Ntdtv, oleh Wang Kaidi- Para CEO dari Amazon, Facebook, Apple dan perusahaan induk Google yakni Alphabet menghadiri sidang dengar pendapat jarak jauh yang diadakan Sub Komite Dewan Peradilan tentang Antitrust.

Para anggota parlemen mengeluarkan serangkaian pertanyaan tajam yang berkaitan dengan perilaku monopoli pasar, sensor jaringan internet dan menekan opini para konservatif terhadap keempat CEO perusahaan tersebut. Namun demikian, mereka menolak adanya tindakan-tindakan itu dan membela diri.

David N. Cicilline, Ketua Panel Antitrust DPR-AS mengatakan : “Mr. Pichai (CEO Google), sebagian besar orang Amerika percaya bahwa ketika mereka memulai menggunakan mesin pencarian, Google akan menunjukkan hasil yang paling relevan. Tetapi Google tampaknya menunjukkan lebih banyak dan lebih banyak lagi hasil paling menguntungkan untuk Google yakni iklan atau situs web Google sendiri”.

Komite Kehakiman DPR-AS, Ketua Perwakilan Republik Jim Jordan mengatakan : “Pada 29 Juni 2020, Amazon memblokir akun Twitch Presiden Trump setelah beliau menyatakan keprihatinan tentang tidak menyediakan dana bagi kepolisian. 4 Juni 2020, Amazon melarang sebuah buku yang mengkritik langkah-langkah penutupan yang diambil dalam menghadapi virus komunis Tiongkok (pneumonia Wuhan). Penulis adalah kritikus konservatif”.

Ken Buck, anggota parlemen secara khusus menyinggung soal mengapa perusahaan Google 2 tahun lalu, yang mana memilih untuk tidak berpartisipasi dalam proyek multi-miliar dolar (JEDI) yang diusung Kementerian Pertahanan AS, malahan  memilih untuk bekerja sama dengan rezim otoriter komunis Tiongkok.

Ken Buck menanyakan : “Nilai-nilai umum apa saja yang dimiliki antara Google dengan komunis Tiongkok ? Apakah Google menyetujui komunis Tiongkok berbohong kepada dunia tentang virus ? Saya juga teringat mengenai Proyek Dragonfly Google. Mungkin kalian setuju platform teknologi digunakan juga oleh komunis Tiongkok yang kemudian dimanfaatkan buat mengawasi warga kita sendiri, lalu menegakkan hukum keamanan nasional yang ketat ?”

Sidang dengar pendapat ini dianggap memiliki makna signifikan. Sejak bulan Juni tahun lalu, Komisi Perdagangan Federal AS dan Kementerian Kehakiman juga telah meluncurkan investigasi berskala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap keempat perusahaan teknologi besar ini.

Diperkirakan bahwa Panel Antitrust Dewan Perwakilan Rakyat ini akan menerbitkan laporan akhir investigasi antara akhir musim panas hingga awal musim gugur tahun ini. Mungkin dapat mengusulkan undang-undang baru untuk menangani masalah monopoli pasar saat ini di industri teknologi. (Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular