Epochtimes, oleh Xia Yu- Pada hari Kamis tanggal 2 Juli 2020 lalu, Anthony Fauci, ahli penyakit menular Amerika dan direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, hadir dalam sebuah acara online yang diselenggarakan oleh JAMA: The Journal of American Medical Association.

Menurut Fauci, hasil penelitian telah menunjukkan bahwa satu mutasi yang mempengaruhi asam amino spesifik sedang muncul yang memungkinkan virus corona virus Komunis Tiongkok bereplikasi lebih baik dan lebih mudah untuk menyebar. Itu artinya corona virus Komunis Tiongkok kemungkinan bermutasi dalam beberapa cara. Mutasi itu dapat membuat patogen lebih mungkin untuk menyebar.

Virus itu sedang dipelajari untuk mengkonfirmasi kemungkinan mutasi dan artinya. 

 “Tampaknya virus itu bereplikasi lebih baik dan dapat menyebar dengan lebih mudah. Masih pada tahap konfirmasi,” kata Fauci. 

Menurut Fauci  temuan itu kontroversial, dan tidak jelas apakah kondisi orang yang terinfeksi patogen baru lebih buruk daripada patogen asli.

Virus secara alami akan bermutasi. Para ilmuwan sebelumnya mengatakan bahwa mereka telah mengamati mutasi kecil dalam coronavirus, tetapi belum mempengaruhi kemampuannya untuk menyebar atau menyebabkan penyakit dengan cara yang signifikan.

Sebelumnya Kamis 2 Juli 2020, para peneliti dari Los Alamos National Laboratory menerbitkan sebuah artikel di jurnal Cell yang melaporkan apa yang dikatakan Fauci sebagai kemungkinan mutasi pada virus. 

Ahli virologi di Scripps Research di Florida juga menulis artikel tentang mutasi pada bulan lalu. Artikel itu mengatakan mutasi itu meningkatkan sifat penyebaran virus. Pada saat ini tidak jelas kapan mutasi terjadi.

Organisasi Kesehatan Dunia dan tim peneliti globalnya telah memperhatikan sekuens gen lebih dari 60.000 coronavirus berbeda yang dikumpulkan dari sampel yang dikumpulkan di seluruh dunia.

Semua virus akan berevolusi atau bermutasi sepanjang siklus hidupnya, tetapi tidak setiap mutasi akan menyebabkan perubahan perilaku virus yang jelas atau berdampak besar pada manusia.

Lebih dari 10,7 juta orang saat ini terinfeksi di seluruh dunia, dan 517.000 orang telah meninggal karena virus Komunis Tiongkok. Data itu tidak termasuk kasus yang disembunyikan oleh Komunis Tiongkok dan kematian. (hui/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular