Epochtimes, oleh Lin Nan- Menanggapi penutupan Konsulat Tiongkok di Houston oleh Amerika Serikat, Tang Juan, seorang peneliti di University of Davis California, Amerika Serikat yang bersembunyi di Konsulat Tiongkok di San Francisco setelah insiden itu, tersangka ditangkap pada 30 Juli 2020 lalu.

Mantan Duta Besar Amerika Serikat di PBB Nikki Haley mengatakan  pemerintah Amerika telah lama mengetahui konsulat sebagai sarang mata-mata.

Pada musim gugur yang lalu, dua diplomat Komunis Tiongkok yang menyelinap ke pangkalan militer Amerika Serikat  diam-diam diusir dari negara itu.

Haley mengatakan mengunggah tulisan di Twitter: “Amerika Serikat telah lama mengetahui bahwa Tiongkok (Partai Komunis Tiongkok) menggunakan kedutaan / konsulatnya sebagai kedok untuk kegiatan spionase. Musim gugur yang lalu, dua diplomat Tiongkok diusir dari Amerika Serikat setelah menyelinap ke pangkalan militer. Pejabat Tiongkok sering muncul di laboratorium penelitian dan kantor pemerintah tanpa peringatan.”

AS telah lama mengetahui bahwa Tiongkok menggunakan kedutaan / konsulatnya sebagai kedok spionase. Musim gugur yang lalu, 2 diplomat Komunis Tiongkok diusir dari AS setelah menyelinap ke pangkalan militer. Pejabat Tiongkok secara rutin muncul tanpa peringatan di laboratorium penelitian dan kantor pemerintah.

– Nikki Haley (@NikkiHaley) 30 Juli 2020

Pemerintah Amerika Serikat diam-diam mengusir dua pejabat Kedutaan Besar Komunis Tiongkok musim gugur yang lalu karena masuk tanpa izin ke pangkalan militer yang sensitif di Virginia.

The New York Times melaporkan bahwa para pejabat Amerika Serikat percaya bahwa setidaknya satu pejabat Komunis Tiongkok adalah seorang perwira intelijen di bawah perlindungan diplomatik.

Baik Washington maupun Beijing tidak mengumumkan insiden yang terjadi pada bulan September tahun lalu. Tetapi insiden itu memperburuk kekhawatiran administrasi Pemerintahan Donald Trump. 

Dalam kompetisi strategis dan ekonomi global, Komunis Tiongkok memperluas kegiatan spionase di Amerika Serikat. Para pejabat intelijen Amerika Serikat mengatakan bahwa Amerika menghadapi ancaman dari kegiatan spionase Tiongkok, yang lebih besar dari negara lain manapun.

Pejabat Amerika mengatakan bahwa pejabat Komunis Tiongkok yang memegang paspor diplomatik tampak lebih berani muncul di lembaga penelitian atau lembaga pemerintah, dan infiltrasi pangkalan militer adalah contoh yang paling jelas.

Menurut para pejabat itu insiden  pengusiran ini adalah pertama kalinya Amerika Serikat mengusir seorang diplomat Tiongkok sejak 1987. Itu menunjukkan bahwa pemerintah Amerika Serikat sekarang mengambil garis yang lebih keras terhadap kegiatan spionase yang diduga dilakukan oleh Komunis Tiongkok.

Pada 16 Oktober tahun lalu, beberapa minggu setelah pangkalan militer Amerika Serikat diserang oleh diplomat Tiongkok, Departemen Luar Negeri Amerika mengumumkan pembatasan ketat pada aktivitas para diplomat Komunis Tiongkok. Juga mengharuskan mereka mengeluarkan pernyataan sebelum bertemu dengan pejabat lokal atau negara bagian atau mengunjungi lembaga pendidikan dan penelitian.

Pada saat itu, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan kepada wartawan bahwa aturan ini berlaku untuk semua misi Tiongkok di Amerika Serikat dan wilayahnya.

Itu merupakan tanggapan terhadap peraturan yang diterapkan oleh Komunis Tiongkok beberapa tahun yang lalu. Komunis Tiongkok mengharuskan diplomat Amerika untuk mengunjungi atau sebelum bepergian, mengunjungi lembaga-lembaga tertentu di luar kota tempat tinggal, mereka perlu mengajukan izin.

Beberapa kalangan menilai bahwa invasi diplomat Komunis Tiongkok ke pangkalan militer terjadi pada akhir September tahun lalu di sebuah fasilitas sensitif dekat Norfolk, Virginia. Pangkalan termasuk pasukan operasi khusus. Salah satu pangkalan markas Tim Keenam Elite SEAL Angkatan Laut.

Menurut sumber yang mengetahui soal itu, pejabat diplomatik Komunis Tiongkok dan istri mereka pergi ke pos pemeriksaan dan memasuki pangkalan. Seorang penjaga menyadari bahwa mereka tidak memiliki izin untuk masuk dan menyuruh mereka melewati gerbang dan berbalik untuk meninggalkan pangkalan.

Namun pejabat Komunis Tiongkok itu terus masuk ke pangkalan. Setelah militer Amerika Serikat menggunakan truk pemadam untuk mencegatnya, pejabat itu mengaku tidak mengerti penjelasan bahasa Inggris penjaga dan mereka hanya tersesat saja.

Para pejabat AS mengatakan mereka meragukan alasan pengganggu itu. Belum jelas apa yang mereka rencanakan untuk dilakukan di pangkalan itu, tetapi beberapa pejabat Amerika Serikat percaya bahwa itu  ulah Komunis Tiongkok yang sedang  menguji keamanan fasilitas militer. 

Editor yang bertanggung jawab: Hua Ziming

hui/rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular