serikat dan aliansi anti-Komunis Tiongkok tidak punya pilihan selain menghadapi Komunis Tiongkok! Akhirnya hanya ada satu – Komunis Tiongkok harus mundur dari panggung sejarah! (Hui/asr)

Editor yang bertanggung jawab: Sun Yun #

Video Rekomendasi