Epochtimes, oleh Xu Jian- Sebuah makalah yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences (PNAS) pada 29 Juni menunjukkan bahwa peneliti Tiongkok telah menemukan virus flu babi jenis baru yang berkarakteristik menginfeksi manusia.

Para peneliti menyebutkan dalam makalah tersebut bahwa virus ini memiliki semua karakteristik dasar yang cocok untuk menginfeksi manusia. Setelah kita khawatir dengan virus G4 yang menginfeksi manusia, maka kita berpendapat virus ini akan lebih beradaptasi dengan manusia dan meningkatkan risiko menjadi pandemi global.

Amerika Serikat menaruh perhatian tinggi terhadap virus baru Tiongkok

Pada hari Selasa 30 Juni 2020, Anthony Fauci, anggota gugus tugas virus komunis Tiongkok Gedung Putih dan Direktur Institut Kesehatan Nasional Alergi dan Penyakit Menular mengatakan bahwa, para pejabat kesehatan AS sedang memperhatikan dengan seksama virus influenza jenis baru yang ada dalam tubuh babi di daratan Tiongkok.

Fauci dalam sidang dengar pendapat di Senat memperkenalkan, bahwa virus itu disebut ‘G4 EA H1N1’ oleh para ilmuwan. Virus ini sementara belum terbukti menginfeksi manusia, tetapi ia memiliki karakteristik yang cocok untuk menginfeksi manusia.

Ia mengatakan kepada anggota parlemen : “Dengan kata lain, ketika Anda menemukan virus jenis baru yang kemudian menjadi virus pandemi, itu bisa saja terjadi karena mutasi secara , tiba-tiba, atau penyusunan ulang gen, atau pertukaran gen”.

Fauci mengatakan Virus yang dibawa oleh babi ini, sekarang memiliki karakteristik flu babi H1N1 tahun 2009 dan karakteristik asli dari flu Spanyol tahun 1918. 

“Manusia mungkin akan kembali menghadapi pandemi baru”

Virus dari flu babi H1N1 tahun 2009 dan flu Spanyol tahun 1918 dianggap sebagai virus mengerikan dalam sejarah manusia, mereka menyebar ke seluruh dunia dan menewaskan puluhan juta atau bahkan ratusan juta penduduk dunia.

Flu babi H1N1 mulai menyebar dari Meksiko pada bulan April 2009, kemudian menginfeksi 60,8 juta orang di Amerika Serikat dan setidaknya 700 juta orang di seluruh dunia. 

Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) bahwa, diperkirakan ada 151.700 hingga 575.400 orang di seluruh dunia yang meninggal karena terserang virus tersebut.

Flu Spanyol tahun 1918 menyebabkan korban jiwa sebesar antara 30 juta hingga 50 juta. Sebagai perbandingan, jumlah kematian dalam Perang Dunia I adalah 20 juta jiwa.

Fauci pada hari Selasa mengatakan : “Manusia mungkin akan menghadapi lagi pandemi baru lain seperti flu babi pada tahun 2009”. (Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular