Ntdtv.com- Lebih dari 2.200 orang penduduk Bolivia yang jumlahnya sekitar 11 juta jiwa telah meninggal dunia karena virus komunis Tiongkok. Pihak kepolisian Bolivia baru-baru ini menemukan lebih dari 400 jenazah di jalanan dan rumah-rumah warga, dimana 85% diyakini telah meninggal karena terinfeksi virus komunis Tiongkok. 

Selain itu, 4 orang anggota kabinet juga dilaporkan terinfeksi virus komunis Tiongkok dan sedang menerima perawatan hanya beberapa hari setelah Presiden Bolivia terinfeksi dan menjalani karantina di rumah.

Ivan Rojas, Kepala Kepolisian Nasional Bolivia pada 21 Juli 2020 lalu mengatakan bahwa lebih dari 400 jenazah ditemukan di jalanan dan rumah warga selama tanggal 15 Juli hingga 20 Juli ini. Diyakini 85% diantaranya meninggal akibat terinfeksi virus komunis Tiongkok. Sementara warga lainnya meninggal karena berbagai penyebab, seperti penyakit atau perilaku kekerasan.

Menurut Ivan Rojas, total ada 191 jenazah ditemukan di wilayah metropolitan Cochabamba, dan 141 jenazah lainnya ditemukan di ibukota administratif La Paz. Selain itu, 68 jenazah  ditemukan di Santa Cruz.

Santa Cruz adalah kota terbesar di Bolivia dan daerah yang paling parah terkena dampak epidemi. Jumlah orang yang terinfeksi di kota itu menyita hampir setengah dari 60.000 lebih kasus infeksi di negara itu.

Kantor Epidemiologi Nasional menyatakan bahwa kasus yang dikonfirmasi di Cochabamba dan La Paz meningkat sangat cepat.

Ketua Bolian Football Federatio (FBF) atau Federasi Sepakbola Bolivia yang berusia 58 tahun, Cesar Salinas,  dikabarkan terinfeksi virus komunis Tiongkok, dan meninggal dunia pada 19 Juli. Cesar Salinas juga menjabat ketua tim sepak bola terkuat La Paz yang berusia satu abad ‘The Strongest’.

Ines Quispe, isteri Cesar Salinas yang menjabat sebagai direktur tim yang sama, juga dinyatakan positif terinfeksi.

Menteri Ekonomi Bolivia pada 12 Juli menjalani tes virus dengan hasil positif terinfeksi. Ia menjadi anggota kabinet keempat yang terinfeksi menyusul panglima angkatan bersenjata, gubernur bank sentral, dan menteri kehakiman. Selain itu, Presiden Interim Jeanine Anez juga sedang menjalani karantina mandiri.

Demikian berita ET News hari ini. Terima kasih telah menonton, dan silakan subscribe channel ini dan bagikan ke teman-teman Anda. Jika Anda memiliki opini, silakan beri komentar di bawah ini. Sampai jumpa. (sin/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular