- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Internal Partai Komunis Tiongkok Panik, Gara-gara Anggota Partainya dan Keluarga Dibatasi Masuk ke Amerika Serikat

Epochtimes, oleh Luo Ya- Baru pertengahan Juli 2020 lalu, Partai Komunis Tiongkok mengalami pukulan fatal secara silih berganti. Peristiwa langka saat media Komunis Tiongkok meneruskan laporan media asing terkait Pemerintah Amerika Serikat yang sedang mempertimbangkan larangan total bagi anggota Partai Komunis Tiongkok dan keluarganya berkunjung ke Amerika Serikat. 

Menurut pengacara Tiongkok,  langkah Amerika Serikat itu bagaikan memotong jalan hidup bagi pejabat Partai Komunis Tiongkok, dan menyebabkan gelombang kepanikan anggota partai. Langkah Amerika Serikat itu memicu gelombang pengunduran diri dari keanggotaan Partai Komunis Tiongkok.

Laporan “the paper.com” Tiongkok, edisi 16 Juli lalu menerbitkan sebuah berita yang tidak biasa. The New York Times mengutip sumber dalam yang mengetahui hal itu mengatakan, bahwa administrasi Trump sedang mempertimbangkan larangan total terhadap anggota Partai Komunis Tiongkok dan keluarga mereka berkunjung ke Amerika Serikat. Lalu apakah benar? 

Terkait masalah itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo hanya mengatakan: “Kami melawan balik Partai Komunis Tiongkok sesuai dengan instruksi Presiden Trump, apakah itu dari sisi perdagangan atau ekonomi dan sebagainya. “

Menurut Pompeo, Amerika sedang mencari cara yang tepat, dan ingin memastikan bahwa cara ini mencerminkan nilai-nilai tradisional Amerika Serikat. 

Tindakan Amerika Serikat Memicu Kepanikan di dalam Tubuh Partai Komunis Tiongkok

Sejak bulan Juli ini, serangkaian tindakan pemerintah Amerika Serikat terhadap komunis Tiongkok telah sampai mengeluarkan “Undang-Undang Xinjiang” dan “Undang-Undang Otonomi Hong Kong” untuk membekukan aset para pejabat Partai Komunis Tiongkok di luar negeri. 

Itu terkait pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan penerapan “Undang-Undang Keamanan Nasional” versi Hong Kong di Hong Kong. Selain itu juga membatasi mereka memasuki Amerika Serikat.

Salah satu program keuangan paling populer di dunia berbahasa Mandarin, caijinglengyan.com mengabarkan di medianya, bahwa Amerika Serikat bermaksud mengaktifkan pembatasan masuk ke Amerika pada semua anggota Partai Komunis Tiongkok. Itu adalah perpanjangan dari kebijakan di atas, dengan cakupan yang lebih besar dan luas.

Situs caijinglengyan.com mengutip data yang mengatakan, “70% dari anak-anak pejabat Partai Komunis Tiongkok di atas tingkat departemen, studi di negara Barat. Dapat dikatakan bahwa anti-Amerika adalah pekerjaan, dan pergi ke Amerika adalah untuk kehidupan. Ini adalah norma dari Tiongkok, dan itu telah membangkitkan antipati masyarakat Tiongkok.

Menurut situs itu, langkah Amerika Serikat itu akan memicu ledakan pengunduran diri dari keanggotaan dalam tubuh Partai Komunis Tiongkok. Terlihat, kata kunci untuk ‘mundur dari partai’ di mesin pencari Google melonjak tajam.

Dari kata kunci ini dapat dilihat bahwa banyak anggota partai komunis Tiongkok masih sangat khawatir tentang apakah mereka dan keluarga mereka bisa berkunjung ke Amerika Serikat. Mungkin mereka harus membuat pilihan antara Amerika atau Komunis Tiongkok.

Saat  ini, beberapa anggota partai dalam lingkaran Partai Komunis Tiongkok tidak tenang dan mulai cemas. 

Seseorang memperkenalkan guru wanita di Beijing kepada seorang teman pria warga Amerika keturunan Tionghua. Dia adalah anggota partai dan khawatir akan gagal. Tampaknya langkah Trump ini jauh lebih mematikan daripada senjata konvensional!

Seorang pengacara hak asasi manusia di daratan Tiongkok mengatakan kepada The Epoch Times, bahwa Amerika Serikat memiliki banyak cara untuk memberi sanksi kepada Partai Komunis Tiongkok, termasuk secara politik atau ekonomi.

Akan tetapi yang paling membuat panik anggota Partai Komunis Tiongkok adalah membatasi mereka ke Amerika Serikat. 

Pasalnya negara-negara otoriter, termasuk Tiongkok, lebih suka mengirim anggota keluarga mereka, termasuk selir atau simpanan dan anak-anak, serta kekayaan yang diperoleh dari korupsi ke negara-negara Barat yang dipimpin Amerika Serikat. 

Mereka telah mempersiapkan untuk melarikan diri sebelum Partai Komunis Tiongkok runtuh. “Langkah Amerika Serikat ini telah memotong jalan hidup pejabat Partai Komunis Tiongkok, karena itu mereka paling cemas dengan langkah Amerika itu,” kata pengacara HAM Tiongkok.

Seorang pemuda di Tiongkok yang berencana studi di Amerika Serikat mengonfirmasi kepada reporter the Epoch Times, bahwa ia khawatir tidak akan bisa studi di Amerika Serikat akibat kebijakan itu.

 “Karena ayah saya adalah seorang pejabat Partai Komunis Tiongkok, paspornya telah disita, dan tidak bisa pergi ke luar negeri dengan bebas. Kecuali mengajukan permohonan ke organisasi,” kata pemuda itu.  

Dia kebingungan karena hubungan antara dirinya dan orang tuanya. Dia berharap ayahnya keluar dari keanggotaan Partai Komunis Tiongkok.

Partai Komunis Tiongkok telah kehilangan dukungan dalam masyarakat Tiongkok sendiri.

Dalam konferensi pers reguler hari itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying mengatakan “betapa menyedihkannya” Amerika Serikat.

“Sebagai negara paling kuat di dunia, apa yang tersisa dari Amerika Serikat? Apa kesan yang dia tinggalkan di dunia?” tanya Hua Chunying.

Wu Texiang, seorang komentator media independen di Tiongkok, mengatakan bahwa respon Hua Chunying tidak marjinal. Sebagai negara paling kuat di dunia, Amerika Serikat tidak hanya memiliki kekuatan nasional yang kuat, tetapi juga kebebasan dan hak asasi manusia serta keamanan yang tidak bisa dinikmati di wilayah yang dikuasai Partai Komunis Tiongkok. Selain itu juga pemisahan yang rasional dengan kekuasaan totaliter yang otoriter.

Sedangkan Partai Komunis Tiongkok yang mengklaim sebagai partai terbesar di dunia. Tidak punya cita-cita, tidak bermoral, tidak ada harapan publik.

“Lantas apa yang tersisa sekarang? Citra seperti apa yang akan Anda tinggalkan dalam sejarah panjang?” tanya Wu Texiang. 

Wu Texiang menilai Amerika Serikat melarang masuknya anggota Partai Komunis Tiongkok dan keluarganya ke Amerika Serikat, disambut baik oleh semua netizen Tiongkok, termasuk banyak “Little pink” yakni kaum muda Tiongkok yang cinta Partai dan negara komunis Tiongkok. 

Menurut mereka, langkah Amerika  itu membantu menindak pejabat korup yang memindahkan aset dan anggota keluarga mereka ke Amerika Serikat. Mereka bahkan berharap Amerika Serikat membekukan aset orang-orang itu di Amerika Serikat. 

Ini sepenuhnya menunjukkan bahwa birokrasi Partai Komunis TIongkok telah benar-benar kehilangan dukungan di kalangan rakyat Tiongkok. Kebohongan yang angkuh benar-benar telah runtuh sepenuhnya.

Demikian berita ET News hari ini. Terima kasih telah menonton, dan silakan subscribe dan bagikan ke teman-teman Anda. Jika Anda memiliki opini, silakan beri komentar di channel ini. Sampai jumpa. 

Editor : Lin Shiyuan

Johny/ rp 

Video Rekomendasi