Epochtimes, oleh Su Jinghao- Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada hari Kamis 25 Juni 2020 menegaskan tentang pemilahan antara Tiongkok dengan Partai Komunis Tiongkok. Pompeo juga menyebutkan bahwa Beijing sebagai ancaman dan menuduh komunis Tiongkok mencuri keahlian yang digunakan untuk membangun ekonomi Eropa.

Pada hari Kamis itu, Pompeo berpartisipasi dalam Forum Brussels yang diselenggarakan oleh Dana Marshall Jerman atau German Marshall Fund melalui konferensi video. Ia memberikan pidato untuk membahas bagaimana AS dan Eropa, dapat saling bahu membahu dalam melawan Partai Komunis Tiongkok.

Pompeo mengatakan bahwa ia telah menerima proposal dari Josep Borrell, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa untuk berpartisipasi dalam dialog resmi AS – Eropa tentang masalah komunis Tiongkok. Pompeo menyanggupi akan segera terbang ke Eropa untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan sesi pertama dari forum tersebut.

Dalam konferensi video pada hari Kamis itu, Pompeo mengatakan : “Orang-orang di seberang Atlantik telah menyadari kebenaran yang terjadi. Ini bukan konfrontasi Amerika Serikat dengan Tiongkok, tetapi dunia melawan Partai Komunis Tiongkok.”

Pompeo menegaskan bahwa Uni Eropa perlu mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghadapi komunis Tiongkok demi melindungi ekonominya sendiri. Tetapi bukan melawan Partai Komunis Tiongkok untuk mendukung Amerika Serikat. Mike Pompeo menuduh komunis Tiongkok mencuri kekayaan intelektual Eropa dan menyalahgunakan sistem perdagangan yang berbasis aturan.

Ketika menyinggung masalah sistem keuangan komunis Tiongkok ia mengatakan : “Mereka seharusnya juga tidak diperkenankan untuk memasuki pasar modal kita, sebagaimana kita tidak bisa memasuki pasar modal mereka.”

Pompeo mengatakan bahwa dialog baru AS – Eropa akan berbagi informasi tentang komunis Tiongkok. Dia mengakui bahwa ada pandangan berbeda tentang Partai Komunis Tiongkok di dalam Uni Eropa. Beberapa negara Eropa telah membangun hubungan dagang yang erat  dengan komunis Tiongkok, tetapi ia berharap forum dialog AS – Eropa akan menjadi “katalis untuk tindakan. Tetapi Pompeo tidak merinci penjelasannya.

Pompeo mengatakan : “Begitu kita yakin bahwa kita memiliki pemahaman yang sama tentang ancaman yang ditimbulkan oleh Partai Komunis Tiongkok, maka kita dapat mulai mengambil tindakan.”

Pompeo berkata : “Kita akan bekerja keras untuk memastikan bahwa kita memiliki serangkaian fakta bersama, dan kemudian mengajukan serangkaian rekomendasi untuk apa yang dapat kita capai bersama.”

Ketika berbicara tentang ancaman dari komunis Tiongkok, Pompeo mengambil contoh konflik perbatasan berdarah India, kegiatan Beijing di Laut Tiongkok Selatan, dan kebijakan ekonomi predatori komunis Tiongkok sebagai bukti.

Pada hari Rabu, dalam konferensi pers Dewan Negara yang melaporkan tentang situasi anti-terorisme pada tahun 2019, Pompeo mengatakan bahwa sekutu dan mitra Amerika Serikat juga telah menyatakan keprihatinan dan kecaman terhadap perilaku komunis Tiongkok. 

Pompeo menuturkan merasa sangat khawatir terhadap perilaku Beijing, tetapi AS bukan satu-satunya (negara yang merasakan kekhawatiran). Pompeo menuturkan telah berbicara dengan Yang Jiechi tentang hal ini. Sekutu dan mitra AS mengekspresikan suara mereka dan mengambil tindakan terhadap aksi kesetanan komunis Tiongkok, khususnya negara-negara Eropa. 

Pompeo menyebutkan bahwa ia telah melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Uni Eropa dan menghadiri Forum Demokrasi Kopenhagen yang diadakan pada hari Jumat lalu. Dikatakan bahwa, Uni Eropa dengan jelas telah mengakui ancaman yang ditimbulkan oleh komunis Tiongkok terhadap dunia bebas dan supremasi hukum.

“Setelah KTT Uni Eropa – Tiongkok minggu ini, baik Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen secara terbuka menyatakan banyak kekhawatiran (terhadap komunis Tiongkok) yang telah saya ungkapkan sebelumnya”, kata Pompeo. (Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular