Epochtimes.com- Laporan yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications itu, menyatakan bahwa ibu dan janin dalam kandungan seorang ibu di Prancis dinyatakan positif terinfeksi virus komunis Tiongkok atau Covid-19. Itu menunjukkan bahwa virus mampu menembus plasenta dan menginfeksi bayi dalam rahim.

Seorang wanita dibawa ke rumah sakit Prancis pada bulan Maret lalu dengan gejala demam dan batuk parah. Bukti genetik coronavirus terdeteksi dalam darah, swab nasofaring dan vagina. Dokter memutuskan proses kelahiran bayi dilakukan dengan operasi caesar.

Tes itu juga mendeteksi SARS-CoV-2 pada bayi baru lahir. Beberapa hari setelah kelahiran, bayi juga mengalami komplikasi neurologis, termasuk kontraksi otot yang tidak teratur. Virus komunis Tiongkok atau bakteri lain yang terdeteksi dalam cairan serebrospinal bayi menunjukkan negatif. 

Pada hari ke 11 setelah lahir, Hasil Magnetic resonance imaging (MRI) pada area materi putih otak bayi menunjukkan ada kelainan tertentu.

Keterangan foto: Sebuah tim peneliti Prancis melaporkan bahwa setelah ibu terinfeksi Covid-19 dalam tiga bulan terakhir kehamilan, janin dalam kandungan juga dapat tertular melalui plasenta. (Shutterstock)

Analisis plasenta menunjukkan bahwa tingkat virus komunis Tiongkok jauh lebih tinggi daripada tingkat virus yang ada dalam darah ibu atau anak atau cairan ketuban yang utuh sebelum janin lahir. Ini menunjukkan kepada para peneliti bahwa virus itu mampu menembus plasenta dan menginfeksi bayi dalam rahim.

Ibu itu diperbolehkan keluar rumah bersalin, 6 hari setelah melahirkan dan dalam kondisi baik. Bayi dipulangkan 18 hari kemudian. Para peneliti melaporkan bahwa setelah sekitar 2 bulan, kondisi neurologis bayi tersebut menunjukkan tanda membaik dan dapat melangsungkan pemeriksaan klinis normal.

Peneliti lain menggambarkan kemungkinan penyebaran Covid-19 sebelum atau setelah kelahiran. Penulis jurnal Nature Communications menyebutkan bahwa kasus-kasus ini memiliki masalah yang belum terselesaikan, seperti belum jelasnya jalur penularan virus.

Laporan itu menyebutkan bahwa penting untuk memahami bagaimana SARS-CoV-2 atau virus komunis Tiongkok ditransmisikan untuk mencegah terinfeksinya janin, mengoptimalkan manajemen kehamilan dan pada akhirnya lebih memahami biologi SARS-CoV-2.  (sin/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular