Ntdtv.com- Ketika Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo mengunjungi London, Inggris, ia mengatakan kepada anggota parlemen Inggris bahwa Komunis Tiongkok telah membeli Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Media Amerika Serikat “Bloomberg” melaporkan bahwa seseorang yang tahu dengan masalah ini mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo mengatakan ketika ia menghadiri pertemuan pribadi di London pada tanggal 21 Juli lalu. 

Orang itu mengaku  memiliki informasi yang dapat dipercaya dan mengetahui bahwa Komunis Tiongkok mencapai kesepakatan dengan Tedros Adhanom   yang akan membantunya menjadi pemimpin dunia. 

Kesepakatan itu juga mempengaruhi pengambilan keputusan WHO dan secara tidak langsung menyebabkan banyak orang Inggris meninggal selama epidemi virus Komunis Tiongkok.

Menurut laporan itu, tiga orang yang berpartisipasi dalam pertemuan menunjukkan bahwa Pompeo memperingatkan mereka bahwa Komunis Tiongkok memang “membeli” Direktur Jenderal Kesehatan Dunia (WHO). Namun Pompeo tidak memberikan rincian lebih lanjut, hanya mengatakan bahwa ada intelijen untuk mengkonfirmasi klaimnya.

Kedutaan Besar Tiongkok di London dan Dewan Negara Komunis Tiongkok tidak menanggapi kasus itu. Sementara WHO membantah dengan mengatakan bahwa tuduhan yang tidak berdasar.

Tuduhan akuisisi Komunis Tiongkok terhadap Tedros pertama kali diungkapkan pada tanggal 21 Juli lalu, oleh media Inggris seperti The Times dan The Daily Telegraph.

Anggota parlemen Konservatif Inggris, Iain Duncan-Smith yang juga menghadiri pertemuan itu, membenarkan bahwa Pompeo telah membicarakan masalah Komunis Tiongkok yang mengambil kendali Direktur Jenderal WHO pada Mei 2017 silam dan mengizinkan Tedros untuk terpilih.

Smith mengatakan kepada Bloomberg bahwa Pompeo dengan blak-blakan menyatakan pada pertemuan itu bahwa di bawah kepemimpinan Tedros, seluruh WHO terus mundur dan dipolitisasi. Itulah sebabnya Amerika Serikat memutuskan untuk menarik bantuan keuangannya kepada WHO. 

Sejak epidemi virus Komunis Tiongkok pecah di Tiongkok pada Desember tahun lalu, Komunis Tiongkok telah menyembunyikan epidemi tersebut. Akan tetapi Tedros Adhanom malah membela dan  memuji Komunis Tiongkok.

Sebagai contoh, pada tanggal 31 Desember tahun lalu, Taiwan mengeluarkan peringatan dini kepada WHO dan memberitahu bahwa pasien telah dikarantina, menyinggung kemungkinan penularan dari manusia ke manusia.

Akan tetapi hingga 14 Januari, papan buletin situs web WHO menyatakan bahwa tidak ada bukti penularan dari manusia ke manusia. Itu mengulangi kebohongan Komunis Tiongkok.

Pada 28 Januari tahun ini, ketika Tedros  bertemu dengan Pemimpin Tiongkok, Xi Jinping, Tedros juga sangat mengagumi Komunis Tiongkok dan tidak pernah menyebutkan kebohongan Komunis Tiongkok.

Pada tanggal 31 Januari, epidemi virus Komunis Tiongkok telah menyebar ke seluruh Tiongkok, dan berbagai negara telah mengevakuasi orang Tiongkok di luar negeri serta mengeluarkan larangan bepergian. Tedros mengatakan bahwa WHO menentang segala larangan perjalanan dan perdagangan terhadap Tiongkok.

Pada 15 Februari, Tedros mengatakan pada Konferensi Keamanan Munich di Jerman bahwa Komunis Tiongkok telah membeli waktu bagi dunia untuk mencegah dan mengendalikan epidemi. Dari tempat kelahiran virus Komunis Tiongkok, Komunis Tiongkok telah menjadi negara pertama yang memerangi epidemi.

Pada 9 Maret, WHO juga terus mengklaim bahwa mereka tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan. Pada 10 Maret, Tedros baru terpaksa mengumumkan “pandemi global.”

Kolumnis “Sunday Times”, Rebecca Myers juga menulis sebuah artikel yang beberapa diplomat mengatakan kepadanya bahwa ketika Tedros mencalonkan diri sebagai Direktur jenderal WHO pada tahun 2017, Komunis Tiongkok bekerja sangat keras untuk mendukungnya.

Komunis Tiongkok tidak hanya menggunakan kekuatan ekonomi Beijing, tetapi juga menggunakan sejumlah dana siluman untuk mencari dukungan lebih banyak negara berkembang untuk emmenangkan Tedros Adhanom.

(Dilaporkan oleh reporter Liu Minghuan / Editor yang bertanggung jawab: Wenhui)

hui/rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular