Erabaru.net. Pemerintah melaporkan perkembangan serta penanganan corona di seluruh wilayah Indonesia. Laporan per Minggu (12/07/2020) sebanyak 1.681 orang, sehingga saat ini totalnya adalah menjadi 75.699 orang.

“Hari ini kita lakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 22.379 spesimen, sehingga total spesimen yang telah kita periksa 1.061.367 spesimen. Dari jumlah ini kita mendapatkan penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 1.681 orang, sehingga saat ini totalnya adalah menjadi 75.699 orang,” kata Yuri dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta.

Laporan itu dari Gugus tugas tingkat kabupaten kota Provinsi dan selanjutnya berada di pusat, termasuk dari semua laboratorium yang melaksanakan pemeriksaan spesimen dengan menggunakan real time PCR atau menggunakan TCM yang dihimpun dengan all record.

Yuri merinci, kasus konfirmasi positif di Jawa Timur yakni 518 kasus baru dan 207 sembuh, kemudian DKI Jakarta 404 kasus baru dan 160 sembuh, Sulawesi Selatan 173 kasus baru dan 107 sembuh. Sedangkan Kalimantan Selatan 77 kasus baru dan 107 sembuh, Jawa Tengah 70 kasus baru dan 30 sembuh. Adapun Papua 63 kasus baru dan 7 sembuh, Jawa Barat 50 kasus baru dan 10 sembuh.

Adapun 17 provinsi  lainnya melaporkan penambahan kasus di bawah 10, bahkan ada 5 provinsi yang tidak ada kasus baru sama sekali diantaranya adalah Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Timur.

Yuri menjelaskan, beberapa daerah melaporkan kasus sembuh yang lebih tinggi dibanding dengan kasus konfirmasi baru di antaranya Bali hanya melaporkan 48 kasus baru  dan 59 yang sembuh, Banten 12 kasus baru dengan 50 sembuh, Maluku 10 kasus baru dengan 25 sembuh. Sedangkan Kalimantan Barat 3 kasus baru dan 12 sembuh, Sulawesi Tenggara 2 kasus baru serta 5 sembuh. Adapun di Jambi tanpa ada penambahan kasus baru dan melaporkan 9 sembuh.

“Sehingga total kasus sembuh pada hari ini yang kita terima adalah 919 orang akumulasi total sembuh adalah menjadi 35.638 orang,” imbuh Yuri.

Lebih jauh mantan dokter militer itu mengatakan, kasus baru yang dilaporkan sebagian besar adalah dari hasil tracing yang dilakukan secara masif dari kontak dekat kasus terkonfirmasi positif. Sehingga secara keseluruhan sebagian besar kasus baru yang didapatkan adalah kasus baru  tidak ada indikasi untuk dirawat di rumah sakit.

“Ini yang menjadi penting untuk dipahami, artinya bahwa saudara-saudara kita yang terkonfirmasi positif saat ini harus melaksanakan karantina secara ketat, karantina mandiri secara ketat, agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang yang lain,” terangnya.

Adapun,  kasus meninggal bertambah 71 orang sehingga totalnya menjadi 3.606 orang. Hingga kini, sebanyak 460 kabupaten/kota terdampak di 34 provinsi. Kini, orang dalam pemantauan dipantau dengan ketat selama 14 Hari sebanyak 34.486 orang dan pasien dalam pengawasan berjumlah 14.515 orang. (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular