Epochtimes.com- Media Korea Selatan melaporkan bahwa Park Won-soon, walikota Seoul , Korea Selatan, menghilang pada tanggal 9 Juli 2020 lalu. Pihak keluarganya melaporkan masalah tersebut pada sore hari. 

Park Won-soon, berusia  64 tahun, juga seorang pengacara hak asasi manusia. Dia termasuk dalam partai berkuasa “Partai Demokrat.”  Park Won-soon diperkirakan akan bersaing untuk pemilihan presiden Korea Selatan tahun 2022 mendatang.  

Polisi Seoul melakukan pencarian besar-besaran, mengirim dua skuadron dan tim kriminal dengan total hampir 400 orang, ditambah drone dan anjing pelacak polisi. Dua perusahaan telekomunikasi diminta untuk menyelidiki informasi posisi akhir ponsel. 

Kantor Berita Yonhap melaporkan bahwa polisi Seoul memeriksa monitor dan mendapati  Park Won-soon muncul di daerah Seongbuk-dong. Sinyal telepon seluler sebelum penutupan terletak di Seongbuk-dong, jadi polisi mencari di sekitar daerah Kichijoji, Taman Wolong, dan Gunung Beiyue. 

Brigade Pemadam Kebakaran Seoul juga mengirim tim penyelamat khusus untuk bergabung dengan pelacakan. Polisi terus melacak sampai malam hari. Akhirnya mayat Park Won-soon  ditemukan pada larut malam. 

Keterangan foto: Pada 9 Juli 2020, walikota Seoul menghilang, dan polisi menemukan mayatnya larut malam.(Korea.net / Layanan Informasi dan Kebudayaan Korea – Jeon Han)

Sebelumnya dilaporkan bahwa polisi Korea Selatan menemukan mayat Park Won-soon di Taman Wolong di gerbang belakang Universitas Sungkyunkwan sekitar pukul 20.00 malam waktu setempat. Penyebab kematiannya tidak diketahui.

Sebelum menemukan mayat Park Won-soon, polisi mengirim drone dan anjing polisi untuk fokus mencari di sekitar Kuil Kichijoji di Seongdong, Seoul, dimana ponselnya terakhir mengirim sinyal.

Namun, polisi kemudian mengklarifikasi bahwa laporan itu tidak benar, operasi pencarian berlanjut. Larut malam, baru dipastikan bahwa tubuh Park Won-soon telah ditemukan.

 

Puteri Park Won-soon melaporkan kasus tersebut pada pukul 17:17 waktu setempat. Menurut keterangannya,  Park Won-soon meninggalkan rumah sekitar 4 atau 5 jam sebelumnya dan meninggalkan pesan wasiat, hingga panggilan telepon tidak dijawab.

Investigasi polisi mengungkapkan bahwa Park Won-soon meninggalkan rumah walikota Jiahuidong, Distrik Zhonglu sekitar 10:40 pada tanggal 9 Juli 2020, membawa ransel hitam dan mengenakan pakaian gelap.

Sekitar waktu yang sama, Pemerintah Metropolitan Seoul mengirim pesan untuk memberitahu wartawan bahwa semua perjalanan dibatalkan “karena force majeure.”

Menurut pemerintah Metropolitan Seoul, Park Won-soon membatalkan semua perjalanan pada tanggal 9 Juli karena kesehatan yang buruk dan tidak pergi bekerja. 

Kota Seoul mengumumkan pukul 10:40 pada tanggal 9 Juli lalu, bahwa Park Won-soon membatalkan jadwal hari itu karena karena alasan pribadi.

Editor yang bertanggung jawab: Li Rui

hui/rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular