Ntdtv, oleh Luo Tingting- Kementerian Kehakiman Amerika Serikat menyatakan bahwa keempat anggota militer komunis Tiongkok menyembunyikan identitas mereka dan mengajukan permohonan visa penelitian untuk memasuki Amerika Serikat.  Hal itu dinyatakan dalam konferensi pers pada 23 Juli 2020 lalu.  

Dikatakan bahwa ini adalah contoh lain dari niat Partai Komunis Tiongkok yang berusaha menyalahgunakan masyarakat Amerika Serikat dan institusi akademiknya yang terbuka.

Kasus-kasus ini hanyalah bagian kecil dari upaya komunis Tiongkok yang terus menerus secara diam-diam mengirim personel penelitian ilmiah militer ke Amerika Serikat. FBI telah menginterogasi tersangka yang diduga menyembunyikan identitas militer komunis Tiongkok di 25 kota di seluruh negeri.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada 29 Mei mengumumkan bahwa Amerika Serikat mulai 1 Juni 2020 membatasi militer komunis Tiongkok menyalahgunakan program studi dan penelitian bagi non-imigran untuk memasuki Amerika Serikat. 

Dikuatkan lagi oleh pernyataan Sekretaris Negara Mike Pompeo pada 1 Juni lalu.

“Kami tidak mengizinkan Republik Rakyat Tiongkok yang demi mencapai tujuan militer mereka kemudian secara ilegal memperoleh teknologi dan kekayaan intelektual kita melalui lembaga akademik dan fasilitas penelitian yang dimiliki oleh Amerika Serikat.”

Laporan BBC menyebutkan, dari keempat orang agen mata-mata militer komunis Tiongkok itu, Wang Xin, telah ditangkap di Bandara Los Angeles pada 7 Juni lalu. Di bawah interogasi Badan Pabean dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat, Wang Xin mengakui bahwa ia masih anggota militer  aktif dan bekerja di laboratorium universitas militer. Namun, visanya tertulis ia telah pensiun pada tahun 2016.

Kedua agen lainnya, seorang wanita bernama Song Chen dan pria bernama Zhao Kaikai, tertangkap oleh anggota FBI pada 18 Juli. Song Chen masuk Amerika Serikat pada tahun 2018 dengan menggunakan visa J-1, sebagai sarjana tamu  di Universitas Stanford. Ketika mengajukan permohonan visa, dia mengaku pernah bekerja di Rumah Sakit Militer ‘Diaoyutai Barat’ tetapi telah berhenti.

Namun, pihak kejaksaan federal menuduh  Song Chen masih seorang anggota militer komunis Tiongkok dan bekerja untuk Rumah Sakit Umum Angkatan Udara dan Universitas Kedokteran Militer Keempat milik komunis Tiongkok. 

Song Chen adalah seorang dokter yang bertugas di Pusat Medis Khusus Angkatan Udara. Rumah sakit ini terletak di dekat Stasiun Diaoyitai Barat dari Subway Beijing, jadi disebut juga sebagai Rumah Sakit Diaoyitai Barat.

Selain itu, Song Chen pada 21 Juni telah menghapus folder bernama file “Informasi Penting untuk Mengunjungi Lembaga Pendidikan pada Tahun 2018” yang tersimpan di USB. 

Dalam file tersebut terdapat surat yang pernah ia kirimkan ke Konsulat Jenderal Tiongkok di New York yang isinya menjelaskan soal hal-hal yang berkaitan dengan perlunya untuk memperpanjang tinggal di Amerika Serikat selama 1 tahun. Dijelaskan juga, masalahnya sudah disetujui oleh pihak militer komunis Tiongkok.

Zhao Kaikai mengaku dirinya tidak pernah bergabung dengan militer komunis Tiongkok. Namun Kejaksaan Federal menuduh identitas aslinya adalah anggota peneliti militer komunis Tiongkok tingkat tinggi. 

Selain itu,  seorang wanita bernama Tang Juan  yang terlibat dalam penelitian di Universitas California, Davis, mengaku tidak memiliki hubungan dengan militer komunis Tiongkok ketika mengajukan visa J-1.

Pada 20 Juni, FBI menginvestigasi Tang Juan dan menggeledah tempat tinggalnya. Anggota FBI yang menggeledah menemukan foto diri Tang Juan yang mengenakan seragam pejabat sipil militer komunis Tiongkok. Juga menemukan konten dalam laptopnya bukti Tang yang masih aktif sebagai peneliti di Fourth Military Medical University (FMMU) atau Universitas Kedokteran Militer Angkatan Udara komunis Tiongkok. Dia mungkin masih menjadi anggota militer aktif. 

Menurut data, Tang Juan adalah peneliti rekanan di Pusat Transformasi Kedokteran Molekuler Nasional Universitas Kedokteran Militer Angkatan Udara komunis Tiongkok.

Situs berita Amerika Serikat ‘Axios’ mengutip dokumen Kejaksaan Federal yang diajukan kepada  Pengadilan Federal untuk Distrik Utara California pada 20 Juli menyebutkan bahwa, Tang Juan didakwa dengan penipuan visa pada 26 Juni, dan kemudian ia bersembunyi di Konsulat Jenderal Tiongkok di San Francisco.

Jika keempat orang anggota militer komunis Tiongkok di atas terbukti melakukan penipuan visa, mereka akan menghadapi sepuluh tahun penjara dan denda sebsar USD. 250.000. 

FBI percaya bahwa Tang Juan saat ini masih bersembunyi di dalam gedung konsulat di San Francisco, tetapi karena kekebalan diplomatik, FBI tidak dapat memasuki gedung tersebut untuk menegakkan hukum.

Dilaporkan bahwa jika penilaian FBI benar, Konsulat Jenderal Tiongkok di San Francisco menyimpan buron, maka itu adalah tindakan yang sangat provokatif yang melanggar praktik diplomatik dasar.

Kepada reporter ‘Axios’ pejabat Kehakiman Amerika Serikat mengatakan, pihaknya telah memberitahu kepada pihak konsulat komunis Tiongkok bahwa Tang Juan adalah seorang tersangka kejahatan. 

Chen Yonglin, mantan diplomat Konsulat Jenderal Tiongkok di Australia percaya bahwa menyembunyikan Tang Juan di dalam gedung Konsulat Tiongkok di San Francisco tidak diragukan lagi akan menyebabkan peningkatan ketegangan hubungan diplomatik Tiongkok dengan Amerika Serikat.

Pada 21 Juli, Konsulat Jenderal Tiongkok di Houston diharuskan tutup dalam 72 jam. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Morgan Ortagus menyatakan pada 22 Juli, bahwa Amerika Serikat mengeluarkan perintah penutupan terhadap Konsulat Jenderal Tiongkok di Houston untuk melindungi hak kekayaan intelektual Amerika Serikat dan informasi pribadi warga Amerika. 

Morgan juga menekankan bahwa Amerika Serikat tidak akan mentolerir komunis Tiongkok yang melanggar kedaulatan dan meneror rakyat Amerika Serikat.

Sementara itu menurut Senator Amerika Serikat, Rubio dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada 22 Juli lalu menyebutkan bahwa Konsulat Jenderal (Konjen)  Tiongkok di Houston merupakan garis depan kegiatan spionase komunis Tiongkok dan simpul utama kegiatan spionase komersial dan spionase pertahanan. Konjen tersebut seharusnya sudah ditutup sejak dulu.

Presiden Trump dalam siaran pers pada hari itu juga mengatakan bahwa pemerintahnya tidak menutup kemungkinan untuk menutup lebih banyak konsulat komunis Tiongkok di Amerika Serikat.

Demikian berita ET News hari ini. Terima kasih telah menonton, dan silakan subscribe channel ini dan bagikan ke teman-teman Anda. Jika Anda memiliki opini, silakan beri komentar di bawah ini. Sampai jumpa. 

sin/rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular