Ntdtv, oleh Hong Ning, Li Yun, Zhou Tian- Dinas Pengendalian Banjir Provinsi Anhui pada 13 Juli 2020 mengatakan bahwa ketinggian air di stasiun pertemuan utama Sungai Yangtze-Anhui dan stasiun Datong semua melebihi tingkat peringatan. Diprediksi ketinggian air masih akan terus meningkat. Tingkat air sungai, danau dan waduk di kota Tongling telah meningkat dengan cepat, dan situasinya sangat gawat.

Pada 12 Juli 2020 lalu, sebuah video yang diposting online oleh warga desa di Kotapraja Xuba, Tongling, Provinsi Anhui menunjukkan fenomena eksodus. Sejumlah besar warga membantu para lansia dan anak-anak kecil untuk naik perahu di dermaga. Mereka terlihat hanya membawa beberapa keperluan sehari-hari.

Netizen yang memposting video itu mengeluhkan, ini  fenomena yang hanya muncul di film-film bencana. Tidak terlihat ada ekspresi harapan di wajah warga desa itu kecuali perasaan bingung dan cemas.

Wang Min, seorang warga Desa Yiguan mengatakan, mereka sudah dievakuasi menuju lokasi penampungan yang berada di tempat ketinggian pada 13 Juli sore. Akan tetapi persediaan mereka terbatas.

Wang Min mengatakan, “Baik penduduk yang berada di lokasi penampungan atau petugas dari dinas banjir sangat membutuhkan persediaan seperti air mineral, obat nyamuk, payung, jas hujan, lampu senter, tenda dan lainnya.”

Sejak 14 Juli pukul 0:00 tak seorang pun kecuali petugas pengendalian banjir yang diizinkan untuk masuk lagi ke desa karena permukaan air masih naik.

“Hujan mungkin masih terus turun selama periode ini, curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir besar. Tampaknya tren kenaikan permukaan air masih tinggi. Situasinya masih sangat parah,” kata Wang Min.

Wang Min mengatakan, “Jika permukaan air terus naik, satu-satunya jalan adalah dengan menjebol tanggul yang berada di hulu Sungai Yangtze.”

Hingga 12 Juli pukul 11, penduduk di provinsi Anhui yang terkena dampak banjir mencapai 2,16 juta jiwa, dan 385.000 orang terpaksa dievakuasi. Departemen meteorologi memperkirakan bahwa masih akan ada hujan lebat dan badai turun di kota Tongling pada minggu mendatang.

Pihak berwenang dari Dinas Pengendalian Banjir pada 11 Juli telah menaikkan status tanggap darurat, dari siaga tingkat dua ke satu. Provinsi tersebut memasuki kondisi siaga “perang melawan banjir”.

Jiujiang, Jiangxi, mengeluarkan pemberitahuan darurat bahwa para warga yang berusia 18-65 tahun di Kota Jiangzhou diharapkan dapat menjadi tenaga tumpuan dalam menanggulangi banjir yang melanda. Sisanya harus dievakuasi sebelum 13 Juli. 

Sejumlah besar warga korban banjir Danau Poyang, Jiangxi juga segera dievakuasi ke tempat aman.

Video menunjukkan bahwa suatu tempat menggunakan radio untuk memberitahu warga  bahwa situasi pengendalian banjir sangat serius. Mereka diharapkan secepatnya mengemas dan memindahkan barang masing-masing ke rumah kerabat atau teman.

Menurut sebuah mdia resmi, tercatat hingga 12 Juli pukul 12:00, banjir telah menyebabkan korban 37,89 juta warga di 27 provinsi, seperti Jiangxi, Anhui, Hubei, dan Hunan.

Sementara 2,25 juta orang dievakuasi darurat, dan 28.000 rumah ambruk. Data korban jiwa masih menjadi teka-teki. (sin/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular