Epochtimes, oleh Xu Jian- Ahli virologi wanita Tiongkok Yan Limeng sudah tiba di Amerika Serikat. Ia diwawancarai oleh media Amerika pada 10 Juli, ungkapannya tentang komunis Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bekerja sama untuk menyembunyikan fakta tentang epidemi komunis Tiongkok atau pneumonia Wuhan mengejutkan masyarakat dunia.

The Sunday Post mengutip ucapan Steve Bannon pada 12 Juli 2020, melaporkan bahwa beberapa ahli virologi Tiongkok telah melarikan diri ke Barat dari Institut Penelitian Virus Wuhan dan lembaga terkait lainnya. Tak lain untuk bekerja sama dengan agen intelijen Barat dalam upaya menyiapkan tuntutan hukum terhadap komunis Tiongkok.

Steve Bannon mengatakan bahwa tindakan membocorkan virus kemudian menutupi-nutupi fakta sama dengan pembunuhan berencana. Jika mereka mengatakan hal yang sebenarnya pada minggu terakhir bulan Desember tahun lalu, 95% nyawa yang melayang dan pembantaian ekonomi akan dapat dikendalikan.

“Saya tahu bahwa beberapa peneliti yang lari dari daratan Tiongkok sedang bekerja sama dengan bagian penyelidikan FBI untuk menemukan kebenaran tentang Lembaga Penelitian Virus Wuhan”. Bannon mengatakan bahwa Lembaga Penelitian Virus Wuhan beroperasi dalam sistem yang buruk dan nyaris tanpa pengawasan.

Bannon juga mengatakan bahwa para ilmuwan Tiongkok yang tulus ini, bekerja dengan agen-agen intelijen di Amerika Serikat, Eropa dan Inggris. “Mereka belum bertemu dengan media, tetapi orang-orang di laboratorium Wuhan dan laboratorium lain telah datang ke masyarakat Barat dan menyerahkan bukti kejahatan komunis Tiongkok. Saya pikir masyarakat (setelah melihat bukti) akan terkejut”.

Bannon mengatakan, sejak pertengahan bulan Februari, para ahli yang terkait dengan laboratorium telah mulai meninggalkan daratan Tiongkok dan Hongkong. Adapun (Badan intelijen AS) sedang bersama intelijen Inggris MI5 dan MI6 untuk mempersiapkan proses hukum untuk tuntutan”. Bannon juga mengatakan : “Ini butuh waktu, tidak seperti 007 (sangat cepat)”.

Bannon juga membandingkan laboratorium Wuhan dengan pangkalan biologis Chernobyl, dan komunis Tiongkok menyembunyikan fakta epidemi mirip dengan apa yang dilakukan oleh Uni Soviet dahulu.

Bannon juga mengisyaratkan bahwa pemerintah Prancis yang pada waktu lalu membantu komunis Tiongkok mendirikan laboratorium Wuhan meninggalkan sistem operasi dan pengawasan laboratorium. Menurut Bannon, “Laboratorium ini dibangun dengan bantuan Prancis, jadi jangan berpikir tidak ada fasilitas pengawasan di dalam. Saya pikir Anda pun akan menemukan bahwa eksperimen yang dilakukan oleh orang-orang itu (merujuk pada ilmuwan Tiongkok) tidak sepenuhnya mendapatkan wewenang atau mereka sebenarnya tidak tahu apa yang sedang dilakukan”.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan The Sunday Post, Steve Bannon juga mendesak Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk mendesak Huawei keluar dari pasar jaringan 5G Inggris. (Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular