Epochtimes, oleh Xia Yu- AS resmi menyampaikan keluar dari WHO. Wall Street Journal melaporkan bahwa pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa surat pemberitahuan penarikan diri dari WHO itu telah dikirim ke Sekretaris Jenderal PBB.

Seorang juru bicara Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengkonfirmasi pada hari Selasa, 7 Juli bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan dari Amerika Serikat untuk menarik diri dari WHO.

Presiden Trump pertama kali mengumumkan pembekuan dana kepada WHO pada bulan April tahun ini. Trump mengatakan pemerintah AS akan menyelidiki tanggapan WHO terhadap epidemi virus komunis Tiongkok dan hubungan antara WHO dengan komunis Tiongkok.

Pada 18 Mei, Presiden Trump dalam cuitannya kepada Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom, meminta WHO untuk melakukan perbaikan dalam 30 hari kedepan. Akan tetapi, jika tidak Trump akan mengubah dana AS yang sementara dibekukan menjadi pemutusan pasokan permanen.

Presiden pada 29 Mei mengumumkan, AS sedang mengakhiri hubungannya dengan WHO. Trump dalam banyak kesempatan publik terus mengkritik WHO soal penanganan epidemi yang tidak benar. Bahkan, sebagai boneka dari komunis Tiongkok alias bekerja untuk kepentingan komunis Tiongkok.

Ketika mengumumkan pemutusan hubungan dengan WHO, Trump mengatakan kepada wartawan dalam acara kegiatan di Rose Garden : “Karena mereka (WHO) gagal melakukan reformasi seperti yang dipersyaratkan, kita akan mengakhiri hubungan kita dengan Organisasi Kesehatan Dunia hari ini dan mendistribusikan kembali dana ini ke organisasi lain di seluruh dunia untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang mendesak”.

Pada 15 Juni 2020, Trump menyatakan bahwa dirinya tidak yakin bahwa WHO dapat membuat perubahan. Dia kembali menyinggung soal banyak kesalahan WHO yang dibuat ketika  pandemi virus komunis Tiongkok ini sedang menyebar luas, termasuk mengkritik Amerika Serikat soal melarang warga dari daratan Tiongkok untuk masuk wilayah AS.

Amerika Serikat adalah donatur terbesar bagi WHO, memberikan sekitar USD. 450 juta setiap tahunnya. Sedangkan komunis Tiongkok hanya menyumbang sekitar USD. 50 juta setiap tahun.

Pemerintah AS telah berulang kali menyatakan ketidakpuasannya terhadap para pejabat WHO yang memuji “transparansi” komunis Tiongkok dalam epidemi tersebut. 

WHO mengabaikan peringatan dari Taiwan mengenai virus komunis Tiongkok. Bahkan berulang kali mengulangi pernyataan komunis Tiongkok yang menyebutkan bahwa virus tidak akan menular dari manusia ke manusia.

Partai Republik di Dewan Perwakilan Komite Urusan Luar Negeri Kongres Amerika Serikat, merilis sebuah laporan pada bulan Juni tentang isi penyelidikan tentang asal-usul pandemi virus komunis Tiongkok. Laporan juga menyinggung peran Partai Komunis Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia dalam menangani epidemi tersebut. 

Laporan tersebut menunjukkan bahwa WHO mengabaikan peringatan penularan dari manusia ke manusia. Selain itu, menunda deklarasi epidemi sebagai insiden kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Setelah publikasi laporan ini, WHO memposting versi terbaru dari jadwal pelacakan virus di situs webnya, dengan diam-diam mengakui fakta bahwa komunis Tiongkok tidak memberitahu WHO tentang virus pada akhir tahun lalu. Ini sama sekali tidak konsisten dengan pernyataan pejabat senior WHO, termasuk Direktur Jenderal Tedros Adhanom.

Timeline pelacakan virus yang diperbarui menunjukkan, bahwa Beijing tidak mengambil inisiatif untuk melaporkan kepada WHO setelah epidemi terjadi di negaranya. Sebaliknya, setelah para pejabat WHO sendiri yang pertama kali menemukan virus pada bulan Januari tahun ini. Lalu meminta informasi yang relevan dari otoritas komunis Tiongkok. (Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular