Epochtimes, Lin Yan- Pejabat senior dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Departemen Kehakiman dan agen intelijen menggelar briefing tentang penutupan Konsulat Jenderal Komunis Tiongkok di Houston, Texas pada Jumat 24 Juli 2020. Mereka mengungkapkan lebih banyak aktivitas konsulat Komunis Tiongkok di Amerika Serikat yang melanggar peraturan diplomatik. Bahkan melanggar hukum. 

Pejabat Konsulat Tiongkok di Houston Secara Langsung Memaksa Target Pemburu Rubah untuk Pulang ke Negerinya

Pejabat senior intelijen Amerika Serikat pada pertemuan tersebut mengonfirmasi tentang program berburu rubah Komunis Tiongkok. Bahkan, komunis Tiongkok sedang mencoba untuk memikat para pembangkang atau apa yang mereka sebut “buron ekonomi” di Amerika Serikat.

Pejabat itu memberikan contoh: “Perwakilan Konsulat Houston mengirim surat kepada seseorang di Amerika Serikat bagian selatan, mengatakan bahwa ayahnya mengundangnya pulang ke Tiongkok. Oleh karena itu, Houston (Konsulat Tiongkok) sangat aktif terlibat berbagai upaya pengumpulan informasi serta infiltrasi intelijen oleh pemerintah dan Komunis Tiongkok di Amerika Serikat.”

Proyek Berburu Rubah dimulai pada tahun 2014. Proyek itu diprakarsai oleh Sekretaris Jenderal Komunis Tiongkok Xi Jinping.

Penegakan Komunis Tiongkok terhadap operasi pemaksaan rahasia di AS merupakan ancaman keamanan nasional

Pejabat senior Departemen Kehakiman AS yang menghadiri pertemuan itu juga menyatakan, bahwa Konsulat Komunis Tiongkok di Houston adalah “pangkalan operasi perburuan rubah Komunis Tiongkok.”

Pejabat itu berkata ; “Ada mata-mata yang dikirim ke sini dari Tiongkok untuk memaksa para pelarian ekonomi (Komunis Tiongkok) kembali ke Tiongkok.” 

Pejabat senior Kementerian Kehakiman menjelaskan, bahwa orang-orang yang dipaksa untuk kembali ke Tiongkok adalah “lawan politik Xi Jinping, kritikus Partai Komunis dan pengungsi.” 

Pejabat itu mengatakan: “Konsulat (Komunis Tiongkok) memprakarsai operasi ini. Konsulat juga secara langsung melobi pejabat negara dan lokal dan pengusaha untuk membela kepentingan Tiongkok (Komunis Tiongkok).”

Pejabat itu menambahkan, meskipun dapat diharapkan bahwa ini adalah pekerjaan seorang diplomat, maka menjadi masalah keamanan nasional ketika beralih ke operasi pemaksaan dan rahasia.

Direktur FBI Soal tujuan Perburuan Rubah Komunis Tiongkok: Kembali ke Tiongkok atau Bunuh Diri

Pidato Direktur FBI Christopher Wray soal Tiongkok pada awal Juli juga menyebutkan tentang perburuan rubah.

Wray mengatakan: Saat ini, Komunis Tiongkok menggambarkan program Fox Hunting sebagai semacam kampanye anti-korupsi internasional, yang sebenarnya tidak demikian maksudnya. 

Sebaliknya, program Fox Hunting adalah operasi skala besar yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Xi. Pekerjaan itu mengancam, orang-orang Tiongkok yang tinggal di luar Tiongkok dan di seluruh dunia, yaitu, penentang politik, pembangkang,  kritikus yang mencoba mengungkap bagaimana Komunis Tiongkok melanggar hak asasi manusia dalam skala besar.

Disebutkan, ratusan korban ‘perburuan rubah’ yang mereka targetkan tinggal di Amerika Serikat. Banyak di antara mereka adalah warga negara Amerika atau pemegang Green Card. Upaya pemerintah Tiongkok untuk memaksa mereka kembali ke Tiongkok sangat mengejutkan.

Misalnya, jika pemerintah Komunis Tiongkok tidak dapat menemukan target ‘berburu rubah’ tertentu, maka akan mengirim utusan khusus ke rumah target di Amerika Serikat. Kemudian, menyuruh keluarganya mengirim sebuah berita? Target memiliki dua pilihan: segera kembali ke Tiongkok, atau Bunuh diri.

Apa yang akan terjadi jika target “berburu rubah” menolak untuk kembali ke Tiongkok? Di masa lalu, keluarga mereka, apakah di Amerika Serikat atau di Tiongkok, akan diancam dan dipaksa. Lebih parah lagi, mereka yang di Tiongkok bahkan akan ditangkap sebagai ancaman.

Direktur FBI berkata : “Saya ingin mengambil kesempatan untuk menjelaskan bahwa jika Anda percaya bahwa pemerintah Komunis Tiongkok menargetkan Anda dan bahwa Anda adalah calon korban program ‘Perburuan rubah’, silakan hubungi kantor FBI setempat.”

Wray mengingatkan kepada warga Amerika bahwa berhadapan dengan masalah Komunis Tiongkok, perlu ingat bahwa “Komunis Tiongkok memiliki sistem yang secara fundamental berbeda dari Amerika Serikat.” (Hui/asr)

Editor yang bertanggung jawab: Lin Yan #

Video Rekomendasi

Share

Video Popular