Ntdtv.com- Ketika Sekretaris Negara Amerika Serikat, Mike Pompeo memberikan kesaksian di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat pada 30 Juli, Pompeo menunjukkan sikap kerasnya pada Komunis Tiongkok. 

 “Kami telah melihat wajah sebenarnya dari Komunis Tiongkok: dia adalah ancaman utama zaman sekarang,” kata Pompeo. 

Pompeo juga menegaskan, Amerika Serikat menutup konsulat Tiongkok di Houston karena itu adalah sarang mata-mata. Sejauh menyangkut Amerika Serikat, baik Partai Republik  maupun Partai Demokrat  tidak sekuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam menghadapi perilaku jahat Komunis Tiongkok.

Misalnya, Departemen Kehakiman Amerika Serikat menindak pencurian kekayaan intelektual Tiongkok, sanksi kekejaman para pemimpin Komunis Tiongkok di Xinjiang, memberlakukan kontrol ekspor pada perusahaan yang mendukung kekejaman Komunis Tiongkok di Xinjiang.

Departemen Kehakiman juga memperingatkan perusahaan Amerika Serikat agar tidak terlibat dalam rantai pasokan mereka yang menggunakan tenaga kerja paksa.

Ketika Pompeo menyampaikan pidato tentang hubungan Tiongkok dengan Amerika Serikat di Perpustakaan Nixon di California pada 23 Juli lalu, Pompeo juga menyebutkan bahwa Konsulat Houston adalah sarang mata-mata.

Pada 28 Juli, situs web berita Amerika Serikat, “Axios” mengutip mantan pejabat intelijen Amerika yang mengatakan bahwa Amerika Serikat meminta penutupan Konsulat Tiongkok di Houston pada 21 Juli lalu, yang hanya merupakan langkah pemerintah Trump untuk “membunuh ayam.”

Konsulat Tiongkok di San Francisco tempat Tang Juan, seorang sarjana tamu yang diduga melakukan penipuan visa yang bersembunyi di San Francisco, adalah sarang mata-mata yang sebenarnya, dan yang lainnya adalah konsulat Tiongkok di New York.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat juga mengatakan bahwa Konsulat Houston bukan pusat mata-mata Komunis Tiongkok. Komunis Tiongkok memiliki dua sarang dalam kegiatan spionase, yaitu Konsulat San Francisco dan New York City.

The New York Post menunjukkan posisi kunci konsulat Tiongkok di San Francisco dalam pekerjaan spionase Tiongkok. Konsulat dekat dengan Lembah Silikon dan memiliki lokasi yang nyaman untuk memata-matai rahasia dan teknologi perdagangan. 

Mata-mata pada dasarnya adalah bagian dari kehidupan sehari-hari setempat. Dianne Feinstein mantan wali kota San Francisco mempekerjakan staf selama 20 tahun, semuanya diserap oleh Konsulat China.

Dalam hal spionase, Konsulat Tiongkok di San Francisco sangat merajalela. Politico melaporkan bahwa kedutaan memfokuskan pandangannya pada Lembah Silikon di Bay Area, mengumpulkan rahasia dagang dan teknologi canggih.

Seorang pejabat intelijen mengatakan bahwa kegiatan spionase di konsulat San Francisco dilakukan hampir setiap hari. Ini adalah bentuk pengumpulan intelijen yang sangat halus, yaitu, spionase terhadap perusahaan.

Mengutip orang-orang dari Kantor Berita Cina Rantau di New York bahwa pada kenyataannya semua konsulat Tiongkok di Amerika Serikat adalah ruang mata-mata.

Komunis Tiongkok bahkan memanipulasi orang-orang Tiongkok biasa sebagai mata-mata. Karena itu, menutup konsulat Tiongkok tidak dapat mencegah kegiatan spionase ilegal.

Setelah pengumuman penutupan Konsulat Tiongkok di Houston, New York Times memperoleh arsip. Dokumen FBI menguraikan temuan bahwa Konsulat Tiongkok di Houston mencoba mencuri kekayaan intelektual medis, merekrut peneliti dan lain-lain. Pengumpulan penelitian sensitif telah memberikan tekanan besar pada pembangkang Cina di wilayah tersebut.

Konsulat Tiongkok memiliki hubungan yang sangat erat dengan asosiasi komunitas Tionghoa setempat. Ada banyak trik untuk menarik, menyusup, dan memanipulasi.

Orang-orang dari Kantor Berita Tiongkok Rantau di New York mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, Komunis Tiongkok telah menggunakan konsulatnya untuk melakukan aksi lebih dari itu. 

Dikarenakan jumlah mata-mata Komunis Tiongkok di bawah perlindungan kekebalan diplomatik terbatas, konsulat Tiongkok lebih memperhatikan menjaga hubungan dekat dengan orang Tionghoa perantauan, untuk mencapai pengumpulan personel yang luas, mendapatkan berbagai aspek intelijen, dan melakukan lebih dari sekadar mata-mata.

(Dilaporkan oleh reporter Li Yun / Editor yang bertanggung jawab: Deming)

hui/rp 

Share

Video Popular