- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Vaksin Baru Corona Virus, Digunakan Militer Komunis Tiongkok, Hampir Setengahnya Berefek Samping

Epochtimes, oleh Luo Ya- Tiongkok memproduksi sebuah vaksin yang telah disetujui digunakan di internal militer. 

Vaksin yang disebut “Vaksin Corona Ad5-nCoV” ini dikembangkan bersama oleh perusahaan bioteknologi Tiongkok, CanSino Biologies dan Akademi Ilmu Kedokteran Militer yang dikelola oleh militer Tiongkok.  

Namun ternyata vaksin itu memiliki efek samping. Sebuah makalah dari International Medical Journal “The Lancet” yang diterbitkan pada 22 Mei 2020 lalu, mengatakan, bahwa hampir setengah dari orang yang menerima vaksin itu mengalami efek samping.

Efek samping itu diantaranya termasuk 46% gejala demam, 44% gejala lelah, 39% gejala sakit kepala. Secara keseluruhan 9% orang yang disuntik dengan vaksin ini mengalami gangguan aktivitas.

Menurut kalangan luar, CanSino Biologies pernah mengeluarkan pengumuman pada tanggal 29 Juni 2020 lalu yang disebutnya “informasi internal”, mengumumkan bahwa vaksin corona Ad5-nCoV mereka telah disetujui oleh militer untuk obat-obatan khusus, yang berlaku selama satu tahun dan penggunaannya terbatas untuk militer. 

[1]
Keterangan foto: CanSino Biologies pernah mengeluarkan pengumuman pada tanggal 29 Juni yang disebutnya sebagai “informasi internal”. (Tangkapan layar)

Pengumuman itu mengatakan, bahwa uji klinis vaksin tahap I dan tahap II juga dikembangkan di Tiongkok. 

Uji klinis tahap II selesai pada 11 Juni 2020, dan mengklaim bahwa data uji klinis mengkonfirmasi, vaksin memiliki profil keamanan yang baik dan tingkat imunitas humoral serta respon sel kekebalan yang relatif tinggi.

Hasil uji coba secara keseluruhan menunjukkan potensi melawan virus SARS-CoV-2. Namun, menurut laporan media sebelumnya, reaksi ahli terkait tampak dingin dengan hasil penelitian vaksin tersebut.

Chan King-ming, profesor di departemen Program biokimia dan Ilmu Lingkungan dari Universitas China-Hong Kong, dan anggota American College of Toxicology, mengatakan bahwa umumnya membutuhkan satu tahun dari penelitian dan pengembangan vaksin sampai masuk ke pasar. 

Ada tiga tahap pengujian, termasuk pengujian hewan, pengujian klinis rumah sakit dan pengujian di komunitas, dan klinis di rumah sakit juga perlu tiga tahap pengujian.

Laporan Bloomberg sebelumnya juga mengatakan bahwa efektivitas vaksin untuk mencegah infeksi baru bisa dipastikan sampai pada tahap III, dan merupakan rintangan terakhir sebelum mendapatkan persetujuan pasar. 

Pada tahap ini, ribuan orang akan disuntik dengan vaksin untuk menilai vaksin di lingkungan virus yang aktif itu, apakah efektif atau tidak.

Menurut laporan The Epoch Times baru-baru ini, bahwa tim pencegahan dan pengendalian epidemi Tiongkok  mengeluarkan dokumen pada 15 Juni terkait “Pemberitahuan tentang Pengaturan untuk Vaksinasi Corona virus”. 

Dokumen tersebut dari awal hingga akhir tidak menyebutkan uji klinis, hanya menekankan bahwa epidemi Beijing mengancam keselamatan dan kesehatan karyawan perusahaan di Beijing. Vaksinasi dengan vaksin yang aman dan efektif adalah langkah yang penting.

Pejabat dari Pusat Pengendalian Penyakit Tiongkok mengatakan, bahwa dengan tidak menyebutkan uji klinis dalam dokumen tersebut, itu tidak benar. Pada saat vaksinasi akhir, kontrak sukarela harus ditandatangani sesuai dengan prosedur uji klinis.

Mengenai risiko vaksin klinis, pengumuman dari CanSino Biologies di atas juga mengingatkan, “Kami tidak dapat menjamin bahwa kami akhirnya akan berhasil mengkomersialkan Ad5-nCoV.” (Johny / rp) 

Editor : Lin Congwen

Video Rekomendasi