Qiao – NTDTV.com

Pada tanggal 2 Juli 2020, media luar negeri melaporkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia secara diam-diam mengubah jadwal untuk menanggapi virus Komunis Tiongkok. Bahkan menyesuaikan sikap membantu Komunis Tiongkok berbohong.

Jadwal berbahasa Inggris yang diperbarui oleh WHO pada tanggal 30 Juni menunjukkan bahwa pada tanggal 31 Desember 2019, Kantor WHO dari situs web Komite Kesehatan dan Kesejahteraan Wuhan mengetahui ada kasus pneumonia. Laporan itu bukan yang sebelumnya dinyatakan sebagai laporan dari komite Kesehatan Wuhan tentang kasus pneumonia.

Selain itu, jadwal yang diperbarui juga menambahkan informasi, mengatakan bahwa pada 1 dan 2 Januari 2020, Organisasi Kesehatan Dunia terus-menerus meminta pihak berwenang Komunis Tiongkok untuk memberikan lebih banyak informasi. Akan tetapi pihak Tiongkok tidak memberikan informasi yang relevan kepada Organisasi Kesehatan Dunia hingga 3 Januari baru diberikan.

Jadwal yang diubah secara diam-diam oleh WHO itu, secara langsung menunjukkan bahwa Komunis Tiongkok tidak pernah secara resmi memberitahukan WHO tentang wabah di Wuhan. Artinya, tak dapat memperbarui informasi ke WHO pada tahap awal wabah. Secara langsung  melanggar Peraturan Kesehatan Internasional.

Pada 2 Juli 2020, lebih dari 54.000 orang di Amerika Serikat didiagnosa mengidap virus Komunis Tiongkok. Adapun catatan kasus baru dalam satu hari memecahkan rekor baru. Jumlah infeksi di setidaknya 36 negara telah meningkat secara signifikan. Sedangkan Florida, California, Texas dan negara-negara bagian lain secara berturut-turut menambahkan kasus baru memecahkan rekor dalam minggu ini.

Presiden AS Trump dalam cuitan di malam itu menyebutkan, peningkatan jumlah kasus adalah karena pengujian virus skala besar berkualitas tinggi di Amerika Serikat, jauh melebihi negara lain di dunia, dan berita yang lebih baik adalah bahwa angka kematian menurun. Sebagian besar kasus baru adalah orang muda yang mudah disembuhkan dengan cepat.

Sementara itu, jumlah orang yang terinfeksi di Tokyo, Jepang, terus meningkat, dengan 124 kasus baru yang dikonfirmasi pada 3 Juli. Adapun peningkatan terbesar dalam dua bulan, di mana 70% dari kasus baru adalah orang muda berusia 20-an dan 30-an, menunjukkan hal yang sama dengan Amerika Serikat baru-baru ini. Kecenderungan orang yang lebih muda terinfeksi.

Dibandingkan dengan banyak negara, situasi epidemi Jepang relatif ringan. Sedangkan jumlah kumulatif orang yang didiagnosis di negara ini kurang dari 20.000 kasus. Akan tetapi jika jumlah kasus terus meningkat, masih ada kemungkinan untuk menegakkan kembali isolasi pembatasan.

Rio de Janeiro, kota terbesar kedua Brasil, dideregulasi lebih lanjut pada 2 Juli 2020. Sedangkan bar, restoran, dan gym dapat dibuka kembali. Akan tetapi berjemur di pantai masih tidak diizinkan. Rio de Janeiro adalah salah satu kota dengan jumlah kematian tertinggi di dunia, dengan lebih dari 6.600 orang meninggal dunia oleh virus Komunis Tiongkok dalam 4 bulan terakhir.

Peru, yang memiliki epidemi terburuk kedua di Amerika Selatan, juga memasuki tahap akhir deblocking sejak 2 Juli 2020. Sebanyak 96% dari kegiatan produksi negara telah dilanjutkan, pertambangan, industri dan perdagangan telah dimulai kembali, dan restoran dan toko juga telah dibuka. Jalan-jalan di ibu kota Lima, penuh dengan orang-orang, telah kembali ke keadaan normal sebelumnya.

Sebaliknya, situasi di Argentina menjadi semakin parah. Sejak akhir Juni, jumlah terinfeksi telah meningkat secara signifikan. Adapun ibu kota Buenos Aires dan daerah sekitarnya kembali menerapkan  pembatasan. Sehingga membuat kesengsaraan ekonomi semakin buruk. Sebelum wabah, Argentina sudah jatuh ke dalam resesi ekonomi dan gagal bayar utang luar negeri. Lembaga Dana Moneter Internasional dan lembaga-lembaga lain berharap bahwa ekonomi Argentina akan berkontraksi sekitar 10% pada tahun 2020. (Hui/asr)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular