Epoch Times, oleh Chen Ting- Sebanyak 5 pesawat Tempur canggih buatan Prancis mendarat ke India. Pesawat tempur itu adalah bagian dari 36 pesawat yang diborong India. Ini bukan hanya soal pengadaan pesawat tempur skala besar pertama India dalam 23 tahun. Akan tetapi, juga peningkatan persenjataan penting bagi India untuk menghadapi ancaman militer Komunis Tiongkok. 

Menteri Pertahanan India Rajnath Singh juga menggunakannya untuk memperingatkan Komunis Tiongkok, bahwa India memiliki tekad dan kekuatan untuk mempertahankan wilayahnya.

Singh mengatakan bahwa kedatangan jet tempur angkatan pertama itu menandai “awal era baru dalam sejarah militer India.”

Dia menambahkan dalam serangkaian cuitannya yang berbunyi, “Kedatangan jet tempur ini akan membuat Angkatan Udara India lebih kuat dan mencegah segala kemungkinan ancaman terhadap negara kita.”

Singh berkata: “Jika ada yang khawatir atau mengkritik tentang kemampuan baru Angkatan Udara India, itu seharusnya mereka yang ingin mengancam integritas wilayah kita.”

Sejak Mei lalu, Komunis Tiongkok dan India mengalami kebuntuan selama enam minggu di perbatasan. Bahkan, konflik berdarah pertama yang menyebabkan korban yang belum pernah terjadi dalam 45 tahun. Sebanyak 20 tentara India yang bertugas terbunuh. Komunis Tiongkok tidak pernah mengumumkan angka korban tentaranya. 

Oleh karena itu, meskipun Singh tidak menyebutkan namanya secara langsung selama percakapan ini, baik media dan analis mengatakan bahwa pernyataannya jelas diarahkan kepada Komunis Tiongkok.

Angkatan Udara India menyatakan bahwa jangkauan dua tahap 8.500 kilometer dari Prancis ke India diselesaikan oleh pilot Angkatan Udara India. Fase pertama berangkat pada 27 Juli dan terbang ke Pangkalan Angkatan Udara Abu Dhabi. Fase kedua berangkat pada 29 Juli dan tiba di Pangkalan Angkatan Udara Ambala setelah perjalanan 2.700 kilometer.

Perdana Menteri India Narendra Modi juga berbagi video pesawat tempur yang tiba di Pangkalan Angkatan Udara Ambala di Twitter. Ia menulis dalam bahasa Sanskerta: “Tidak ada pengorbanan seperti pertahanan nasional, tidak ada perbuatan baik seperti pertahanan nasional. Tidak ada yang seperti praktik pertahanan nasional. “

Jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation Prancis dikenal karena keunggulan udara dan serangan presisi. Menurut laporan “The Indian Express”, tentara Prancis memiliki pengalaman tempur yang sebenarnya di Afghanistan, Libya, Mali, Irak dan Suriah.

Pesawat ini memiliki kecepatan terbang maksimum Mach 1,8 (1,8 kali kecepatan suara), jangkauan maksimum 3,700 kilometer, dan 14 gudang peluru. Pesawat ini dapat menyerang target udara-ke-udara dari jarak hingga 150 kilometer dan secara akurat mengenai target darat dalam jarak 300 kilometer. Ini adalah salah satu jet tempur paling mematikan di dunia. (Hui/asr)

Editor yang bertanggung jawab: Ye Ziwei #

Video Rekomendasi

Share

Video Popular