Ntdtv.com- CNN melaporkan bahwa pada 10 Juli 2020 lalu bahwa Amy Rapkiewicz, kepala Departemen Patologi di NYU Langone Medical Center Universitas New York, menerima wawancara untuk program TV “Erin Burnett OutFront.”

Dalam wawancara itu, Amy Rapkiewicz mengatakan bahwa sebelumnya diketahui bahwa pasien pneumonia Komunis Tiongkok tertentu akan memiliki masalah trombosis, tetapi tingkat dan cakupan sebenarnya sangat mengkhawatirkan.

Menurut Amy Rapkiewicz, pada tahap awal wabah, dokter telah memperhatikan bahwa pasien memiliki banyak gumpalan darah di pembuluh darah dan berbagai pembuluh darah besar.

“Tetapi kami melihat penyebaran situasi ini selama pembedahan. Gumpalan darah tidak hanya di pembuluh darah besar dan pembuluh mikro juga ada,” kata Amy Rapkiewicz.

“Situasi ini benar-benar mengkhawatirkan, karena meskipun kita mungkin mengharapkan trombosis di paru-paru, itu ditemukan selama penelitian anatomi bahwa hampir setiap organ memiliki trombus,” tambah Rapkiewicz.

Laporan penelitian itu diterbitkan dalam “Kedokteran Elektronik/EClinicalMedicine”, sebuah sub-jurnal dari jurnal medis internasional “The Lancet”, yang diterbitkan pada akhir Juni lalu.

Rapkiewicz mengatakan bahwa membedah tubuh pasien membantu dokter memahami bagaimana virus Komunis Tiongkok memengaruhi tubuh manusia.

Mereka juga menemukan dalam anatomi bahwa makrokaryocytes (Megakaryocytes) atau yang disebut sel sumsum tulang besar dalam kondisi abnormal, biasanya sel-sel ini tidak akan muncul di tulang atau paru-paru.

“Kami menemukan jenis sel ini di jantung, ginjal, dan hati, terutama jantung. Sel-sel Megakaryocytes menghasilkan sesuatu yang berkaitan erat dengan pembekuan darah, yang disebut trombosit,” kata Amy Rapkiewicz. (hui/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular