Epochtimes, oleh Zhang Yufei- Sudah hampir dua bulan sejak laporan pertama kematian gajah yang tidak dapat dijelaskan di sekitar sumber air pada bulan Mei tahun ini, tetapi para ahli dan pencinta lingkungan masih bingung karena gajah tampaknya bukan terbunuh karena perburuan gading.

Direktur Penyelamatan Taman Nasional Inggris, Dr. Niall McCann, mengatakan kepada CNN bahwa kematian gajah dalam skala besar seperti itu “mengerikan”. McCann menekankan perlu mencari tahu kebenarannya. Mungkin ada banyak penyebab kematian, dari parasit gajah hingga virus Komunis Tiongkok atau pneumonia Wuhan, sampai penyebab sebenarnya kematian dapat ditentukan.

McCann berkata: “Saya ingin menekankan bahwa ini dapat menjadi krisis kesehatan masyarakat.”

Menurut Reuters, sejauh ini, kematian gajah sebagian besar telah terkonsentrasi di Delta Okavango, di mana sekitar 18.000 gajah hidup.

Botswana adalah negara yang memiliki jumlah gajah terbesar di daratan yang terkurung Afrika.Negara itu memiliki 130.000 ekor gajah. Pemerintah setempat sedang memeriksa mayat gajah untuk menentukan penyebab kematiannya. Saat ini, tampaknya hanya gajah yang terserang penyakit misterius ini, karena spesies lain di daerah di mana gajah mati tidak terpengaruh.

Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Sumber Daya Alam, Kementerian Konservasi Alam, dan Administrasi Pariwisata negara setempat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah mengirim sampel gajah mati ke Zimbabwe, Afrika Selatan, dan Kanada. Pada saat ini sedang menunggu hasil uji lebih lanjut dari sampel, tetapi hasil pendahuluan setiap penyakit yang diketahui telah dikesampingkan.

Menurut laporan pemerintah yang dikutip oleh Reuters, kesehatan beberapa gajah yang selamat, mereka  terlihat lemah.

Laporan itu menyebutkan : “Beberapa gajah hidup yang kami amati terlihat lemah, lesu, dan kurus. Beberapa gajah tampak tidak bisa menentukan arah, mengalami kesulitan berjalan, dan menunjukkan tanda-tanda kelumpuhan atau kepincangan parsial.”

Laporan itu menambahkan :  ” Salah satu seekor gajah berjalan mondar-mandir dalam lingkaran. Meskipun didorong oleh anggota kawanan lainnya, ia masih tidak dapat mengubah arah. “

Mmadi Reuben, kepala petugas kesehatan hewan dari Botswana Wildlife and National Park Service, mengatakan kepada Reuters bahwa fenomena ini seharusnya disebabkan oleh virus, vegetasi, kekurangan gizi setelah kekeringan tahun lalu, atau antraks. Ia mengatakan, tidak ada kematian gajah yang serupa yang dilaporkan di bagian lain Afrika selatan. Penduduk setempat diminta menjauhi mayat gajah.

Menurut Ruben, pihaknya tidak berurusan dengan hal yang biasa. Penyebab kematian tampaknya masih misterius. 

Tahun lalu, Botswana memutuskan untuk mencabut larangan berburu gajah yang dikeluarkan pada 2014. Akan tetapi langkah itu dikutuk oleh masyarakat internasional. Oleh karena itu, kemungkinan perburuan liar tidak dikesampingkan. Pasalnya, geng-geng kriminal seringkali lebih dulu meracuni gajah daripada menembak mereka secara langsung. Kasus ini sudah umum diketahui oleh masyarakat.  

Karena banyak bangkai gajah masih ditemukan di semak-semak, para ahli khawatir ini akan menarik geng kriminal dan penyelundup gading untuk mengambil tindakan, sehingga mereka juga dapat terinfeksi potensial dari bakteri kematian gajah.

McCann menekankan bahwa sekarang penting untuk menentukan alasan sebenarnya untuk kematian sejumlah besar gajah, karena hilangnya gajah di Botswana telah “memiliki dampak signifikan pada skala global.”

Para ahli percaya bahwa sebelum penyebab kematian ditentukan di Botswana, kematian gajah-gajah ini, seperti yang dikhawatirkan orang, bukan hanya bencana bagi konservasi gajah, tetapi berikutnya juga menjadi krisis kesehatan publik.  (Hui/asr)

Editor yang bertanggung jawab: Gao Jing #

Video Rekomendasi

Share

Video Popular