- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Belalang Dalam Jumlah Besar Serang Daerah Penghasil Tebu India, Pertanian Terancam

Hk.epochtimes, oleh Chen Ting- Serangan belalang dalam jumlah besar melanda negara bagian di India. Menurut Bloomberg News, negara bagian India Barat meliputi: Rajasthan, Madhya Pradesh, Uttar Pradesh, Haryana, Gujarat, Punjab, dan Maharashtra ikut terdampak. Pengendalian terhadap hama belalang digelar. Akan tetapi pejabat setempat mengatakan bahwa ketika kawanan belalang itu melewati wilayah ibu kota negara bagian, efek pengendalian belum mulus.  

K.L. Gurjar, wakil direktur, Locust Warning Organization atau LWO, agen federal yang mengeluarkan peringatan dini dan membantu negara bagian dalam pengelolaan hama, memperingatkan bahwa mereka tidak dapat mengendalikan seluruh kawanan belalang. Kawanan belalang itu terbang lagi di pagi hari tanggal 28 Juni 2020.

Dalam sebuah wawancara dengan Hindustan Times pada hari Minggu 28 Juni, Gurjar mengatakan bahwa pihak berwenang mencoba yang terbaik menyemprot pestisida untuk memusnahkan belalang dengan berbagai cara. Selain tujuh armada yang dilengkapi dengan penyemprot dan drone juga telah diatur untuk berpartisipasi. 

Gurjar mengatakan belalang sudah mulai berkembang biak di beberapa tempat. Karena itu, pihaknya mencoba mengendalikan larva itu segera mungkin. 

Sejak April, India telah memerangi sejumlah besar belalang padang pasir. Serangan itu merupakan ancaman serius bagi ekonomi pertanian. Insiden itu membawa lebih banyak tantangan bagi pemerintah India yang sibuk merespons virus Komunis Tiongkok atau pneumonia Wuhan.

Belalang dapat terbang ratusan kilometer sehari, dan segerombolan belalang ukuran satu kilometer persegi bisa memakan 35.000 panganan manusia per hari.

Kementerian Pertanian India menyatakan bahwa belalang biasanya beristirahat di pohon di malam hari dan mulai terbang di siang hari. Karena itu,  malam hari adalah waktu terbaik untuk menyemprotkan insektisida.

Sekretaris Gabungan, Kerjasama dan Kesejahteraan Petani, Departemen Pertanian India, Atish Chandra mengatakan pada Economic Times India bahwa Belalang adalah yang paling tidak aktif setelah matahari terbenam, jadi masuk akal untuk menyemprotkan di malam hari. Ia mengatakan, sudah bernegosiasi dengan produsen drone yang menggunakan bahan bakar untuk memungkinkan drone tetap di udara pada waktu yang lama.

India adalah negara pertama yang mencoba menggunakan drone untuk memerangi wabah belalang. Kementerian Pertanian India mengatakan bahwa drone memiliki utilitas tinggi dalam menghadapi puncak pohon-pohon tinggi dan daerah-daerah lain yang sulit dijangkau. Saat ini hanya ada selusin drone yang beroperasi. Sebanyak dua belas drone lainnya akan segera dikerahkan.

Kementerian Pertanian India mengatakan bahwa dari 11 April hingga 26 Juni, populasi belalang dikendalikan di area seluas sekitar 127.225 hektar. 

Pada musim hujan dari Juni hingga September, itu akan membawa curah hujan yang diperlukan untuk pertanian. Pada saat itu, petani India akan menanam padi, kacang-kacangan, kapas, jagung, tebu dan kedelai di sekitar 106 juta hektar.

Sejauh ini, belalang tidak memiliki banyak dampak pada ketahanan pangan. Akan tetapi organisasi LWO memperingatkan bahwa jika tidak dikendalikan, panen musim gugur kemungkinan akan terpengaruh. (Hui/asr)

Video Rekomendasi