Erabaru.net. Ratusan siswa Sekolah Calon Perwira TNI AD (Secapa) terpapar corona. Institusi pendidikan kemiliteran berasarama itu kini menjadi kluster terbaru penyebaran corona di Jawa Barat.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Berli Hamdan Gelung Sakti memastikan adanya ratusan yang terpapar tersebut setelah dilakukan rapid test dan tes swab.

“Institusinya pada saat ini, baru teridentifikasi di Secapa Sukajadi, kemudian pada saat ini sudah dilakukan pemeriksaan dari rapid test kemudian dari hasil rapid test itu juga sudah di swab oleh tim dari Kesdam,” ujarnya dalam konferensi Pers di Gudang Bulog, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung Rabu (8/7/2020) yang disiaran Channel Youtube Humas Pemprov Jawa Barat.

Menurut Berli, mereka yang terpapar sudah dilakukan isolasi termasuk satu isolasi dari area  sekolah tersebut. Selain itu, ada siswa yang sempat dirujuk di Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi dan RSPAD Gatot Subroto, Jakarta dikarenakan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Selanjutnya, sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Barat berdasarkan evaluasi dari gugus tugas, maka akan dilakukan pemeriksaan atau massif test terhadap hampir 20-an sekolah pendidikan kemiliteran yang ada di Provinsi Jawa Barat.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Berli Hamdan Gelung Sakti (Youtube)

“Jadi akan kita identifikasi mana yang kira-kira akan kita lakukan pemeriksaan untuk selanjutnya akan dikunjungi oleh petugas Kesehatan baik dari gugus tugas provinsi, kabupaten setempat bahkan dari puskesmas,” tambahnya.

Kadinkes Jawa Barat itu menjelaskan siswa yang terpapar masih belum selesai. Jumlah diperkirakan sekitar 200 an.  

“Jumlah yang terkena kemaren belum selsai perkiraan di atas 200 an yang terpapar,” tambahnya.

Atas temuan kluster terbaru di Jawa Barat ini, tim selanjunya akan melakukan penelusuran lebih jauh yang bakal dilakukan oleh dinas Kesehatan.  

“Saat ini kita melakukan antisipasi termasuk isolasi, kemudian melakukan disinfektan dan penelusuran epidemilogis dari Kesehatan dinas kota Bandung, kemudian dari puskesmas setempat dan provinsi,” ujarnya. (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular