Ntdtv.com- Pada 4 Agustus lalu, topan nomor 4 “Hagupit” melanda Wenzhou, Zhejiang. Kekuatan angin maksimum adalah tingkat 13 di dekat pusatnya, dan gelombang besar setinggi puluhan meter terjadi di pantai. 

Dalam 17 jam selama  topan itu tiba, banyak daerah pantai seperti Wenzhou, Taizhou, Zhejiang terjadi badai hujan deras. Kejadian itu berpengaruh pada listrik serta lalu lintas.

Menurut seorang warga Wenzhou, bernaman Zhang, badai tiba di Wenzhou pukul 02.00  dini hari. Topan Hagupit terjadi  dimulai pukul 12.30 atau sekitar pukul 01.00 dini hari. 

Angin juga relatif kencang, mencapai sekitar tingkat 9 hingga 10. Pada dini hari antara  pukul 02.00 dan 03.00, angin mencapai kekuatan tingkat 13. Hujan deras di semua aspek, dan kerugiannya sangat besar. Di Hongqiao, banyak tempat tergenang air. 

Warga Wenzhou, bernama Sun mengatakan, “Hujan deras, di desa kami banjir telah mencapai setengah di lantai pertama.”

Sebuah video yang diunggah netizen menunjukkan bahwa topan merobohkan pohon dan membuat orang-orang terlempar. Banyak rumah roboh atau atapnya terbalik. Bahkan Air Terjun Lingfeng di Gunung Yandang tidak bisa turun, tetapi tertiup ke udara oleh angin kencang.

Jalan-jalan di Yongkang, kota bawah Jinhua, Zhejiang, air mengalir seperti sungai, dan sejumlah besar mobil terendam dan hanyut. Jalan-jalan di Kota Yueqing juga dilanda banjir besar. Sebuah video menunjukkan bahwa dua pria sedang menunggu bus dengan air setinggi dada. Selain itu, banyak bangunan perumahan bertingkat tinggi di Kota Yueqing rusak oleh topan.

You Yongfang, seorang pekerja properti mengatakan bahwa kerusakan di tempatnya sebagian besar terjadi di atap gedung. Semua pintu pemadam kebakaran di atap telah hancur tertiup angin. Semua ruang ekspres di gedung tersebut telah hancur. Dapat dikatakan kerugiannya cukup serius.

Beberapa balkon perumahan bertingkat tinggi di Kota Yuhuan, Taizhou, Zhejiang juga tertiup angin topan. Seorang wanita di Komunitas Yuhui secara tidak sengaja jatuh terlempar dari lantai 11 dan meninggal setelah dirawat di rumah sakit. 

Menurut komunitas properti, pemilik di lantai 11 ingin menutup jendela pada jam 03.00  pagi, tertiup angin diluar jendela dan jatuh. Departemen Propaganda Kota Yuhuan juga mengkonfirmasi berita tersebut dan menyatakan bahwa insiden itu terjadi komplek perumahan pemandangan laut di tepi pantai dengan penghalang yang relatif sedikit.

Setelah wabah virus Komunis Tiongkok meletus pada akhir tahun lalu, Provinsi Zhejiang adalah salah satu provinsi yang menderita dampak lebih serius.  Wenzhou juga menjadi fokus pencegahan epidemi di Provinsi Zhejiang. 

Setelah wabah melanda terjadi topan lagi, Zhang, seorang warga Wenzhou, berkata bahwa mata pencaharian warga setempat sangat terpengaruh.

Zhang, seorang warga Wenzhou mengatakan, “Tanaman hampir habis, karena angin terlalu kencang. Kali ini angin paling kencang dalam sejarah, dan mendarat di daerah Yueqing Wenzhou kami. Bibit baru saja mulai ditanam, dan pasti tidak bisa panen lagi. Pada dasarnya pangan di daerah kami sudah sangat sedikit sekarang tambahkan hal ini. Faktanya, beberapa rakyat benar-benar mengalami kehidupan yang sulit sekarang. Epidemi di paruh pertama tahun ini sangat sulit, dan dampak ekonomi secara keseluruhan sangat besar.”

Menurut Zhang, meskipun topan dengan kekuatan 13 adalah bencana alam, ada juga bencana karena ulah manusia. Zhang menceritakan bahwa meskipun dikatakan sebagai bencana alam, namun ada juga beberapa bencana akibat ulah manusia. Beberapa saluran pembuangan, semuanya berantakan. Selain itu kali ini ada pengalihan limbah. Semua lubang di selokan yang dialirkan ke sungai, lubang-lubang tempat aliran air tersumbat. Air tidak bisa mengalir keluar juga menjadi masalah. 

Seorang netizen Wenzhou mengunggah sebuah video yang menunjukkan bahwa setelah topan, saluran pembuangan di rumahnya di lantai tiga menyemprotkan air, menyemprotkan banyak sampah, seperti kantong kemasan makanan, tissue kertas, dan botol air mineral.

Zhang menilai, terkait topan ini, pemerintah daerah berperilaku tidak normal. Menurut Zhang, kali ini aneh. Baik pemerintah kota atau komite lingkungan, mereka tidak mengatur tindakan untuk melawan badai dalam semua aspek. Biasanya dalam topan telah digunakan sebagai pertunjukan dan mereka keluar untuk membantu orang luar itu, karena beberapa dari mereka tinggal di bungalow, lalu membantu tempat-tempat itu. Kali ini tidak ada sama sekali, dan tidak terlihat pihak pemerintah. 

Warga bernama Sun, mengatakan setiap tahun ketika topan datang, dia menanganinya sendiri. “Tentu saja kami butuh bantuan, kami butuh bantuan dalam segala hal. Setidaknya pemerintah akan datang dan mendesinfeksi kami,” kata Sun.

Menurut Zhang, kehilangan setiap keluarga adalah masalah besar bagi masyarakat umum, tetapi ini adalah masalah yang sepele bagi pemerintah. Pemerintah daerah sekarang dapat menekan situasi sebenarnya dari bencana tersebut sebanyak mungkin, berusaha untuk tidak melaporkannya.

Wawancara / Editor Changchun / Shang Yan Pasca Produksi / Zhong Yuan

hui/rp 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular