Epochtimes.com- Setelah Beijing kembali diserang  gelombang kedua wabah, komunis Tiongkok berupaya mencegah penyebaran virus lebih luas dengan langkah yang mereka klaim sebagai “cara negara besar mencegah epidemi.”

Seluruh komunitas dan lokasi konstruksi ditutup. Petugas kepolisian disebar di jalan-jalan dan persimpangan untuk melarang warga berkeliaran di luar rumah. Di depan rumah warga ditempeli pengumuman tentang pemeriksaan dan lainnya. 

Banyak warga Beijing mengatakan bahwa meskipun pihak berwenang sekarang gencar melakukan pengujian asam nukleat di berbagai wilayah, tetapi karena sumber virus yang tidak diketahui secara jelas, informasi yang tidak transparan dan deteksi asam nukleat yang membingungkan, membuat semua tindakan itu hanyalah proyek penyelamatan muka bagi pihak berwenang, tidak menyelesaikan masalah. 

Di jalan-jalan yang paling ramai di Beijing, banyak toko tutup, gulung tikar, atau ditempeli ‘disewakan’. Sedangkan beberapa toko yang masih buka, terlihat tidak ada pembelinya. 

Di samping pintu masuk rumah, banyak penghuni yang menggantungkan kain kuplet berwarna merah dengan tulisan memohon kepada Penguasa Alam untuk memberkati keluarga dengan kedamaian dan ketentraman. 

Anak-anak memakai gelang tangan agar senantiasa aman dan orang-orang tua menggunakan kalung berjimat agar kesehatannya terlindungi. 

Namun para pekerja migran hanya bisa nongkrong tak berdaya. Pemulung dan warga dengan muka yang tanpa ekspresi berada di mana-mana. 

Di daerah sekitar pusat pemerintahan, seperti Zhongnanhai dan Tiananmen, pemblokiran cukup ketat dilakukan. Polisi dan tentara terlihat di mana-mana.  

Personil pencegahan epidemi dengan mengenakan pakaian pelindung sedang bertugas di sebuah komunitas tertutup pada 28 Juni 2020. (Epoch Times)
Personil pencegahan epidemi dengan mengenakan pakaian pelindung sedang bertugas di sebuah komunitas tertutup pada 28 Juni 2020. (Epoch Times)
Jalan yang menuju Fu You Street pada 28 Juni malam. (Epoch Times)
Polisi lalin sedang berjaga untuk memeriksa mobil yang lewat di Di’anmen street. (Epoch Times
Petugas yang berjaga di setiap lorong jalan. (Epoch Times)
Kuplet berisi tulisan permohonan kepada Penguasa Alam agar mengkaruniai keluarga dengan kedamaian dan keselamatan. (Epoch Times)
Pada 28 Juni 2020, banyak restoran di Distrik Xicheng memasang pengumuman di pintu bahwa semua karyawannya telah menyelesaikan uji asam nukleat asam. Namun pengumuman ini tampaknya tidak menjamin, karena beberapa orang yang dites negatif juga menularkan virus kepada orang lain. (Epoch Times)
Mobil polisi bersenjata yang diparkir di jalanan Distrik Xicheng. (Epoch Times)
Taman Kanak-kanak Shichahai masih tutup. (Epoch Times)
Pintu masuk ke lokasi wisata. (Epoch Times)
Daerah Shichahai yang masih diblokir. (Epoch Times)
Sebuah toko di Shichahai yang mengobral dagangannya dengan harga RMB.50,- per item. (Epoch Times)
Hutong di daerah Shichahai yang kembali diblokir karena epidemi. (Epoch Times)
Kuil Dewa Api di Distrik Xicheng kembali ditutup karena epidemi. (Epoch Times)
Pemeriksaan keamanan di sekitar Tiananmen lebih ketat, semua barang dalam kantong wajib diperlihatkan kepada petugas. (Epoch Times)
Pemeriksaan keamanan di sekitar Tiananmen lebih ketat, semua barang dalam kantong wajib diperlihatkan kepada petugas. (Epoch Times)
Di luar Tiananmen. (Epoch Times)
Di luar Tiananmen. (Epoch Times)
Di luar Tiananmen. (Epoch Times)
Di luar Tiananmen. (Epoch Times)
Di luar Tiananmen. (Epoch Times)
Di luar Tiananmen. (Epoch Times)
Fu You Street. (Epoch Times)
Fu You Street. (Epoch Times)
Pengumuman dari pihak berwenang yang ditempel di depan pintu warga siheyuan. (Epoch Times)
Beberapa jalan masuk ke Houhai diblokir. Staf keamanan mengatakan bahwa pemblokiran jalan sudah berlangsung sejak Tahun Baru, ketika tingkat kewaspadaan epidemi di Beijing diturunkan ke level 3 pada tanggal 8 Juni, Banyak anak-anak muda datang ke bar di sini, sehingga diblokir kembali. (Epoch Times)
Beberapa jalan masuk ke Houhai diblokir. Staf keamanan mengatakan bahwa pemblokiran jalan sudah berlangsung sejak Tahun Baru, ketika tingkat kewaspadaan epidemi di Beijing diturunkan ke level 3 pada tanggal 8 Juni, Banyak anak-anak muda datang ke bar di sini, sehingga diblokir kembali. (Epoch Times)
Tempat usaha yang gulung tikar di Gulou East Street di Distrik Dongcheng. (Epoch Times)
Tempat usaha yang gulung tikar di Gulou East Street di Distrik Dongcheng. (Epoch Times)
Tempat usaha yang gulung tikar di Gulou East Street di Distrik Dongcheng. (Epoch Times)
Kendaraan operasi petugas polisi diFu You Street. (Epoch Times)
Di bagian luar Tiananmen. (Epoch Times)
Mobil polisi bersenjata yang diparkir di pagar luar Tiananmen. (Epoch Times)
Suasana di Gulou pada 28 Juni. (Epoch Times)
Pengemis di Di’anmen. (Epoch Times)
Petugas yang sedang berjaga. (Epoch Times)
Petugas keamanan di depan Tiananmen. (Epoch Times)
Depan Lapangan Tiananmen yang sepi. (Epoch Times)
Kamera cctv untuk pemantauan yang banyak terdapat di Lapangan Tiananmen. (Epoch Times)
Kamera cctv untuk pemantauan yang banyak terdapat di Lapangan Tiananmen. (Epoch Times)
Pintu tempat penyeberangan bawah tanah Lapangan Tiananmen. (Epoch Times)
Kompleks Tentara di Beijing juga dilakukan lockdown penuh dengan 2 pintu pemeriksaan, keluarga juga dilarang keluar masuk.(Epoch Times)
Lockdown juga diberlakukan untuk Beijing University of Aeronautics and Astronautics, hanya satu pintu yang terbuka. (Epoch Times)
Lockdown juga diberlakukan untuk Beijing University of Aeronautics and Astronautics, hanya satu pintu yang terbuka. (Epoch Times)
Lockdown juga diberlakukan untuk Beijing University of Aeronautics and Astronautics, hanya satu pintu yang terbuka. (Epoch Times)

Sin/rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular