Epochtimes, oleh Zhang Ting- Gejolak penutupan kantor konsulat antara Amerika Serikat dengan Tiongkok membuat hubungan kedua negara kian memburuk. 

Pada hari Minggu 26 Juli lalu, para staf Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Chengdu, Tiongkok mengosongkan konsulatnya. Mereka keluar dari gedung naik sebuah bus. Para diplomat Amerika Serikat  itu pun meninggalkan gedung dan mengakhiri segala kegiatan konsulat.

Seperti pada hari Sabtu 25 Juli lalu, bagian luar konsulat Amerika Serikat di Chengdu tetap dijaga ketat oleh sejumlah petugas polisi berseragam dan dan tidak bersergam untuk mengawasi kegiatan staf konsulat dari seberang pintu gerbang.

Kendaraan umum dilarang melintasi jalan-jalan di luar konsulat, kecuali mobil polisi dan kendaraan yang digunakan oleh konsulat.

Sebuah bus yang berhenti di dalam lokasi gedung konjen Amerika Serikat di Chengdu sejak hari Sabtu sore 25 Juli lalu, berangkat keluar dari gedung pada hari Minggu pagi 26 Juli. Karena tirai di bus tertutup, tidak jelas berapa banyak orang dan siapa saja yang duduk di dalam bus. 

Sejak Jumat 24 Juli, staf konsulat Amerika Serikat mulai mengepak barang-barang dan bersiap untuk pergi. Setidaknya satu orang terlihat sedang membawa koper. Pada hari Sabtu dan Minggu itu, beberapa kendaraan pengangkut barang terlihat keluar masuk gedung konsulat.

Keterangan foto: Kendaraan pengangkut barang yang baru keluar dari gedung konjen AS di Chengdu pada 26 Juli. (Noel Celis/AFP)

Komunis Tiongkok pada hari Jumat, 24 Juli memerintahkan Konsulat Jenderal Amerika Serikat  di Chengdu untuk menghentikan kegiatan dalam waktu 72 jam, terhitung mulai hari Jumat 24 Juli. Itu berarti bahwa para staf konsulat harus dievakuasi sebelum jam 10 pagi pada hari Senin 27 Juli.

Tindakan komunis Tiongkok tersebut secara luas dianggap sebagai pembalasan Beijing terhadap perintah Amerika Serikat  menutup kegiatan Konjen Tiongkok di Houston, Amerika. Para staf konsulat Tiongkok di Houston telah dievakuasi pada 24 Juli lalu.

Sekretaris Negara Mike Pompeo mengatakan bahwa gedung konjen Tiongkok di Houston tersebut terus dijadikan sarang kegiatan mata-mata dan pencurian kekayaan intelektual milik Amerika Serikat oleh Partai Komunis Tiongkok.

Pperintah penutupan kegiatan konjen Tiongkok di Houston juga sebagai shock terapi bagi konjen-konjen Tiongkok lainnya. Sebagai peringatan agar tidak melakukan tindakan kriminal.

Para pakar mengatakan, hubungan antara Washington dengan Beijing tahun ini telah memburuk sampai titik terendah dalam beberapa dekade terakhir. Perselisihan antara kedua belah pihak berkisar dari perdagangan dan teknologi, pandemi virus komunis Tiongkok (coronavirus), klaim komunis Tiongkok atas teritorial di Laut Tiongkok Selatan atau Laut Natuna Utara hingga mengingkari komitmen internasional mereka mengenai “Satu Negara Dua Sistem” yang diberlakukan di Hongkong. (sin/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular