Ntdtv.com- Pada tanggal 9 Juli 2020 lalu, pejabat Yunnan, Tiongkok mengkonfirmasi invasi belalang sudagh sangat serius. Saat ini, hampir 100.000 hektar hutan dan lahan pertanian telah rusak di Yunnan. Meskipun Yunnan telah mengirimkan 502 drone untuk membasmi belalang, diperkirakan bencana belalang dapat pecah dari Juli hingga September tahun ini.

Menurut laporan CCTV, pada 10 Juli 2020, Biro Kehutanan dan Padang Rumput Kota Pu’er, Yunnan melaporkan bahwa invasi Yellow Locust Bamboo atau belalang bambu kuning terjadi di Kota Pu’er, Provinsi Yunnan, Tiongkok dan perbatasan Laos. Daerah bencana kumulatif hampir mencapai 100.000 hektar.

Dilaporkan invasi belalang bambu kuning pertama kali terdeteksi  tanggal 28 juni 2020 lalu  di perbatasan antara Cagar Sungai Niuluo di Kabupaten Jiangcheng, Kota Pu’er dan Laos.

Saat ini, perkembangan situasi bencana adalah, pertama, belalang bambu berbintik kuning dari luar negeri terus menyerang secara serius, dan populasi invasif baru dapat dideteksi setiap hari. 

Kedua, kecepatan penyebarannya dipercepat dan ada kecenderungan untuk menyebar ke daerah sekitarnya.

Ketiga, populasi invasif telah menyebar ke tanah pertanian penyebaran memiliki potensi risiko bencana bagi tanaman.

Menurut penelitian dan penilaian awal, pecahnya belalang bambu kuning  dari bulan Juli hingga September sangat mungkin menyebabkan bencana. Oleh karena itu,  perlu memonitor, memperkuat pencegahan dan pengendalian.

Pada 8 Juli 2020, area kumulatif bencana belalang mncapai 9.872,3 hektar.  502 drone dikerahkan untuk operasi pertahanan.

Pada sore hari tanggal 9 Juli 2020, sekelompok kecil belalang bambu kuning terlihat telah masuk ke Desa Mafu, Kota Wenwu, Kabupaten Mojiang.

Keterangan foto: Invasi belalang terjadi di Kota Pu’er, Yunnan. (TONY KARUMBA / AFP via Getty Images)

Pada awal 2 Maret 2020 lalu, Biro Hutan dan Rumput Komunis Tiongkok mengeluarkan pemberitahuan darurat yang mengatakan bahwa pasukan ratusan juta belalang yang mengamuk di lebih dari 10 negara akan menyerang Tiongkok melalui tiga rute dengan angin muson. Dari Pakistan ke Tibet, dari Myanmar ke Yunnan, dan dari Kazakhstan ke Xinjiang.

Pada saat itu, seorang ahli Tiongkok daratan yang dikirim oleh Komunis Tiongkok ke Pakistan untuk menyelidiki bencana belalang, menemukan bahwa bencana belalang lebih buruk dari yang diperkirakan. Tidak hanya belalangnya yang lebih besar, mereka juga lebih agresif. Tim ahli bahkan digigit belalang selama inspeksi.

Yunnan Dali telah menyiapkan 15,5 ton obat pencegahan dan pengendalian, 162 peralatan pencegahan dan kontrol, 18 tim profesional yang terdiri dari 460 orang, dan 20 pesawat tanpa awak untuk membasmi belalang.

CCTV melaporkan bahwa begitu belalang gurun pecah, ia akan secara langsung mengancam produksi pertanian, merusak lingkungan ekologis, mempengaruhi tatanan kehidupan normal, dan bahkan bisa memicu krisis sosial. Artinya mengancam langsung terhadap keamanan pangan.

Keterangan foto: Pada tanggal 9 Juli 2020, Biro Kehutanan dan Padang Rumput di Kota Pu’er, Yunnan membenarkan bahwa invasi belalang yang berlanjut masih serius. Hampir 100.000 hektar lahan pertanian hutan telah rusak. (RIJASOLO / AFP via Getty Images)

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), kawanan belalang berasal dari badai yang terbentuk di Laut Arab pada musim panas tahun 2018. Setelah badai menghantam negara-negara pantai, lingkungan berubah, menyebabkan koloni belalang secara bertahap terbentuk di Afrika Timur dari musim gugur ke musim dingin tahun yang sama hingga tahun 2019. Lalu menyebar ke Timur Tengah, dan secara bertahap menginvasi ke Pakistan serta India pada paruh kedua 2019.

FAO sebelumnya mengeluarkan peringatan global untuk bencana belalang padang pasir. Menurut FAO, karena kontrol awal yang buruk dari bencana belalang padang pasir, ukuran populasi belalang dapat meningkat hingga 500 kali pada Juni 2020. Bahkan  akan meningkat 64 juta kali dalam satu setengah tahun.

Belalang gurun dianggap sebagai hama migrasi paling merusak di dunia, dan dapat bergerak 150 kilometer per hari. Menurut informasi terbaru dari FAO, setiap belalang gurun makan dengan berat yang sama dengan berat tubuhnya sendiri, sekitar dua gram.

Dilaporkan bahwa kawanan belalang yang luasnya satu kilometer persegi bisa makan 35.000 ransum manusia sehari. Belalang melahap tanah pertanian. Pasar tidak memiliki apa-apa untuk dijual, dan hewan tidak memiliki apapun untuk dimakan. Sekitar 19 juta orang di Afrika timur telah menghadapi krisis kekurangan pangan.

Paya, seorang ahli pengendalian hama di FAO, mengatakan bahwa tahun 2020 adalah tahun wabah belalang.

“Kita tidak bisa menunggu sampai mati, jika tidak seluruh wilayah akan dilanda bencana belalang, yang merupakan krisis besar,” kata Paya.

Keterangan foto: Selain invasi pasukan belalang besar. Bencana belalang lokal telah terjadi di banyak provinsi. (Getty Images)

Selain invasi pasukan belalang besar, di Jilin, Hunan, Heilongjiang, Guangxi Jialin dan provinsi lainnya di Tiongkok telah menderita akibat bencana belalang lokal.

Biro Pertanian dan Pedesaan Kota Jilin  Komunis Tiongkok dan Biro Hutan dan Rumput Heilongjiang  mengeluarkan pemberitahuan darurat pada awal Juni untuk mengingatkan para petani lokal agar secara aktif mengatur departemen pertanian di semua tingkatan guna  memantau dan mengendalikan belalang.

Pemberitahuan tersebut menyatakan bahwa luas kemunculan belalang di Kota Jilin  sekitar 13,4 hektar, dengan kepadatan hingga 50 belalang ditemukan per meter persegi. 

Saat cuaca semakin panas, belalang akan menyebar dengan sangat cepat. Tanaman sangat terancam.

Ada 5 kabupaten dan kabupaten (kota) di sekitar Harbin yang telah menderita bencana belalang yang serius, dan daerah yang terkena bencana telah mencapai 24,631 hektar.

Selain itu, bencana belalang juga ditemukan di pinggiran Kota Jiamusi dan Kabupaten Huachuan. Tidak ada laporan bencana di daerah lain.

Menurut video yang diposting oleh netizen, bencana belalang juga terjadi di Hunan, sejumlah besar belalang ditemukan di Kabupaten Ningyuan, Kota Yongzhou. Tanaman di sawah, dedaunan, dan bagian depan dan belakang rumah terdapat belalang di mana-mana. Kepadatannya sangat besar.

Pada 30 Juni 2020, beberapa netizen menyampaikan kabar bahwa Kabupaten Quanzhou, sebuah daerah pertanian di Guilin, Guangxi, diserang oleh “pasukan Belalang” hanya semalam. 

Video menunjukkan bahwa bencana belalang telah menyebar, dan belalang telah muncul di Anhe, Shitang, Miaotou dan desa-desa lain dan kota-kota di Kabupaten Quanzhou, di mana Kota Shaoshui adalah yang paling terpengaruh. Hasil panen hampir habis.

Bencana belalang di Guangxi! Jika itu Belalang Gurun Afrika, ia dalam masalah! pic.twitter.com/hmgjBO3vo8

Pada 3 Juli 2020, netizen merilis sebuah video yang menunjukkan bahwa sejumlah besar belalang juga muncul di Kota Xiangyang, Provinsi Hubei dan Distrik Jiangcheng, Kota Puer, Provinsi Yunnan. 

Terbang di langit, luar biasa. Belalang ini adalah belalang lokal dan masih dalam tahap larva.

Netizen khawatir kalau dilihat dari pengalaman, ini adalah awal dari wabah belalang berskala besar. Jika tidak dikendalikan segera, konsekuensinya akan mengkhawatirkan. 

Selain itu, bencana seperti hujan deras banjir di Tiongkok Selatan, wabah virus, dan wabah pes cenderung menyebabkan kelaparan parah.

Pada 9 Juli, organisasi non-pemerintah Oxfam mengeluarkan laporan yang memperingatkan bahwa epidemi virus Komunis Tiongkok akan menjadi penghambat terakhir yang menghancurkan sistem pasokan makanan dan dapat menyebabkan sebanyak 122 juta orang kelaparan hingga menelan korban jiwa.

(Reporter Li Yun / Editor Bertanggung Jawab: Li Quan)

hui/rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular