- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Komunis Tiongkok Dikepung Dunia, Liu He Usulkan Ekonomi Sirkulasi Domestik

Ntdtv, oleh Chang Chun- Baru-baru ini, Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Liu He mengusulkan prospek ekonomi sirkulasi domestik yang menyebabkan spekulasi publik tentang  apakah komunis Tiongkok sedang berencana untuk menerapkan kebijakan “pintu tertutup”.

Pandemi virus komunis Tiongkok selain masih berkecamuk di seluruh dunia, juga menyebabkan banyak negara merasakan buah pahit dari konsentrasi produksi yang berlebihan dan ketergantungan pada satu pasar tunggal. Pemikiran anti-globalisasi mulai berkembang.

Sejak tahun 1980, globalisasi hampir memasuki masa kejayaannya, dan komunis Tiongkok juga telah berkembang pesat dalam gelombang globalisasi ini. 

Namun, dengan dimulainya perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok dan menyebarnya pneumonia virus komunis Tiongkok, semua negara sadar bahwa pembagian kerja internasional tidak layak. Biaya tidak lagi menjadi pertimbangan satu-satunya, tetapi sebaliknya lebih fokus pada diversifikasi risiko. Dengan demikian anti-globalisasi juga setara dengan dimulainya anti-komunis Tiongkok.

Yu Weixiong, seorang ekonom dari Sekolah Manajemen UCLA Anderson mengatakan, “Saya pikir Tiongkok telah mencapai titik balik, yaitu, fenomena pertumbuhan ekonomi yang tinggi di masa lalu telah berakhir. Dengan leverage tinggi untuk berinvestasi utang di masa lalu telah mencapai tahap yang sangat tinggi, sehingga sekarang sudah kehabisan cara untuk melanjutkannya. Di masa lalu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang didorong oleh ekspor juga telah membuat perubahan yang sangat besar. Karena pengaruh epidemi ini, semua negara menderita pukulan besar dan sadar akan ancaman globalisasi terutama Tiongkok sebagai basis produksi global.”

Menghadapi fenomena dunia mulai menjauhi komunis Tiongkok, Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He pada 18 Juni 2020 lalu dalam transkripnya untuk disampaikan pada Forum Lujiazui di Shanghai menyebutkan bahwa sebuah pola baru yang didasarkan pada sirkulasi domestik, dan pengembangan yang saling menguntungkan antara internasional dan domestik mulai terbentuk.

Profesor Xie Tian, seorang profesor di University of South Carolina Aiken Business School mengatakan, “Liu He selama ini menjadi kepala perwakilan pihak Tiongkok dalam negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat, dan sebagai utusan khusus untuk Xi Jinping, ia adalah orang yang paling jelas mengenai masa depan negosiasi perdagangan Amerika Serikat dengan  Tiongkok.”

Sementara soal pembicaraan perdagangan lebih lanjut dan putaran kedua negosiasi, dan seterusnya, menurut Xie Tian  itu jelas tidak perlu diharapkan. Jadi membiarkannya saja yang mengatakan bahwa perdagangan luar negeri Tiongkok sudah putus harapan.”

Xie Tian percaya bahwa pernyataan Liu He itu sesungguhnya merefleksikan penilaian komunis Tiongkok terhadap situasi ekonomi mereka.

“Sirkulasi domestik yang dimaksudkan komunis Tiongkok tak lain adalah tidak lagi bergantung pada pasar asing. Dengan kata lain, ia tidak berharap banyak atau tidak bisa mengharapkan produk-produk Tiongkok dapat dijual di luar negeri, mengandalkan pasar luar negeri. Jadi pada dasarnya, ingin menjual produknya di dalam negeri. Kembali ke keadaan zaman awal-awal tahun Partai Komunis Tiongkok baru merebut kekuasaan untuk mendirikan Republik Rakyat Tiongkok yang mereka sebut era kemandirian. Jadi mereka terpaksa kembali ke negara tertutup,” kata Xie Tian.

Xie Tian menilai bahwa Partai Komunis Tiongkok tak lain ingin menyeret rakyat Tiongkok untuk mati bersama menghadapi krisis yang partai hadapi. Sesungguhnya, dunia terbuka untuk rakyat Tiongkok yang tanpa Partai Komunis.

Lebih jauh menurut Xie Tian, karena seluruh dunia mengepung Partai Komunis Tiongkok, demi memusnahkan rezim komunis terakhir, dunia mengepung komunis Tiongkok secara ekonomi, politik, teknologi, dan bahkan keamanan nasional. 

Tentu saja, Partai Komunis Tiongkok tahu, sedang menghadapi masalah serius. Pada kenyataannya, mereka juga tahu bahwa rezim akan runtuh. Mereka hanya bisa memegang erat rakyat Tiongkok dan menanamkan istilah-istilah baru ini ke dalam benak rakyat, tetapi yang ditargetkan oleh dunia itu adalah memusnahkan Partai Komunis Tiongkok, bukan rakyat Tiongkok.

Yu Weixiong, seorang ekonom di Sekolah Manajemen UCLA Anderson percaya bahwa apa yang disebut ekonomi sirkulasi domestik itu adalah slogan yang enak di kuping pada hal tidak memiliki makna khusus.

Yu Weixiong mengomentari : “Saya tidak berpikir situasi yang dihadapi Tiongkok di masa depan itu sebagaimana yang mereka katakan bahwa akibat permintaan internasional yang sangat besar, sehingga ekspor itulah penyebab terjadinya kekurangan pasokan domestik. Ini sama sekali tidak logis, situasi justru sebaliknya”.

Menurut Yu Weixiong, tidak peduli apa makna dari slogan sirkulasi domestik, tetapi setiap orang harus lebih memperhatikan fenomena ekonomi yang dihadapi komunis Tiongkok saat ini.

“Di masa lalu, komunis Tiongkok telah mengumpulkan banyak kapasitas produksi, seperti baja dan sebagainya. Sekarang, permintaan asing akan secara bertahap menurun seiring dengan pengalihan rantai industri. Jadi akan terjadi kelebihan produksi, terutama dalam bidang manufaktur. Fenomena kelebihan produksi akan menyebabkan pengangguran, pada kenyataannya, kita sekarang telah melihat fenomena ini,” kata Yu Weixiong.

Yu Weixiong percaya bahwa Tiongkok tidak mungkin sepenuhnya bisa mandiri atau swasembada karena dibatasi oleh kondisi alam. Banyak produk pertanian yang dibutuhkan Tiongkok masih perlu diimpor dari luar negeri. 

Di masa lalu, komunis Tiongkok mengimpor produk-produk teknologi tinggi melalui Hongkong, tetapi sekarang juga telah berubah karena penerapan Undang Undang Keamanan Nasional. Faktor-faktor ini akan berdampak negatif pada perekonomian Tiongkok. (sin/rp)  

Video Rekomendasi