Hk.epochtimes, oleh You Pei-ran- Baru-baru ini, Zhou Li, mantan wakil menteri dari Departemen Penghubung Internasional Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok dan peneliti senior di Institut Studi Keuangan Chongyang, Universitas Renmin, Tiongkok, menerbitkan sebuah artikel. 

Artikel itu berjudul “Enam Persiapan Proaktif untuk Menghadapi Buruknya Lingkungan Eksternal,” di Journal of Guizhou University of Finance and Economics. 

Dalam artikel disebutkan soal enam persiapan dalam menghadapi eskalasi konfrontasi yang komprehensif antara Tiongkok dengan Amerika Serikat, pemutusan rantai industri Tiongkok, dan pemisahan dolar Amerika Serikat dengan renminbi. 

“Enam persiapan” ini sebenarnya adalah “enam krisis besar” yang menyiratkan ketidakberdayaan Partai Komunis Tiongkok. Artikel berdampak luar biasa di dalam dan luar negeri. 

Pada 8 Juli 2020 lalu, dewan editorial “Nihon Keizai Shimbun” menerbitkan sebuah artikel ulasan berjudul “Pemisahan ekonomi Tiongkok dan Amerika Serikat tidak dapat dihindarkan, dan Tiongkok Sengaja Mengekspos Rencana Terburuk.” 

Ulasan itu menyebutkan bahwa “enam persiapan” Zhou Li itu menyiratkan bahwa mimpi Tiongkok yang digambarkan oleh Xi Jinping benar-benar hancur total. Tidak hanya itu, tetapi juga blokade ekonomi internasional. Kini Xi Jinping bersiap untuk kembali ke rute “pintu tertutup.” 

Jika demikian, ekonomi Tiongkok akan mundur ke tahun 2001 sebelum bergabung dengan World Trade Organization atau Organisasi Perdagangan Dunia. 

Hal yang lebih buruk lagi, mungkin akan mundur ke era “Revolusi Budaya” dan “Lompatan Jauh ke Depan” sebelum pembentukan hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Amerika Serikat pada 1979 silam.

Artikel itu menyebutkan, bahwa akhir-akhir ini Xi Jinping kerap menyinggung tentang “pemikiran garis bawah.” Meskipun Xi Jinping telah mengeluarkan instruksi untuk membuat rencana terburuk terkait hubungan Tiongkok dengan Amerika Serikat saat ini, tetap tidak pernah menyebut tentang “perang dingin baru.”  Tampaknya ini adalah sesuatu yang tabu bagi Xi Jinping.

Ulasan itu mengatakan bahwa sudut pandang Zhou Li sama sekali bukan peringatan belaka dari mantan seorang pejabat tinggi. 

Sebagai salah satu tokoh inti dari kebijakan luar negeri Partai Komunis, artikelnya pertama kali diterbitkan dalam edisi khusus di Chinese Academy of Social Sciences, yang merupakan bagian dari koleksi khusus, “komunitas takdir bersama atau komunitas masa depan bersama untuk umat manusia.” 

Kemudian hanya sebagian saja yang dipublikasikan di Internet. Informasi yang dikeluarkan dari pandangannya itu tidak biasa.

Masih dari ulasan itu, baru-baru ini Wakil Perdana Menteri Liu He menegaskan bahwa model ekonomi berubah menjadi “lingkaran dalam.” 

Pandangan ini sejalan dengan usulan Xi Jinping ketika perang dagang Amerika Serikat meningkat.  Saat itu, Xi Jinping melepaskan sinyal tentang garis ekonomi “kemandirian” era Mao Zedong.

Terakhir, ulasan itu mempertanyakan, apa maksud pejabat senior Partai Komunis Tiongkok yang tiba-tiba memaparkan akhir terburuk?

Jika hubungan ekonomi Tiongkok dengan Amerika Serikat terperangkap dalam situasi yang sepenuhnya terputus, apakah dapat menghindari konflik militer? 

Semua ini harus kita cermati  seksama.  (Johny / rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular