Ntdtv.com.tw- Polisi Hong Kong menangkap lebih dari 300 orang, pasca diberlakukannya Undang-Undang Keamanan Nasional Hongkong versi Komunis Tiongkok  pada tanggal 1 Juli 2020. 

Sekretaris Negara Amerika Serikat Mike Pompeo menegaskan dalam sebuah konferensi pers bahwa  hukum keamanan nasional Hong Kong tidak hanya melukai Hong Kong, namun juga merupakan penghinaan bagi semua negara beradab. Amerika Serikat akan terus menerapkan sanksi yang relevan terhadap Tiongkok.

1 Juli adalah tahun ke-23 “Pernyataan Bersama Tiongkok-Inggris” yang menjamin tingkat otonomi tinggi Hong Kong selama 50 tahun. Hukum Keamanan Nasional Hong Kong yang ditegakkan oleh Komunis Tiongkok juga telah diterapkan.

Meskipun polisi keberatan dengan acara pawai Hari Nasional 1 Juli itu, namun masih ada banyak orang Hong Kong yang secara spontan turun ke jalan. Mereka  memprotes hukum yang kejam dan menentang perampasan hak-hak dasar rakyat Hong Kong oleh Komunis Tiongkok.

Dari laporan beberapa media, mayoritas menyebutkan ada lebih dari 300 orang ditangkap dan 9 orang dituduh melanggar undang-undang keamanan nasional.

Badan Keamanan Nasional Hong Kong yang baru didirikan di Hong Kong adalah lembaga penegak hukum Komunis Tiongkok yang independen dari pemerintah Hong Kong dan sistem peradilan. Kasus-kasus yang ditangani diadili oleh sistem peradilan Tiongkok daratan dan sebenarnya ditangani sebagai “hukuman mati.”

Pada saat yang sama, ketentuan pasal 38 Undang-Undang Keamanan Nasional versi Hong Kong itu, memperluas yurisdiksi Komunis Tiongkok ke seluruh dunia.

Sekretaris Negara Amerika Serikat, Pompeo mengatakan, “Pasal 38 undang-undang baru ini juga mengklaim berlaku bagi penduduk non-Hong Kong yang melanggar hukum di luar Hong Kong, yang mungkin termasuk orang Amerika. Itu terlalu kejam dan menghina semua negara.”

Pompeo menegaskan Amerika Serikat  akan terus menerapkan sanksi, termasuk mengakhiri perlakuan perdagangan khusus yang diberikan Amerika Serikat ke Hong Kong.

“Kami akan terus melakukan yang terbaik. Yang penting, kami akan terus membangun aliansi global yang mengakui ancaman yang ditimbulkan oleh Komunis Tiongkok kepada orang-orang yang mencintai kebebasan di seluruh dunia. Ini bukan pertikaian antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Ini adalah pertentangan antara demokrasi liberal dan otoritarianisme,” kata Pompeo.

Pompeo menegaskan kembali posisi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengenai kapan Amerika akan menawarkan sanksi keuangan.

Menurut Pompeo, Amerika Serikat akan memperlakukan Hong Kong sama dengan Tiongkok daratan, artinya kehilangan status preferensinya. (hui/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular